• Editor

Merawat Sunroof dan Panoramic Roof Ternyata Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

Jika mobil secara rutin terparkir di area terbuka yang terjemur sinar matahari secara langsung, salah satu piranti yang paling rawan terdampak adalah sunroof dan panoramic roof.

Sunroof, moonroof, panoramic roof atau panoramic glassroof merupakan fitur yang jamak tersemat di mobil-mobil premium, meski belakangan ada juga hatchback bahkan city car yang sudah mengadopsinya. Di Indonesia, yang beriklim tropis, berdebu dan hanya punya dua musim, fitur ini sebenarnya kurang bermanfaat. 


Berbeda dengan kondisi di negara-negara dengan 4 musim. Ketika musim gugur dan dingin ketika sinar matahari jarang terlihat, kehadiran permukaan kaca di atap akan menambah sinar masuk ke kabin sehingga mengurangi suasana redup. 

Di Indonesia, fitur sunroof lebih ke arah prestige ketimbang fungsi.


Saat memasuki musim semi saat suhu udara masih sejuk sepanjang 3 bulan, sunroof biasanya dibuka untuk mengalirkan udara segar ke dalam kabin. Praktis hanya sekitar 3 bulan sinar matahari terik dialami negara-negara dengan 4 musim. Nah, di Indonesia, fungsinya lebih ke arah prestige ketimbang fungsi seperti itu.

SUV Premium Peugeot 3008 mengadopsi panoramic glassroof.


Fitur ini sudah diadopsi SUV Premium Peugeot seri 3008 dan 5008 tipe GT Line dan Allure Plus. Fitur Panoramic Sunroof yang disematkan pada kedua model tersebut memberikan kesan mewah dan membuat ruang kabin menjadi terasa lebih lapang.


Kondisi iklim tropis Tanah Air yang panas dan lembab memberi beberapa dampak pada kendaraan, apalagi jika mobil secara rutin terparkir di area terbuka yang terjemur sinar matahari secara langsung. Salah satu piranti yang paling rawan terdampak adalah sunroof dan panoramic roof.

Karet di bingkai sunroof/panoramic roof dapat menjadi keras akibat sering terjemur sinar matahari secara langsung terus menerus.


Jika sering terkena paparan sinar matahari secara langsung dan terus menerus, karet di sekitar bingkai sunroof atau panoramic roof dapat menjadi keras. Akibatnya, lama kelamaan proses buka tutup kaca dapat menjadi tersendat dan menjadi kurang rapat dalam menutup sunroof tersebut. Saat hujan, karena tidak rapat potensi bocor dapat terjadi.

Harus dimaklumi, komponen mekanisme buka tutup akan memiliki usia pakai.


Sunroof dan panoramic sunroof pada dasarnya didesain tahan lama atau sesuai dengan umur mobil. Akan tetapi untuk perlakuan yang kurang tepat dari pemilik mobil sendiri,terkadang dapat mengganggu fungsi sunroof tersebut.


Untuk memperpanjang usia pakainya, penting untuk menjaga perlakuan pada fitur tersebut dan merawatnya secara rutin. Perawatan rutin juga dapat mencegah terjadinya kerusakan seperti kebocoran. “Pemilik mobil ber-sunroof tidak harus melakukannya di bengkel resmi. Cukup lakukan pengecekan dan pembersihan secara rutin di rumah, setidaknya sebulan sekali,” tutur Rafi’i Sinurat, Kepala Bengkel Astra Peugeot cabang Cilandak.

Rubber & nylon lubricant, cairan ini menjaga elastisitas material karet dan nylon bisa didapatkan dengan mudah di toko-toko online.


Dari pengalaman OTOPLUS-ONLINE dengan mobil ber-sunroof, usai dibersihkan semprotkan rubber and nylon lubricant pada permukaan karet biarkan sesaat lalu keringkan dengan lap. Langkah ini akan membuat elastisitas atau kelenturan karet terjaga dan usia pakainya lebih panjang. 


Untuk perlakuannya, upayakan memarkir mobil ber-sunroof di tempat teduh atau tidak terkena sinar matahari secara langsung. Hal ini untuk menjaga agar komponen karet tetap terjaga  kelenturannya sesuai umur pakai kendaraan.

Teks & Foto: Nugroho Sakri Yunarto