Yamaha Tetapkan Standar Baru Keselamatan Lewat Tricity 300 Berteknologi Airbag: Seberapa Penting?
- Editor

- 5 menit yang lalu
- 2 menit membaca
Struktur dua roda di depan sehingga posisi kendaraan tetap tegak saat benturan frontal memungkinkan airbag bekerja optimal.

OTOPLUS ONLINE I Langkah Yamaha Motor menghadirkan Tricity 300 menandai perubahan penting dalam cara industri roda dua memandang keselamatan.
Selama ini, motor dikenal minim perlindungan pasif. Namun kini, pendekatan tersebut mulai bergeser.

Tricity 300 bukan sekadar skuter premium. Model ini dibangun dengan teknologi Leaning Multi-Wheel (LMW), yaitu dua roda di depan yang meningkatkan stabilitas saat menikung maupun pengereman.
Struktur ini menjadi fondasi penting, karena menjaga posisi kendaraan tetap relatif tegak saat benturan frontal - kondisi yang memungkinkan airbag bekerja lebih optimal.


Di sinilah urgensi airbag menjadi relevan. Dalam banyak kasus kecelakaan, benturan frontal menjadi penyebab utama cedera serius pada pengendara, terutama di bagian dada dan kepala.
Tanpa perlindungan tambahan, tubuh pengendara akan langsung menerima energi benturan.
Project Leader Tricity, Daisuke Asano, menegaskan bahwa kehadiran fitur ini bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan kebutuhan nyata akan rasa aman.
āKami juga menambahkan airbag untuk memberikan rasa aman yang lebih besar bagi pengendara⦠fitur ini memberi ketenangan bagi mereka dan keluarga mereka.ā

Secara teknis, sistem airbag bekerja melalui sensor yang mendeteksi perlambatan ekstrem saat tabrakan.
Dalam hitungan milidetik, airbag akan mengembang dari bagian depan (apron) untuk menahan tubuh pengendara agar tidak terpental ke depan.
Teknologi ini dikembangkan bersama Autoliv, pemasok global sistem keselamatan otomotif.
āAirbag dirancang untuk menyerap energi kinetik pengendara saat tabrakan frontal,ā lanjut Daisuke Asano,
Penggunaan airbag di roda dua sebenarnya bukan hal baru, namun masih sangat terbatas.
Sebelumnya, teknologi ini hanya hadir pada motor touring premium seperti Honda Gold Wing.

Kehadiran Tricity 300 menjadi langkah penting karena membawa fitur ini ke segmen skuter urban yang lebih relevan dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Apalagi teknologi airbag untuk motor cukup reasonable dalam hal biaya.

Media Eropa menyebut, Tricity 300 dipasarkan mulai sekitar Rp 165 jutaan, sementara versi dengan airbag sekitar Rp 180ā195 jutaan (Sumber: Motorionline).
Selisih harga sekitar Rp 15 jutaan menunjukkan bahwa fitur keselamatan ini hadir dengan tambahan biaya yang relatif terjangkau jika dibandingkan dengan potensi perlindungan yang diberikan.
Namun perlu dicatat, angka tersebut masih mengacu pada pasar Eropa dan belum menjadi harga resmi di Indonesia karena belum ada konfirmasi distribusi dari Yamaha.



Dengan mesin 292 cc, ABS, traction control, dan berbagai fitur modern lainnya, Tricity 300 sudah berada di kelas premium.
Namun kehadiran airbag menjadikannya lebih dari sekadar kendaraan-ia adalah sinyal arah baru industri roda dua.
Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin airbag akan menjadi standar baru dalam keselamatan berkendara.
Bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan kebutuhan dasar bagi pengendara motor di masa depan.
Sumber: Yamaha Motor (halaman resmi Tricity 300 2026), pernyataan Project Leader Yamaha, dan estimasi harga pasar Eropa (Motorionline)
Teks: Indramawan
Foto: Yamaha




Komentar