Viral! Video SUV BYD Jalan dengan 3 Roda Ungkap Kehebatan Teknologi DiSus Suspension
- Editor

- 4 jam yang lalu
- 2 menit membaca
BYD bawa teknologi DiSus Suspension ke model lebih massal, yang telah resmi masuk ke Indonesia.

OTOPLUS-ONLINE I Belakangan ini media sosial otomotif ramai membahas video viral BYD Fang Cheng Bao Bao 8 yang mampu tetap berjalan meski hanya menggunakan tiga roda.
Dalam video yang beredar di Instagram dan TikTok, SUV tersebut terlihat tetap stabil saat satu roda terangkat menghindari lubang yang dalam, bahkan masih mampu melaju di medan off-road.


Awalnya banyak netizen mengira demonstrasi tersebut hanya gimmick marketing. Namun ternyata teknologi di balik kemampuan itu adalah sistem intelligent body control bernama DiSus-P, bagian dari platform suspensi pintar BYD yang mulai menjadi sorotan industri otomotif global.
Video tersebut viral bukan sekadar karena mobilnya terlihat āanehā atau bisa berjalan dengan tiga roda. Tapi publik mulai sadar bahwa produsen China kini mampu bermain di area yang selama ini dianggap sebagai wilayah sakral industri otomotif premium: chassis engineering dan body control!
Dalam dunia otomotif, kemampuan menjaga stabilitas bodi kendaraan saat kondisi ekstrem merupakan salah satu indikator engineering level tinggi. Teknologi seperti active suspension, adaptive damping, hingga body control system biasanya hanya ditemukan pada mobil premium Eropa dengan harga miliaran rupiah.
BYD mulai mengubah persepsi tersebut lewat DiSus.
Teknologi ini pertama kali diperkenalkan pada 2023 sebagai āIntelligent Body Control Systemā yang dikembangkan khusus untuk kendaraan energi baru atau NEV. Sistem ini terdiri dari beberapa versi seperti:
* DiSus-C,
* DiSus-A,
* DiSus-P,
* hingga terbaru DiSus-Z.
Masing-masing memiliki fungsi berbeda mulai dari adaptive damping elektronik, suspensi udara aktif, hingga kontrol hidrolik ultra-presisi untuk menjaga kestabilan bodi kendaraan secara real-time.


BYD bahkan terus memamerkan demonstrasi ekstrem untuk menunjukkan kemampuan DiSus. Salah satunya lewat supercar listrik Yangwang U9 yang mampu mampu "menari" dan bahkan āmelompatā melewati lubang dan paku jalan dalam mode autonomous driving.
Menariknya, perkembangan DiSus kini tidak lagi terbatas pada mobil konsep atau kendaraan ultra mahal.

BYD mulai membawa teknologi tersebut ke model yang lebih massal. Salah satu yang paling penting adalah New BYD Seal 2025 yang resmi diluncurkan di Indonesia dengan teknologi DiSus-C adaptive suspension.
Hal ini menjadi sinyal bahwa BYD tidak lagi hanya menjual mobil listrik dengan harga kompetitif, tetapi mulai menawarkan pengalaman berkendara berbasis software dan intelligent chassis control.
Jika dulu mobil China identik dengan fitur murah meriah, kini mereka mulai masuk ke area engineering yang selama puluhan tahun didominasi produsen Jepang dan Eropa.
Dan mungkin, viralnya video tiga roda BYD sebenarnya bukan soal SUV yang bisa tetap berjalan dalam kondisi ekstrem.
Melainkan pertanda bahwa industri otomotif global mulai memasuki era baru, ketika produsen China bukan lagi sekadar āpengejarā, tetapi mulai menjadi penentu arah inovasi kendaraan masa depan.
Teks: Indramawan
Foto: BYD Global




Komentar