top of page

Tren Motor Listrik Off-road atau E-Moto di Amerika Serikat: Lebih Disuka Ketimbang Harley-Davidson!

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 6 jam yang lalu
  • 3 menit membaca
Generasi muda AS lebih suka motor listrik off-road atau e-moto karena ringan, instan, dan agresif di berbagai medan ketimbang Harley yang berat dan mahal.

Joe Sulzbach dan dua anak laki-laiknya, warga Houston, Amerika Serikat adalah penggemar e-moto. (Foto: The Wall Street Journal / Arturo Olmos)
Joe Sulzbach dan dua anak laki-laiknya, warga Houston, Amerika Serikat adalah penggemar e-moto. (Foto: The Wall Street Journal / Arturo Olmos)

OTOPLUS-ONLINE I Dunia roda dua di Amerika Serikat sedang mengalami pergeseran budaya. Jika dulu simbol kebebasan identik dengan motor besar seperti Harley-Davidson, kini generasi muda justru melirik motor listrik off-road atau e-moto yang lebih ringan, instan, dan agresif digunakan di jalanan maupun trek tanah.


Fenomena ini diangkat dalam laporan terbaru The Wall Street Journal (7/6/2026), yang menyebut e-moto kini menjadi tren baru di Amerika Serikat.


E-moto seperti Surron Light Bee bahkan disebut terjual sekitar 16 ribu unit di AS dalam setahun.
E-moto seperti Surron Light Bee bahkan disebut terjual sekitar 16 ribu unit di AS dalam setahun.

Model seperti Surron Light Bee bahkan disebut terjual sekitar 16 ribu unit dalam setahun, mengungguli beberapa lini motor konvensional populer.


Menariknya, Surron Light Bee ini dikembangkan oleh perusahaan asal Chongqing, China, bernama Surron atau Qiulong Technology yang berdiri sejak 2014 dan fokus membuat motor listrik off-road berperforma tinggi.


Surron Light Bee adalah motor listrik off-road atau e-moto yang dikembangkan oleh Surron atau Qiulong Technology perusahaan asal Chongqing, China terjual sekitar 16 ribu unit dalam setahun di AS.
Surron Light Bee adalah motor listrik off-road atau e-moto yang dikembangkan oleh Surron atau Qiulong Technology perusahaan asal Chongqing, China terjual sekitar 16 ribu unit dalam setahun di AS.

Berbeda dari motor trail konvensional, e-moto menawarkan karakter yang jauh lebih sederhana. Tidak ada kopling, perpindahan gigi, maupun suara knalpot keras. Pengendara cukup memutar throttle dan tenaga instan langsung tersalur ke roda belakang. Hal ini membuat e-moto jauh lebih mudah dikendarai, bahkan bagi pemula.


Ā E-moto buatan Stark Varg asal Spanyol memiliki performa setara motor motocross 450 cc dengan tenaga hingga 80 hp dan torsi badak!
Ā E-moto buatan Stark Varg asal Spanyol memiliki performa setara motor motocross 450 cc dengan tenaga hingga 80 hp dan torsi badak!

Salah satu model yang paling sering menjadi sorotan adalah Stark Varg. Motor listrik asal Spanyol ini disebut memiliki performa setara motor motocross 450 cc dengan tenaga hingga 80 hp dan torsi masif yang langsung tersedia sejak putaran awal.


E-moto buatan Stark Varg menawarkan pengaturan karakter tenaga melalui aplikasi smartphone.
E-moto buatan Stark Varg menawarkan pengaturan karakter tenaga melalui aplikasi smartphone.

Media otomotif internasional bahkan menyebut Stark Varg sebagai salah satu motor trail listrik paling revolusioner saat ini. Selain bobot ringan, e-moto juga menawarkan pengaturan karakter tenaga melalui aplikasi smartphone serta sensasi berkendara yang lebih senyap namun tetap brutal di lintasan tanah.



Menariknya, budaya pengguna e-moto juga berkembang cepat di komunitas online. Banyak pengendara mengaku tertarik karena motor listrik memungkinkan mereka tetap bermain trail tanpa mengganggu lingkungan sekitar akibat kebisingan. Salah satu pengguna Reddit bahkan menulis:


ā€œKami jadi lebih sering keluar rumah dan riding bersama keluarga.ā€


Namun di balik popularitasnya, tren ini juga memunculkan kontroversi. Banyak pengendara menggunakan e-moto di jalan umum meski sebagian besar model sebenarnya tidak legal untuk dipakai di jalan raya. Beberapa kota di Amerika mulai memperketat aturan karena muncul kasus berkendara ugal-ugalan hingga kecelakaan fatal.




Beberapa e-moto didesain untuk segala medan mulai dari jalan perkotaan hingga off-road.
Beberapa e-moto didesain untuk segala medan mulai dari jalan perkotaan hingga off-road.

Meski begitu, industri roda dua melihat e-moto sebagai peluang besar untuk menarik generasi muda kembali tertarik pada dunia motor.



Apalagi usia rata-rata pemilik motor di Amerika kini mendekati 50 tahun, sementara penjualan motor konvensional terus menurun.


Fenomena ini memaksa Harley-Davidson melakukan transformasi besar melalui CEO anyar, Artie Starrs.



Reuters melaporkan melalui strategi ā€œBack to the Bricksā€, Harley disebut tengah fokus menghadirkan motor dengan harga lebih terjangkau demi mendongkrak penjualan dan menarik konsumen baru.


Artie Starrs disebut sedang menyiapkan Sprint 440, produk yang berfokus pada model lebih murah, efisiensi bisnis demi menyelamatkan basis konsumen yang mulai menua.



ā€œKami melihat Sprint 440 berada di kisaran harga sekitar USD 6.000 dengan ukuran, kelincahan, fitur, dan karakter yang lebih sesuai dengan kebutuhan rider muda,ā€ ujar Artie Starrs kepada Reuters.


Tren ini menunjukkan bahwa masa depan roda dua kemungkinan tidak lagi hanya soal suara knalpot besar atau mesin bensin berkapasitas tinggi. Bagi generasi baru, sensasi instan, desain ringan, teknologi digital, harga terjangkau justru menjadi simbol kebebasan baru di dunia otomotif.


Teks: Indramawan

Foto: Surron, Stark VARG

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2025 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page