Hyundai Venue Ini Oke Tapi Kenapa Tidak Laku?
- Editor

- 46 menit yang lalu
- 5 menit membaca
Hasil test drive Hyundai Venue sejauh 350 kilometer melewati rute city driving dan urban road.

OTOPLUS ONLINE I Hyundai Venue secara resmi diperkenalkan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 pada tanggal 13 Februari 2025. Model ini dihadirkan untuk melengkapi line-up SUV Hyundai dengan diposisikan di bawah Creta.
Hyundai Venue bermain di segmen small SUV atau sub compact SUV lain seperti Toyota Raize, Daihatsu Rocky, Honda WR-V, Chery Tiggo Cross, Suzuki Fronx dan Wuling Alvez dengan menawarkan keunggulan utamanya pada sektor performa dan fitur safety.

Dari price list yang dilansir PT Sun Mega Motor (Hyundai Gubeng), authorized Hyundai dealer di Raya Sulawesi 33-37, Surabaya, Hyundai Venue Prime T-GDi dipasarkan dengan harga OTR Rp 343.800.000.
Hyundai Venue ditawarkan dalam 6 pilihan warna. Empat warna solid; Abys Black Pearl, Atlas White, Titan Grey Metallic dan Fiery Red Pearl seperti unit tes kami ini serta dua warna dual tone; Fiery Red Pearl-Black dan Atlas White-Black.

Untuk mengetahui secara detail fitur, performa, kepraktisan dan karakter berkendaranya, kami ajak sub compact SUV yang dibuat di India ini jalan-jalan sejauh 350 kilometer melewati rute city driving dan urban road.
Berikut ulasannya.
Performa Unggul dari Mayoritas Kompetitor

Hyundai Venue dibekali mesin 3 silinder berkode Kappa1.0 T-GDi dengan kapasitas bersih 998 cc yang dapat menghasilkan tenaga puncak 120 PS atau 118 DK/6.000 rpm dengan torsi 172 Nm/1.500-4.000 rpm.
Angka ini unggul dibandingkan pesaingnya seperti Toyota Raize (97 DK), Daihatsu Rocky (88 DK), Wuling Alvez (105 DK), Chery Tiggo Cross (114 DK), Suzuki Fronx (104 DK) dan hanya kalah sedikit dari Honda WR-V (119 DK) sementara untuk torsi, Venue unggul telak dari semua pesaingnya.
Hyundai membekali Venue dengan tiga mode berkendara, Eco, Comfort dan Sport sehingga pengguna dapat menyesuaikan dengan kebutuhannya.
Output mesin lantas disalurkan ke roda depan dengan perantara transmisi tipe DCT (Dual-Clutch Transmission.

Seperti sudah karakter transmisi kopling ganda, pada putaran rendah, gejala perpindahan gigi yang gagap kadang muncul juga di Venue. Gejala itu muncul saat merayap di kemacetan lalu lintas seolah bingung mau memosisikan di gigi 1 atau 2.
Namun di lalu lintas yang lancar, transmisi bekerja menghasilkan akselerasi yang mulus dan cepat sehingga terasa menyenangkan lantaran feel-nya responsif dan akomodatif.
Unit tes ini dapat berakselerasi 0-100 km/jam bisa tuntas dalam 11,5 detik sementara top speednya mentok di 170 km/jam
Dimensi Kompak, Kabin Tetap Lega

Meskipun dimensinya kompak dengan panjang 3.995 mm, lebar 1.770 mm dan tinggi 1.617 mm, ruang kabin cukup nyaman diisi 5 orang penumpang dewasa dengan ruang kepala dan kaki yang memadai.
Ruang di baris kedua antara sandaran jok depan dan jok belakang bahkan menyuguhkan ruang sepanjang 1.040 mm.

Jarak sumbu roda sejauh 2.500 mm merupakan salah satu faktor pendukung yang memungkinkan ruang kabin dapat dimaksimalkan.

Venue dibekali instrument meter berupa layer LCD TFT 4,2 inci untuk akses informasi buat pengemudi.

Sebagai pusat hiburan seluruh penumpang sebuah layar sentuh 8 inci yang terlihat mini untuk ukuran saat ini disematkan. Infotainment ini punya konektivitas ke smartphone melalui aplikasi Apple CarPlay dan Android Auto.

Untuk mendukung kenyamanan sepanjang perjalanan, compact SUV ini juga dilengkapi AC digital dengan kenop putar yang mudah dioperasikan, empat port USB tipe A dan C juga sunroof yang memberikan kesan kabin lebih lapang dan mewah.
Minusnya material interior yang didominasi plastic keras dengan jok berlapis kombinasi artificial leather- fabric bermotif terkesan minimalis dan fungsional. Desainnya pun terkesan tidak spesial, jauh dari kesan mewah.
Fitur Keamanan Advance

Untuk keamanan, selain struktur bodi yang menggunakan material baja berkekuatan tinggi, Hyundai melengkapi Venue dengan fitur keselamatan komprehensif, termasuk Hyundai Smart Sense, sistem keselamatan aktif yang mencakup Forward Collision-Avoidance Assist (FCA) atau rem otomatis, Lane Keeping Assist (LKA), dan Blind-spot Collision Warning (BCW).
Fitur keselamatan aktif itu menunjang sistem keselamatan pasif berupa 6 airbag yang memberikan perlindungan menyeluruh bagi pengemudi dan penumpang di bagian depan, samping, dan tirai.
Electronic Stability Control (ESC) untuk menjaga keseimbangan saat melaju di jalan licin, Hill-start Assist Control (HAC) yang mencegah mobil meluncur mundur di tanjakan serta ABS dengan EBD. SUV ini juga menawarkan teknologi canggih seperti Rear-view Camera dengan panduan parkir dan sistem pengereman otomatis.
Rasa Berkendara

Duduk di jok pengemudi meski dimensinya ngepas untuk mereka yang berpostur di atas 175 cm namun terasa ergonomis dengan tatakan jok yang dibuat sedikit mendongak serta layout konsol tengah yang sedikit offset ke arah pengemudi untuk menciptakan ruang kaki yang lebih leluasa.

Setirnya dilengkapi setelan rake dan reach dengan rentang penyetelan cukup jauh yang memungkinkan pengemudi mendapatkan posisi mengemudi paling ideal.
Tidak ada klaster tombol yang nganggur di mobil ini, sebagai varian tertinggi semua fitur yang ada untuk Venue dibenamkan oleh Hyundai.
Enaknya, lantaran dimensinya kompak dan fisikal, semua tombol mudah dijangkau dan dioperasikan, gak kagok seperti mengoperasikan center screen raksasa di mobil-mobil listrik saat ini.

Dengan ukuran bodi yang sedikit lebih kecil dari Hyundai Creta, membuat Venue sangat lincah untuk bermanuver di jalan sempit atau parkir di ruang terbatas. Asyiknya mobil ini juga menyenangkan diajak ngebut.

Karakter suspensi terasa firm namun tidak kaku serta menyodorkan stabilitas berkendara yang baik pada kecepatan tinggi dan jalanan berliku di daerah pegunungan.
Kenapa Jarang Terlihat di Jalan?

Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, pertanyaannya setelah setahun diluncurkan kenapa jarang terlihat seliweran di jalan? Menilik data wholesales yang dikeluarkan GAIKINDO, pada periode Januari-Maret 2026, Venue hanya terjual 3 unit!
Analisa kami ada dua sebab. Pertama, harga. Dengan harga Rp 343,8 juta konsumen punya banyak pilihan lain yang lebih baik dan menarik. Di kisaran harga itu ada juga piihan mobil listrik dan hybrid yang lebih modern desainnya dan lebih efisien konsumsi energinya.
Dari pricing terkesan Hyundai Indonesia tidak serius menggarap segmen pasar sub compact SUV dan menjadikan Venue hanya sebagai pelengkap lini SUV.
Kedua, desain. Aura mobil India. Tampak depan kesan itu mendominasi apalagi dengan imbuhan aksen krom di door handle. Mobil asal India kurang disukai konsumen Indonesia.
Anyway di luar dua hal itu plus tidak terlalu memeduilikan resale value, Hyundai Venue jelas pilihan yang layak dipertimbangkan. Mesinnya powerfull, transmisinya tanggap, punya aspek fun to drive dari ergonomi dan posisi berkendara serta karakter pengendalian dan suspensi juga tampil beda di jalanan.
Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto




Komentar