Final Aspira Premio Drag Series (ADS) 2026 - Sirkuit GBT Surabaya: IMI Jatim Wajibkan Start Dua Pembalap Bersamaan Mulai 2027!

Organizer yang tidak mampu menjalankan ketentuan start dua pembalap bersamaan mulai 2027 terancam blacklist!

OTOPLUS-ONLINE I Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Timur, Bambang āKaptenā Haribowo, menegaskan akan menyiapkan regulasi yang mewajibkan seluruh penyelenggara balap drag bike memberangkatkan dua pembalap di Line A dan Line B secara bersamaan mulai 2027.
Organizer yang tidak mampu menjalankan ketentuan tersebut terancam masuk daftar hitam atau blacklist.
Baca juga: Jelang Final Aspira Premio Drag Series (ADS) 2026 Sirkuit GBT Surabaya: Ajang Persiapan Porprov 2027
Wacana ini mengemuka di sela pelaksanaan Final Aspira Premio Drag Series (ADS) 2026 ā Final Jawa Drag Bike Night Race di Sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (25/10/2026).

Bambang menilai kebiasaan memberangkatkan pembalap satu per satu yang belakangan semakin sering diterapkan telah mengurangi esensi kompetisi drag bike. Padahal, balapan seharusnya mempertemukan minimal dua pembalap untuk bersaing secara langsung.

āSebetulnya bukan alasan. Itu satu kewajiban lomba. Kalau satu-satu, itu bukan lomba namanya. Namanya kompetisi, harus ada lawannya,ā tegas Bambang kepada OTOPLUS-ONLINE.
Menurutnya, kebiasaan start bergantian mulai marak pada 2026. Sejumlah penyelenggara memilih mengakomodasi permintaan pembalap yang merasa terganggu oleh keberadaan lawan di jalur sebelah saat berkonsentrasi menjaga putaran mesin atau RPM.
Padahal, menurut Bambang, kebiasaan tersebut berisiko menghilangkan daya tarik balapan di mata penonton karena tidak lagi menampilkan persaingan langsung antarpembalap.

Karena itu, IMI Jatim berencana menjadikan start bersamaan sebagai kewajiban bagi penyelenggara, bukan sekadar pilihan yang bisa dinegosiasikan dengan peserta.
āMulai 2027 wajib dua. Wajib start dua, harus dua. Tidak boleh satu. Kalau tidak bisa melaksanakan, blacklist penyelenggaranya,ā tandasnya.
Pembalap Setuju, Asalkan...

Wacana tersebut mendapat respons positif dari pembalap Adit Setiawan, yang dikenal dengan panggilan Adit Coco. Ia tidak keberatan jika start dua pembalap secara bersamaan diwajibkan, tetapi mengingatkan pentingnya memperhatikan kelas yang dipertandingkan.
Menurut Adit, pembalap yang turun di kedua jalur idealnya berasal dari kelas dengan karakter mesin yang sebanding. Pasalnya, perbedaan karakter mesin dapat membuat suara motor lawan mengganggu konsentrasi ketika pembalap berusaha menjaga RPM.
āYa, enggak apa-apa, setuju. Tapi jangan di-overall begitu saja Maksudnya jangan asal campur, misal kelas Ninja frame standar (mesin 2-tak) dicampur dengan kelas bracket (mesin 4 tak). Kasihan nanti pembalap dua tak kesulitan mendengarkan RPM mesinnya karena tertutup suara mesin 4-tak," jelas Adit.
Ia juga mengakui start bersamaan bisa membuat pelaksanaan lomba lebih cepat. Namun, tekanan untuk meraih kemenangan membuat sebagian pembalap merasa lebih nyaman ketika mendapat kesempatan start sendirian.

Sementara itu, pembalap Raka Komang menilai kondisi permukaan lintasan menjadi faktor penting dalam penerapan start bersamaan.
āKalau aspalnya memadai, sama-sama enak, pasti enggak mungkin mau pilih-pilih. Pasti bisa start dua-dua,ā ungkapnya.

Menurut Raka, persoalan muncul ketika kualitas permukaan Line A dan Line B berbeda. Terutama di lintasan nonpermanen, pembalap kelas open yang mengejar catatan waktu tentu mempertimbangkan kondisi aspal yang akan dilalui.
Ia menilai Sirkuit GBT dapat menjadi contoh lintasan dengan kondisi yang mendukung pelaksanaan start dua pembalap secara bersamaan. Selain kesetaraan permukaan, aspek keselamatan juga perlu menjadi perhatian penyelenggara.

Pada kesempatan ini, OTOPLUS-ONLINE juga bertanya kepada Ahmad Mauladi alias Aldi, pemilik tim AA Boss 99 X JMG Racing asal Jawa Barat. Bagaimana aturan start drag bike di sana?
Berdasarkan pengalamannya mengikuti kompetisi drag bike di Jawa Barat, start dua pembalap secara bersamaan sudah menjadi praktik yang lazim.
"Menurut saya memang pembalap perlu kembali terbiasa berkompetisi secara langsung, selama kondisi lintasan memungkinkan," tuturnya

Dengan rencana regulasi start drag bike ini, IMI Jatim ingin mengembalikan karakter drag bike sebagai olahraga balap yang menghadirkan persaingan langsung, sekaligus menjaga daya tarik tontonan.
Tantangannya, penerapan aturan tersebut tetap membutuhkan kesiapan organizer dalam menyediakan lintasan yang layak, aman, dan setara di kedua jalur.
Dengan begitu, kewajiban start bersamaan tidak hanya menjadi penegasan soal format lomba, tetapi juga diikuti standar penyelenggaraan yang mendukung keselamatan dan fairplay.
Teks dan Foto: Indramawan



