• Editor

Mengenal Transmisi AGS Suzuki Ignis yang Dikembangkan Bersama Ferrari (1)


Kami mengajak Ignis GX AGS ini ke Arc de Triomphe van Java alias Simpang Gumul, Kediri untuk mengetahui efek aplikasi transmisi AGS pada performa dan efisiensi bahan bakar.


Suzuki Ignis hadir dengan dua pilihan transmisi, yakni manual murni (M/T), dan manual yang diotomatiskan (Automated Manual Transmission) atau Suzuki menyebutnya Auto Gear Shift (AGS).

Uji coba dilakukan di dalam dan luar kota.


Kali ini OTOPLUS-ONLINE akan berbagi impresi mengenai bagaimana karakter, rasa berkendara dan efek aplikasi transmisi AGS pada performa dan efisiensi bahan bakar dari mini crossover Suzuki ini saat dipakai untuk beraktivitas baik sehari-hari dan melakukan perjalanan ke luar kota.


Selanjutnya, nantikan juga impresi berkendara Suzuki Ignis secara keseluruhan yang akan dikupas tuntas oleh OTOPLUS-ONLINE.

Apakah itu Auto Gear Shift?

Pertama kita kenali dulu tentang apa sih AGS itu? Seperti disinggung di awal, transmisi ini sejatinya merupakan transmisi manual yang di-matikkan. Dikenal juga sebagai transmisi manual tanpa kopling atau semi-otomatis, atau otomatis yang didasarkan pada bagian dalam mekanis dari transmisi manual. Ide untuk membuat transmisi manual menjadi otomatis sebenarnya sudah ada sejak tahun 1940.

Transmisi ini dapat fully automatic dan dapat pula dioperasikan secara manual. Tentunya tanpa perlu menekan pedal kopling.


Idenya sederhana, sebatas menghilangkan pedal kopling, sehingga pengemudi tak lagi perlu mengoperasikan pedal kopling saat melakukan perpindahan gigi. Penggunaan Automated Manual Transmission semakin meningkat pada pertengahan 1990-an dengan teknologi yang semakin berkembang dimana gigi-gigi transmisi dapat berpindah otomatis layaknya transmisi otomatis sesungguhnya.

Kopling absen, hanya ada pedal gas dan rem.


Mengapa produsen mengembangkan transmisi ini? Karena aslinya transmisi manual, maka dimensi dan bobotnya tidak seberat transmisi otomatis murni. Komponen-komponennya pun lebih sederhana seperti umumnya transmisi manual. Untuk biaya perawatan pun bisa ditekan karena tidak memerlukan oli transmisi jenis ATF yang harga per liternya lebih mahal dibandingkan oli transmisi manual. Artinya dari sisi maintenance transmisi AMT/AGS lebih efisien sehingga tak heran kalau transmisi ini menjadi alternatif daripada transmisi otomatis hidrolik konvensional yang masih mengandalkan torque converter.


Transmisi AGS milik Ignis berlabel Magnetti Marelli. Transmisi ini dikembangkan oleh Fiat S.p.A. Beberapa perusahaan yang dimiliki oleh Fiat S.p.A. seperti Ferrari, Alfa Romeo, Maserati dan Fiat sendiri berkontribusi dalam pengembangan teknologi transmisi manual-otomatis ini.

Cara Kerja

Transmisi AGS di Ignis dapat berfungsi sepenuhnya otomatis dengan mengontrol operasi kopling dan perpindahan gigi, tanpa memerlukan masukan pengemudi untuk pergantian gigi. Transmisi ini dapat dioperasikan secara semi-otomatis atau otomatis sepenuhnya.

AGS Actuator Assy, di generasi awal sempat bermasalah namun cepat ditangani oleh PT Suzuki Indomobil Sales dengan melakukan penggantian secara utuh pada unit yang bermasalah. Mau tahu harganya? Rp 29 juta!


Suzuki menanam aktuator elektro-mekanis assy sebagai penggerak kopling sekaligus pemindah gigi. Perpindahan gigi, aktuasi kopling, pengaturan waktu perpindahan gigi, dan pencocokan putaran semuanya di bawah kendali otomatis melalui sensor elektronik, komputer, dan aktuator.

Dimensi transmisi manual ringkas, tidak menambah bobot yang justru akan mengurangi efisiensi bahan bakar.


Prinsip kerjanya ketika memindahkan gigi, pengemudi memilih gigi yang diinginkan dengan tuas pemindah transmisi, sensor elektronik yang dikontrol servo dan aktuator yang terhubung ke TCU (Transmission Control Unit) akan secara otomatis mengoperasikan kopling dan throttle untuk menyesuaikan putaran dan untuk mengaktifkan kembali kopling dalam hitungan milidetik . Torsi dan transfer tenaga ke roda penggerak juga akan dikontrol secara elektronik.


Nah untuk mengetahui efek aplikasi transmisi AGS pada performa dan efisiensi bahan bakar baik di dalam maupun di luar kota, nantikan pada ulasan berikutnya.

Teks & Foto: Nugroho Sakri Yunarto

S U B S C R I B E

© 2019 - 2020 otoplus-online