• Editor

Mitsubishi Lakukan Studi Pengembangan Minicab MiEV, Kendaraan Listrik Niaga di Thailand

Sebagai kendaraan listrik niaga, Minicab-MiEV telah memiliki rekam jejak dan kredibilitas selama 10 tahun atau sejak diluncurkan pertama kali di Jepang pada 24 November 2011, namun masih dibutuhkan eksperimen lebih banyak lagi untuk pemakaian di negara lain, seperti Thailand.

Minicab MiEV (Mitsubishi Innovative Electric Vehicle) telah dipasarkan selama 10 tahun di pasar Jepang dengan harga waktu itu mulai di kisaran 2.400.000 Yen atau sekitar Rp316 juta


OTOPLUS-ONLINE I Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mengumumkan bahwa Mitsubishi Motors Thailand Co., Ltd. (MMTh), anak perusahaan MMC di Thailand, telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada 9 Juni dengan Eternity Grand Logistics Public Co., Ltd. (Eternity) , sebuah perusahaan logistik dari Hitachi Transport System Group.


Penandatanganan ini dilakukan terkait studi percontohan tentang kelayakan komersial kendaraan listrik kompak (EV) di Thailand.


Baca juga: Mitsubishi New Outlander PHEV Dibanderol Harga Rp 1,2 - 1,3 Miliar


Berdasarkan ketentuan pada MoU ini, Mitsubishi Motors Thailand akan menyediakan satu unit Mitsubishi Minicab MiEV, yakni sebuah kendaraan listrik (Electric Vehicle) komersial kompak yang sekarang dijual di Jepang, untuk penelitian.

Dalam studi ini, Minicab MiEV digunakan sebagai kendaraan logistik sehari-hari di Eternity, yakni sebuah perusahaan logistik dari Hitachi Transport System Group.


Selanjutnya, Eternity akan menggunakan kendaraan tersebut selama satu tahun dalam operasi logistiknya.

Dalam kurun waktu pengoperasian unit Mitsubishi Minicab MiEV inilah studi ini dilakukan, dengan tujuan memahami dan mengeksplorasi pemakaian kendaraan listrik niaga ini dalam hal memverifikasi data penggunaan aktual termasuk jarak tempuh, riwayat pengisian daya, dan rute.


"Studi ini akan memungkinkan kami untuk mengeksplorasi peluang menerapkan kendaraan listrik untuk pemakaian komersial," kata Eiichi Koito, Presiden dan CEO Mitsubishi Motors Thailand melalui press release tanggal 15 Juli 2021 kemarin.


Baca juga: Akankah Mitsubishi Xpander Hybrid Segera Meluncur ke Indonesia?


"Ini adalah bagian dari Paket Rencana Lingkungan Baru kami, dan berkontribusi pada inisiatif elektrifikasi Pemerintah Thailand. Melalui studi ini, kami akan mencari cara untuk membentuk lingkungan untuk kendaraan listrik."


Sementara itu, Ryuichi Honda, CEO of Asia Region of Hitachi Transport System (HQ) dan chairman of Eternity mengatakan, "Sebagai salah satu pemain terkemuka di industri logistik, kami memiliki tanggung jawab untuk mengurangi jejak karbon sekaligus memangkas biaya operasional. bangga dapat bermitra dengan salah satu perusahaan otomotif terkemuka, Mitsubishi Motors, yang memiliki teknologi canggih dan kemampuan untuk memproduksi kendaraan listrik berteknologi tinggi."


Baca juga: Revisi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk Kendaraan Listrik dan Hibrida


"Studi ini akan memungkinkan kami untuk memahami dan memperoleh informasi lebih lanjut tentang potensi pengenalan kendaraan listrik ke dalam operasi kami. Hal ini sejalan dengan tujuan kami untuk menjadi warga korporat yang bertanggung jawab di garis depan keberlanjutan industri dan lingkungan."

Menggunakan baterai 10.5 kWh mampu tempuh jarak 100 km dalam sekali charge, sementara untuk versi baterai 16.0 kWh bisa tempuh jarak hingga 150 km


MMC berencana untuk mengembangkan Minicab-MiEV, yang telah memiliki rekam jejak dan kredibilitas selama 10 tahun sejak diluncurkan di Jepang, melalui lebih banyak eksperimen di luar negeri, sehingga berkontribusi untuk membangun masyarakat yang sadar lingkungan bersama dengan perusahaan di berbagai industri.


Teks: Indramawan

Foto: Mitsubishi Motors