top of page

Tren Bektril alias Bebek Trail di Jepang dan Thailand Masuk ke Indonesia

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 7 jam yang lalu
  • 4 menit membaca
Dari mulai Honda CT125, WMoto Porter 125 yang disebut sebagai alternatif dengan harga lebih terjangkau, hingga Bektril custom handmade.

WMoto Porter 125 yang disebut sebagai alternatif Honda CT125 dengan harga lebih terjangkau telah dipasarkan MForce Indonesia selaku ATPM.
WMoto Porter 125 yang disebut sebagai alternatif Honda CT125 dengan harga lebih terjangkau telah dipasarkan MForce Indonesia selaku ATPM.

OTOPLUS-ONLINE I Popularitas motor bergaya cub adventure ternyata bukan sekadar tren sesaat. Di Jepang dan Thailand, model seperti Honda CT125 justru berkembang menjadi simbol gaya hidup outdoor modern yang memadukan fungsi harian, petualangan ringan, hingga unsur fashion lifestyle.


Kini, fenomena tersebut perlahan mulai masuk ke Indonesia lewat kemunculan motor bergaya “Bektril” alias Bebek Trail. Istilah ini merujuk pada motor bebek dengan sentuhan adventure ringan, mulai dari penggunaan ban dual purpose, knalpot tinggi, hingga rak belakang besar yang identik dengan aktivitas outdoor.


Salah satu customer bersama dengan WMoto Porter 125 yang dipasarkan seharga Rp27,3 juta (OTR Jatim).
Salah satu customer bersama dengan WMoto Porter 125 yang dipasarkan seharga Rp27,3 juta (OTR Jatim).

Salah satu model yang mulai menarik perhatian adalah WMoto Porter 125. Motor ini bahkan banyak disebut sebagai alternatif Honda CT125 dengan harga lebih terjangkau.


Astra Honda Motor (AHM) memperkenalkan motor bebek trail CT125 pertama kali pada September 2020.
Astra Honda Motor (AHM) memperkenalkan motor bebek trail CT125 pertama kali pada September 2020.

Ya, tren motor cub adventure modern sebenarnya mulai kembali naik sejak sekitar 2020 ketika Honda resmi meluncurkan CT125 di Jepang dan Thailand.


Dalam rilis resminya, Honda Jepang menyebut CT125 sebagai “leisure model” yang dirancang untuk aktivitas outdoor seperti touring, camping, hingga trekking ringan (sumber: Honda Global).


Honda Jepang menyebut CT125 sebagai “leisure model” yang dirancang untuk aktivitas outdoor.
Honda Jepang menyebut CT125 sebagai “leisure model” yang dirancang untuk aktivitas outdoor.

Honda juga menjelaskan CT125 menggabungkan kepraktisan Super Cub untuk penggunaan harian dengan kemampuan menjelajah jalur luar kota dan medan ringan. Karena itu motor ini dibekali suspensi yang mendukung off-road ringan, knalpot model upswept muffler, ground clearance tinggi, serta rak belakang besar untuk membawa perlengkapan outdoor (sumber: Honda Global).


Momentum tersebut berkembang pesat di Thailand melalui jaringan lifestyle Honda Cub House pada 2020. Sejak saat itu, kultur motor cub adventure mulai tumbuh sebagai bagian dari gaya hidup outdoor dan urban exploration di Asia Tenggara (sumber: Honda Thailand/Cub House).


Bengkel custom Win's Paddock di Purwokerto menggarap Cub Scrambler project bernama CS125 dari basis Honda Karisma 125 pada 2021.
Bengkel custom Win's Paddock di Purwokerto menggarap Cub Scrambler project bernama CS125 dari basis Honda Karisma 125 pada 2021.

Menariknya, tren tersebut ternyata mulai terasa di Indonesia sejak awal kemunculan CT125. Bahkan pada 2021, builder lokal asal Purwokerto, Win’s Paddock, sudah membuat motor custom bergaya “cub scrambler” bernama CS125 berbasis Honda Karisma 125.


Motor tersebut hadir sebagai interpretasi lokal terhadap konsep Honda CT125 yang saat itu sedang ramai dibicarakan (sumber: Otoplus Online).



Dalam wawancara tersebut, Siswo Winoto selaku pemilik Win’s Paddock mengatakan:


“Dari sini kami terinspirasi dengan Honda CT125... Sebab motor yang mudah dan murah perawatan itu ya motor bebek.”


Pernyataan tersebut menunjukkan konsep motor bebek adventure sebenarnya sudah mulai menginspirasi builder dan pecinta motor custom di Indonesia sejak beberapa tahun lalu.


Media Jepang/Taiwan CARNEWS dalam laporan terbarunya mengungkap bahwa CT125 sempat mengalami masa inden hingga satu tahun saat tren outdoor meningkat pasca pandemi. Menariknya, motor ini tidak hanya diminati penggemar roda dua, tetapi juga pecinta camping, penikmat fashion lifestyle, hingga pengguna urban outdoor (sumber: CARNEWS).


Hal tersebut menunjukkan bahwa CT125 kini berkembang menjadi lebih dari sekadar motor bebek. Motor ini telah berubah menjadi bagian dari kultur rekreasi dan eksplorasi ringan yang identik dengan gaya hidup santai.


Honda CT125 keluaran terbaru 2026 sempat alami inden di Jepang.
Honda CT125 keluaran terbaru 2026 sempat alami inden di Jepang.

Masih dari laporan CARNEWS pada Maret 2026, popularitas CT125 disebut bertahan karena karakter motornya yang ringan, mudah dipakai harian, mampu digunakan camping, hingga cukup andal melibas jalur tanah ringan. Desain knalpot model high-mounted exhaust dan rak belakang besar juga dianggap menjadi identitas khas motor adventure cub modern (sumber: CARNEWS).


Tren tersebut juga masih sangat terasa di Thailand. Media Thai Rath Auto melaporkan Honda Thailand masih memasukkan CT125 dalam jajaran “adventurous motorcycles” pada gelaran Honda Mega Festo 2026. Artinya, pasar Thailand masih melihat CT125 sebagai motor lifestyle adventure, bukan sekadar kendaraan komuter biasa (sumber: Thai Rath Auto).


Popularitas motor cub adventure bahkan berkembang di komunitas global. Di forum Reddit Motorcycles, seorang pengguna yang mengimpor CT125 dari Thailand mengatakan: “Sejujurnya, ini motor paling menyenangkan yang pernah saya rasakan dalam waktu yang sangat lama!”


Ada pula cerita pengguna yang melakukan perjalanan jarak jauh hingga touring Thailand–Inggris menggunakan CT125. Hal ini menunjukkan motor adventure kecil memiliki basis penggemar yang kuat karena menawarkan pengalaman berkendara yang simpel, ringan, dan menyenangkan (sumber: Reddit Motorcycles).


Di tengah tren motor adventure berkapasitas besar yang semakin mahal dan kompleks, konsep Bektril justru menawarkan pendekatan berbeda. Bukan soal tenaga besar atau teknologi rumit, melainkan menikmati perjalanan dengan cara yang lebih santai, ringan, dan praktis.


Kehadiran WMoto Porter 125 ke Indonesia membuka peluang menguatnya trend Bektril alias Bebek Trail.
Kehadiran WMoto Porter 125 ke Indonesia membuka peluang menguatnya trend Bektril alias Bebek Trail.

Karakter seperti inilah yang membuat kehadiran WMoto Porter 125 terasa relevan di Indonesia. PT MForce Indonesia sendiri memasarkan Porter 125 sebagai motor “bebek adventure” dengan harga Rp 23,5 juta OTR Jakarta (sumber: MForce Indonesia).


Motor ini dibekali mesin SOHC 1-silinder 120 cc berpendingin udara dengan tenaga 8,7 hp pada 7.500 rpm dan torsi 9 Nm pada 5.500 rpm. Transmisinya menggunakan 4-percepatan semi otomatis yang praktis untuk penggunaan harian (sumber: MForce Indonesia).



Secara desain, Porter 125 tampil unik lewat penggunaan knalpot tinggi ala scrambler dan rak belakang besar yang memperkuat aura motor outdoor. Bobotnya juga ringan, sekitar 102 kg, dengan tinggi jok 765 mm dan ground clearance 140 mm. Suspensi depan teleskopik dipadukan twin-shock adjustable preload di belakang, sedangkan roda menggunakan pelek jari-jari dengan ban semi dual purpose ukuran 17 inci (sumber: MForce Indonesia).


Secara filosofi, WMoto Porter 125 memang bukan motor untuk mengejar kecepatan tinggi atau teknologi rumit. Motor ini lebih menawarkan pengalaman berkendara santai yang kini justru sedang digemari pasar global.


Dan di situlah tren Bektril dari Jepang dan Thailand perlahan mulai masuk ke Indonesia.


Teks: Indramawan

Foto: Indramawan, Dok. OTOPLUS-ONLINE

Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2025 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page