• Editor

Headlamp Berembun Berpotensi Sebabkan Korsleting

“Tindakan preventif yang bisa dilakukan adalah menghindari penyemprotan air bertekanan di sekitar headlamp. Apalagi nekat menerobos banjir, terutama mobil-mobil rendah macam sedan.” (Samsudin, Technical National PT Astra International - Peugeot).

Pengembunan juga dapat terjadi di mobil baru!


OTOPLUS-ONLINE I Pernah mendapati bagian dalam lampu depan mobil kalian berembun? “Munculnya embun di dalam lampu biasanya terjadi ketika cuaca sedang hujan, atau setelah mobil keluar dari tempat pecucian. Hal itu terjadi karena perbedaan suhu antara ruang di dalam rumah lampu dan suhu lingkungan,” ucap Samsudin, Technical National PT Astra International - Peugeot.


Hal itu terjadi karena partikel uap air ada dimana-mana, termasuk di dalam headlamp. Meski dalam kuantitas yang sedikit, saat terkena panas dari nyala lampu sementara suhu udara luar lebih dingin, maka embun dapat terbentuk. Kondisi ini bisa terjadi tak hanya di mobil lama, mobil yang baru keluar dari showroom pun dapat mengalaminya. Selama embun tipis tidak masalah toh headlamp mustahil dibuat hampa udara.


Namun jika embun sampai membentuk bintik-bintik air artinya kuantitas uap air yang ada di dalam headlamp berlebihan, bisa jadi ada kebocoran yang tak hanya gak sedap dipandang tapi juga berpotensi menyebabkan hubungan pendek alias korsleting.


Kebocoran dapat disebabkan akibat sealant yang jadi perekat antara mika dan rumah lampu bocor. Hal ini bisa disebabkan oleh usia plastik yang menua sehingga mulai getas termakan usia. Jadi kemungkinan air menyusup masuk kian besar. Air juga bisa masuk ke dalam headlamp ketika mobil dipaksa menerjang banjir hingga menyentuh headlamp. Akibatnya air merangsek masuk melalui lubang ventilasi atau karet sil pelindung rumah bohlam (fiting lampu).

Hati-hati menyemprotkan air bertekanan di sekitar headlamp, khususnya di area sekitar fiting bohlam


Kalau dibiarkan bersemayam di dalam headlamp, embun bakal sering muncul. Mengatasinya, mau tidak mau lampu harus dibongkar untuk membuang air sekaligus membersihkannya. Perbarui sealant agar air tak lagi merangsek masuk dan menyebabkan kebocoran.


“Tindakan preventif yang bisa dilakukan adalah menghindari penyemprotan air bertekanan di sekitar headlamp. Apalagi nekat menerobos banjir, terutama mobil-mobil rendah macam sedan,” tukas Samsudin.

Teks & Foto: Nugroho Sakri Yunarto