BMW M2 Coupe G87: Compact Sports Car Terbaik?
- Editor

- 8 menit yang lalu
- 6 menit membaca
OTOPLUS-ONLINE melakukan pengetesan pada BMW M2 Coupe G87 sejauh 215 kilometer untuk mengetahui rasa berkendara, performa, dan konsumsi bahan bakar.

OTOPLUS ONLINE I BMW M2 Coupe dirilis global pada tahun 2022. Generasi kedua berkode bodi G87 ini menggantikan generasi sebelumnya (F87).
Generasi terbaru M2 Coupe ini menawarkan kombinasi desain lebih agresif, dimensi lebih besar, teknologi lebih canggih dan performa tinggi.
Di Indonesia, compact sports car ini resmi hadir di akhir Oktober 2024. Saat itu BMW Group Indonesia mengenalkan BMW M2 Coupe Special Edition bersamaan dengan M4 CS.
Dari price list yang dilansir BMW Indonesia, BMW M2 Coupe ditawarkan dengan harga Rp2,08-2,24 milyar!
Platform Sama Dengan BMW M3

BMW M2 CoupƩ generasi terbaru menggunakan platform CLAR (Cluster Architecture). Struktur sasisnya sama dengan yang digunakan BMW M3 G80 dan M4 G82, namun disesuaikan untuk dimensi M2 yang lebih kompak.
Dimensi panjang M2 G87; 4.580 mm, lebarnya 1.988 mm dengan tinggi 1.403 mm. Jarak sumbu roda 2.747 mm. Sementara jarak terendah ke tanah hanya 120 mm. Berat kosong atau Curb Weight 1.725 kg (transmisi manual) dan 1.750 kg (transmisi otomatis).
Secara dimensi G87 M2 jauh lebih besar dengan bobot lebih berat daripada pendahulunya (F87), dimensi lebarnya hampir menyamai M4, memberikan stabilitas lebih baik pada kecepatan tinggi.
Desain Agresif

Tampilan G87 terlihat agresif dan intimidatif dengan desain boxy yang kekar. Bentuk lampu depan terinspirasi BMW 2002 yang kini berteknologi LED dan laserlight dengan bumper depan mengotak berhias 3 air intake ukuran besar.

Desain bumper depan yang mengotak dan fender yang terlihat lebih kaku terkesan kurang elegan jika dibandingkan desain M2 sebelumnya (F87).
Atapnya karbon (Carbon Roof) yang dibiarkan terekspos tanpa dicat, bukan sekadar gaya-gayaan tapi merupakan fitur standar yang berperan mengurangi bobot sekaligus membuat titik pusat gravitasi lebih rendah.

BMW menerapkan ukuran pelek staggered dengan kombinasi ukuran 19x9,5 inci di depan dan 20x10,5 inci di belakang. Pelek light alloy itu dibalut ban Michelin Sport 4S ukuran 275/35-19 (depan) dan 285/30-20 (belakang) yang memiliki kemampuan daya cengkeram istimewa.
Interior Bernuansa M & Teknologi BMW Curved Display

Aura sportscar langsung menyambut begitu kita menyentuh pintu, selain format dua pintu kacanya frameless. Aksen BMW Stripes atau M Colors dan logo M tersebar di sudut kabin.
Mulai doortrim, jok, sabuk pengaman sampai warna display di instrument cluster. Seolah menegaskan ini BMW M lho.

Kualitas material interior terasa premium dengan aksen logo M dimana-mana. Setirnya berbalut kulit. Sekilas bentuknya sama dengan model BMW regular namun sebenarnya tidak.
Diameter lingkar setir terasa lebih tebal dan ergonomis, menyesuaikan fokus penggunaannya yang lebih ke performa. Tentunya setir dilengkapi setelan rake (tilt) and reach (telescopic) dengan rentang penyetelan yang luas.
Melirik kaca depan, BMW melengkapi M2 Coupe dengan Head-Up Display untuk memproyeksikan informasi krusial (kecepatan, navigasi, batas kecepatan) langsung ke kaca depan untuk meningkatkan keamanan dan fokus.
Di balik kemudi, ada BMW Curved Display yang mulai diaplikasikan di line up BMW sejak 2021. Layar melengkung yang memadukan instrumen cluster 12,3 inci dan layar infotainment 14,9 inci ke dalam satu frame.
Dijalankan oleh BMW OS 8.0 yang lebih responsif didukung oleh BMW Intelligent Personal Assistant & Live Cockpit Professional mengubah dasbor menjadi pusat kontrol digital yang responsif, berorientasi pada pengemudi sekaligus memberikan nuansa motorsport yang kental.
Mobil ini juga dibekali dengan teknologi Driving Assistant Professional yang mencakup fitur seperti Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assistance, dan Blind Spot Monitoring. Untuk kenyamanan, ada gimmick ambient light yang sebenarnya tidak relevan untuk sports car.

Ada juga sistem AC Automatic Climate Control 3-Zone memungkinkan suhu udara dibuat lain di tiga zona berbeda dengan pengaturan lewat infotainment screen.
Buat pure car enthusiast kehadiran interior berbasis layar ini terasa mengurangi engage karena berkurangnya tombol-tombol fisikal seperti untuk pengaturan AC atau fungsi lainnya.
Hal ini membuat pengoperasian fitur menjadi kurang intuitif saat berkendara, karena harus masuk ke dalam menu touchscreen.
Mesin Khusus Dikembangkan BMW M GmbH

Mesinnya 6 silinder segaris 2.993 cc dengan twin scroll turbocharged berkode S58B30T0 yang dirancang khusus oleh BMW M GmbH. Mesin ini butuh bensin oktan tinggi untuk performa optimal, minimal pakai RON 95, dan akan lebih baik kalau pakai RON 98.
Mesin dengan rasio kompresi 9,3:1 ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 480 PS atau 473 DK/6.250 rpm dan torsi 550 Nm/2.650-5.870 rpm dengan redline di 7.200 rpm. Mesin ini merupakan turunan langsung dari mesin yang digunakan pada BMW M3 dan M4, namun disesuaikan untuk performa M2.
Output sebesar itu dtransfer ke roda belakang dengan perantara transmisi otomatis M Steptronic 8-percepatan. BMW Indonesia memang tidak menawarkan pilihan transmisi manual 6 percepatan untuk menemani transmisi otomatisnya.

Agar penyaluran tenaga optimal ke roda belakang, BMW melengkapi M2 Coupe dengan Active M Differential. Fitur ini juga membantu mengontrol stabilitas saat menikung tajam.
Suspensi Adaptif

M2 Coupe mengadopsi suspensi depan independent McPherson Double-joint Spring Strut Axle berbahan aluminium ringan dengan peredam kejut adaptif yang dikontrol secara elektronik. Sementara suspensi belakangnya independent Multi-link (Five-link Axle) dengan komponen aluminium dan peredam kejut adaptif.

Penggunaan komponen alumunium pada swing arm ditujukan untuk mengurangi unsprung weight (berat yang tidak ditopang per) sehingga respon kemudi dan kenyamanan meningkat.

Suspensi adaptif bekerja menggunakan katup elektromagnetik untuk mengatur gaya redaman di setiap roda secara mandiri dan terus menerus (stepless) menyesuaikan kondisi jalan dan input gaya mengemudi (Road, Sport & Track).
Suspensi ini juga dirancang khusus untuk meminimalkan pergerakan bodi dan roda dengan meningkatkan traksi terutama saat menikung tajam. Masih kurang? BMW menyediakan opsi M Performance Height Adjustable Suspension yang memungkinkan pengemudi menurunkan ketinggian mobil antara 5 - 20mm dengan tetap mempertahankan fungsi Adaptive M untuk meningkatkan aspek stabiitas dan pengendalian.
Rasa Berkendara

Dengan ground clearance hanya 123 mm, masuk ke kabinnya perlu trik. Buka pintu, dengan kedua kaki di luar, duduklah dulu baru angkat masuk kedua kaki.Ini kiat naik sportscar tulen. Sebelum bicara kenyamanan, set mindset dulu bahwa mobil ini fokus pada performa tinggi, handling presisi, dan konektivitas modern.
Joknya keren, Carbon Bucket M berlapis kulit dengan aksen BMW M Stripes, material serat karbon yang digunakan membuat bobotnya enteng, desainnya dibentuk untuk dukungan maksimal saat berkendara dinamis. Sementara jok belakang, meski berbalut kulit duduk di situ tidak nyaman.
Legroom sempit dengan headroom sangat terbatas. Untuk penumpang dengan postur di atas 175 cm seperti OTOPLUS ONLINE dijamin kepala akan menggesek headliner.
Begitu dihidupkan, suara menggugah mesin 6 silinder segaris yang mendentum rendah dan stabil sungguh menggoda. Tetapi begitu digas, suaranya menderu tajam dan kering.
M2 Coupe dilengkapi exhaust manifold dengan saluran kembar untuk respons turbo yang lebih cepat dan efisien. Sistem gas buangnya juga dibekali M Sport Exhaust System dengan empat laras moncong knalpot yang suaranya dapat diubah oleh keberadaan electric flap, katup yang digerakkan secara elektrik dengan menekan tombol yang ada di konsol tengah.
Meski bertransmisi otomatis, teknologi M Steptronic 8-percepatan dengan dengan Drivelogic memungkinkan perpindahan gigi yang sangat cepat. 0-100 km/jam tuntas hanya dalam 4,2 detk sementara kecepatan tertinggi yang sempat kami torehkan āhanyaā 190 km/jam dari klaim 250 km/jam (dibatasi secara elektronik).

Soal konsumsi, dari pengetesan kami sejauh 215 kilometer (city driving & urban road), untuk rute dalam kota Surabaya BBM BMW M2 CoupƩ (G87) mencatatkan angka konsumsi 7,6 km/liter (menurut MID). Di jalan bebas hambatan, berkisar 10,8-11,2 km/liter. Sementara kapasitas tangki bahan bakarnya adalah 52liter.
Karakter redaman suspensi terasa kaku untuk pemakaian harian di jalanan perkotaan apalagi Ketika menjumpai permukaan jalan bergelombang. Pastinya harus ekstra hati-hati Ketika melewati speed trap (polisi tidur) yang bertebaran di kompleks perumahan mengingat ground clearance-nya hanya 123 mm.
Itu semua terbayar oleh kemampuan pengendaliannya. Mengandalkan gerak roda belakang, G87 menyuguhkan karakteristik berkendara khas BMW M yang lincah, stabil dan mudah dikendalikan. Kemampuan itu ditunjang oeh distribusi bobot 50:50, dan disempurnakan dengan suntikan teknologi Active M Differential dan suspensi adaptif M.

Untuk mengawal performa gilanya, BMW melengkapi M2 Coupe dengan rem cakram ventilasi di semua roda. Roda depan dikawal kaliper fixed 6 piston dan roda belakang kaliper floating 4 piston tentunya dengan imbuhan ABS dan EBD. Sistem rem ini memungkinkan compact sports car ini berhenti hanya dalam jarak 31 meter untuk deselerasi 100-0 km/jam. Dimana rata-rata mobil normal kemampuannya 39 - 47 meter.

Kombinasi performa tinggi, desain agresif, dan warisan motorsport yang kental menjadikannya M2 Coupe sebagai salah satu mobil sport kompak paling menyenangkan di kelasnya.
Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto




Komentar