Yamaha Scorpio British Racikan Minority Customs untuk Motor Touring Pasutri
- Editor

- 22 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Yamaha Scorpio custom ini dibangun bukan untuk sekadar tampil mencolok, melainkan sebagai tunggangan yang nyaman digunakan touring antarkota.

OTOPLUS-ONLINE I Bagi sebagian orang, modifikasi motor mungkin identik dengan mengejar tampilan ekstrem. Namun, pendekatan berbeda diterapkan Minority Custom Motorcycle (MCM) saat menggarap Yamaha Scorpio 225 milik Farihsony, warga Surabaya.
Menurut Jonathan Evans dari MCM, motor ini dibangun bukan untuk sekadar tampil mencolok, melainkan sebagai tunggangan yang nyaman digunakan touring antarkota.


"Motor ini dibuat untuk kenyamanan touring antarkota, karena penatnya bekerja sang owner sering menghabiskan waktu santai dengan touring bersama istri," jelas Mas Jon, sapaannya.
Karena itu, proses modifikasi diawali dengan menyesuaikan ukuran dan ergonomi motor terhadap postur pemilik. Minority kemudian menerjemahkannya dalam konsep bergaya British yang sederhana, elegan, sekaligus tetap fungsional.

Salah satu ciri konsep tersebut terlihat dari penggunaan setang yang tidak terlalu tinggi dan lebar. Posisi ini disesuaikan dengan postur pemilik agar tetap nyaman digunakan dalam perjalanan panjang. Karakter British juga diperkuat melalui penggunaan sepatbor panjang di bagian depan dan belakang.

Menariknya, sepatbor belakang dibuat dengan jarak yang cukup tinggi terhadap ban. Selain memberikan proporsi yang sesuai dengan konsep, ruang tersebut juga dipersiapkan untuk mengakomodasi beban barang bawaan sekaligus penumpang ketika motor digunakan touring.
Dari sisi tampilan, Minority menggunakan ban berukuran besar dengan profil tinggi. Pilihan tersebut sekaligus membantu mendapatkan proporsi yang sesuai antara dimensi motor dengan postur pemilik.



Hampir seluruh bagian bodi kemudian dibuat ulang. Tangki, kempol atau cover samping, sepatbor, hingga jok merupakan hasil custom MCM. Bagian belakang rangka juga mengalami perubahan untuk menyesuaikan konsep dan kebutuhan ergonomi.
Bagian yang paling menantang justru berada di balik tampilan. Minority harus beberapa kali melakukan penyetelan suspensi belakang untuk menemukan kombinasi yang tepat antara tinggi, kemiringan, dan tingkat kekerasan sok.
Pasalnya, motor harus tetap nyaman ketika digunakan sendirian, tetapi tidak boleh terlalu ambles ketika digunakan berboncengan. Setelah beberapa kali pengaturan, akhirnya ditemukan kombinasi yang dianggap pas untuk kebutuhan pemilik.

"Sempt berulang kali setting sok belakang, tinggi dan tingkat keempukan serta kemiringan sok belakang agar tidak ambles pas buat goncengan. Akhirnya ketemu tingkat kemiringan, tinggi sok dan tingkat kekerasan yang pas," terang Jon.
Pemilik juga memberikan arahan yang cukup jelas: motor harus terlihat seperti keluar dari dealer dalam bentuk konsep tersebut. Artinya, tidak boleh terlihat berlebihan atau norak. Setiap part yang digunakan harus memiliki fungsi layaknya motor produksi, tetapi tetap mampu digunakan untuk perjalanan jauh.
Konsep tersebut sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi Minority. Menurut Mas Jon, seluruh pengerjaan dipercayakan kepada workshop karena sang pemilik sudah melihat sejumlah karya mereka yang menurut banyak orang memiliki tampilan seperti motor baru keluar dari dealer.
Hasil akhirnya adalah Yamaha Scorpio dengan karakter British yang tidak sekadar mengejar estetika. Setiap perubahan memiliki alasan, mulai dari proporsi bodi, posisi berkendara hingga kemampuan membawa penumpang dan barang dalam perjalanan jauh.
Data Modifikasi
Ban depan: 4.00-18
Ban belakang: 4.00-17
Pelek depan: 1.85 x 18
Pelek belakang: 2.50 x 17
Spakbor depan-belakang: Custom by Minority Custom Motorcycle
Lampu depan: Aftermarket
Suspensi belakang: Aftermarket
Setang: Custom by MCM
Tangki: Custom by MCM
Kempol: Custom by MCM
Jok: Custom by MCM
Knalpot Custom MCM
Minority Custom Motorcycle
Alamat: Jl. Gunung anyar harapan ZA 21a (daerah rungkut) Surabaya - Indonesia
Instagram: @minority_custom
WA: +62 896-7791-6303
Teks: Indramawan
Foto: MCM




Komentar