Wow! BYD Atto 1 Melesat Tempati Urutan Kedua Mobil Terlaris Agustus 2026, Denza D9 Justru Anjlok!

Ketika BYD Atto 1 mencatatkan angka 5.560 unit hanya dalam satu bulan (Agustus 2026), D9 hanya mampu 19 unit! Ada apa?

OTOPLUS-ONLINE I Peta persaingan mobil Indonesia pada Agustus 2026 menghadirkan kejutan. Ketika BYD Atto 1 melesat ke posisi kedua daftar model dengan wholesales tertinggi, merek premium yang masih berada dalam satu grup BYD, Denza, justru mengalami penurunan distribusi D9 sangat tajam.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), wholesales mobil nasional (distribusi pabrikan ke dealer) pada Agustus 2026 mencapai 81.756 unit, naik 0,79 persen dibanding Juli yang mencatat 81.115 unit. Sementara penjualan retail ((penjualan dealer ke konsumen) mencapai 83.422 unit, meningkat 7,7 persen secara bulanan.
Namun, kejutan terbesar terlihat ketika data dibedah berdasarkan model.
BYD Atto 1 mencatat wholesales 5.560 unit dan menempati posisi kedua mobil terlaris sepanjang Agustus. Atto 1 hanya kalah dari Daihatsu Gran Max yang mencapai 6.662 unit.
GAIKINDO mencatat angka Gran Max tersebut merupakan gabungan Pikap, Blind Van, dan Minibus.
Posisi Atto 1 semakin menarik karena berhasil melewati sejumlah model yang selama ini menjadi pemain utama pasar Indonesia. Toyota Innova berada di posisi ketiga dengan 3.504 unit, disusul Toyota Avanza 3.442 unit dan Suzuki Carry 3.372 unit. Jaecoo J5 juga masuk enam besar dengan 3.214 unit.
Artinya, dari enam model terlaris Agustus, dua di antaranya berasal dari merek China, sementara empat lainnya berasal dari merek Jepang.
Momentum BYD di Indonesia

Performa Atto 1 tersebut sejalan dengan perkembangan BYD di Indonesia. Dalam keterangan resmi Haka Auto saat meresmikan Denza Haka Bukit Darmo dan empat dealer BYD Haka di Jawa Timur pada 26 Agustus 2026, Haka Auto menyebut BYD Atto 1 telah mencatat penjualan lebih dari 14.300 unit hingga Juli 2026.
BYD M6 DM juga disebut telah terjual lebih dari 3.200 unit sejak diperkenalkan. Selama GIIAS 2026, Haka Auto menyebut BYD membukukan lebih dari 4.000 SPK, dengan lebih dari 850 di antaranya berasal dari M6 DM.
Namun, di balik laju BYD, terdapat cerita berbeda dari Denza.
Denza D9 Justru Anjlok

Denza merupakan merek premium dalam kelompok BYD. Di Indonesia, merek ini masih mengandalkan Denza D9 sebagai model utamanya.
Data wholesales GAIKINDO menunjukkan distribusi D9 sepanjang Januari hingga Agustus 2026 masing-masing mencapai 392, 270, 455, 1.032, 210, 464, 159, dan 19 unit. Totalnya mencapai 3.001 unit.
Agustus menjadi titik terendah dalam periode tersebut. Jika dibandingkan dengan April yang mencapai 1.032 unit, distribusi D9 pada Agustus anjlok sekitar 98 persen.
Padahal pada April 2026 tersebut, GAIKINDO mencatat D9 berada di posisi kelima mobil listrik terlaris!
Kontrasnya semakin menarik: Atto 1 mencapai 5.560 unit hanya dalam satu bulan (Agustus 2026), sedangkan D9 hanya 19 unit.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai langkah berikutnya dari Denza, terutama karena hingga kini D9 masih menjadi satu-satunya model yang dipasarkan di Indonesia.
Kapan Denza Hadirkan Model Baru?

Pertanyaan tersebut langsung OTOPLUS-ONLINE ajukan kepada pihak Denza saat peresmian Denza Haka Bukit Darmo di Surabaya, sekaligus empat dealer BYD Haka di Gresik, Mojokerto, Madiun, dan Banyuwangi pada 26 Agustus 2026.
Baca juga: Haka Auto Resmikan Denza Haka Bukit Darmo dan Perluas Jaringan BYD dan Denza di Jawa Timur
OTOPLUS-ONLINE juga menanyakan mengenai kelanjutan dari nama baru "Danza" menggantikan "Denza" setelah ditolaknya permohonan kasasi yang diajukan BYD Company Limited dalam perkara sengketa merek āDenzaā.
Pertanyaan kemudian diteruskan kepada pihak APM (Agen Pemegang Merek). Dan akhirnya, OTOPLUS-ONLINE menerima jawaban resmi yang disampaikan langsung oleh Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations BYD Motor Indonesia.
Dalam penjelasan tersebut dikatakan, secara global Denza tengah melakukan pembaruan minor terhadap logo merek. Penyesuaian tampilan logo di dealer Indonesia disebut menjadi bagian dari proses tersebut.
āTerkait status kepemilikan nama DENZA di Indonesia saat ini masih sedang dalam proses administratif hukum yang ditangani langsung oleh tim hukum kami,ā demikian jawaban BYD Motor Indonesia.
Namun ada satu penegasan penting dalam penjelasan tersebut, yakni: āTidak ada perubahan di sisi strategi bisnis.ā
BYD Motor Indonesia memastikan Denza tetap fokus menghadirkan produk dan teknologi EV premium serta pelayanan jaringan berstandar global.
Dengan demikian, belum hadirnya model baru Denza belum dapat disimpulkan sebagai akibat persoalan merek.
Yang jelas, data GAIKINDO memperlihatkan D9 sedang menghadapi penurunan distribusi sangat tajam, sementara BYD justru menikmati momentum besar melalui Atto 1.
Kini pertanyaannya: setelah persoalan administratif merek masih diproses dan BYD terus memperluas portofolionya, kapan Denza akan menghadirkan model berikutnya di Indonesia?
Teks: Indramawan
Foto: Dok. OTOPLUS-ONLINE



