Mobil Eropa Nyaman Buat Perjalanan Jauh, Mitos Atau Fakta?
- Editor

- 53 menit yang lalu
- 3 menit membaca
Fakta mengatakan dalam mendesain mobil, pabrikan akan menyesuaikan, di mana kendaraan itu mayoritas akan dipasarkan.

OTOPLUS-ONLINE I Selain kondisi fisik pengemudi, ada banyak faktor yang menyebabkan munculnya rasa lelah saat mengemudi, terutama saat melakukan perjalanan jauh.
Salah satunya, faktor kendaraan. Untuk dipahami, faktanya dalam mendesain mobil, pabrikan akan menyesuaikan dimana kendaraan itu mayoritas akan dipasarkan.
Peugeot misalnya, sebagai brand asal Eropa, mobil asal Prancis ini diciptakan untuk menaklukkan perjalanan panjang sesuai dengan kebiasaan masyarakat Eropa umumnya yang suka melakukan trip berkeliling Eropa khususnya saat liburan musim panas tiba.
Hal itu dimungkinkan lantaran jaringan jalan tol di negara-negara Eropa telah sepenuhnya terhubung.
Beda karakter dengan mobil asal Jepang misalnya yang terasa lebih pas digunakan di perkotaan dengan kondisi stop and go.
Pada perjalanan panjang, ergonomi kabin, karakter suspensi, tingkat kebisingan (Noise-Vibration-Harness), hingga stabilitas kendaraan berperan besar dalam menentukan kenyamanan perjalanan.
Rafii Sinurat, Head of After Sales Astra Peugeot menjelaskan, āKenyamanan berkendara tidak hanya ditentukan oleh empuknya suspensi, melainkan hasil perpaduan dari berbagai aspek rekayasa kendaraan yang dirancang untuk mengurangi beban fisik maupun mental pengemudi. Dengan pengemudi bisa tetap nyaman dan fokus, bahkan setelah perjalanan yang panjang.ā

Desain ergonomi kabin seperti posisi duduk, sudut sandaran jok, letak dan jarak antar pedal, hingga desain kemudi dirancang teliti dan penuh perhitungan agar tubuh berada pada posisi yang alami.
Dengan demikian, otot punggung, bahu, dan kaki tidak menerima beban berlebihan meski mengemudikan kendaraan selama berjam-jam. Jadi mobil eropa itu umumnya nyaman bukanlah mitos tapi memang fakta.

Selain itu, konstruksi dan karakter suspensi Peugeot juga dikenal mampu meredam getaran jalan dengan baik tanpa mengorbankan kestabilan kendaraan.
Getaran yang diterima tubuh menjadi lebih minim sehingga pengemudi maupun penumpang tidak mudah mengalami kelelahan.

Tidak kalah penting adalah tingkat kesenyapan kabin. Suara mesin, putaran ban, maupun hembusan angin yang berhasil diredam dengan baik membuat suasana di dalam kabin lebih tenang.
Kondisi ini membantu mengurangi beban kerja otak dalam memproses gangguan suara, sehingga konsentrasi pengemudi tetap terjaga selama perjalanan.
Pada kecepatan tinggi di jalan tol, kestabilan kendaraan juga menjadi faktor penting. Konstruksi sasis yang kokoh, distribusi bobot yang seimbang, serta sistem kemudi yang presisi membuat Peugeot tetap stabil dan minim koreksi arah.
Karakter inilah yang berkontribusi mengurangi kelelahan pengemudi ketika menempuh perjalanan antarkota.

Model-model Peugeot terbaru juga telah dibekali berbagai teknologi pendukung berkendara, seperti Adaptive Cruise Control, Lane Keep Assist, dan beragam fitur keselamatan aktif lainnya yang membantu mengurangi beban kerja pengemudi tanpa mengurangi kewaspadaan selama berkendara.
Agar kenyamanan tersebut hanya dapat dirasakan secara optimal maka kondisi kendaraan harus selalu dijaga. Ritual rutin seperti pengecekan tekanan angin ban, keselarasan roda-roda (wheel alignment) hingga kondisi dan volume oli mesin harus perlu rutin dijadwalkan agar karakter berkendara Peugeot tetap sesuai dengan standar pabrikan.
Mencegah lebih baik daripada mengobati, slogan itu agaknya pas diterapkan pada perawatan kendaraan. Di bengkel Resmi Astra Peugeot, setiap kendaraan akan diperiksa secara menyeluruh oleh teknisi berpengalaman bersertifikat menggunakan peralatan diagnostik sesuai standar pabrikan.
Pemeriksaan meliputi sistem pengereman, suspensi, kemudi, ban, baterai, cairan kendaraan, hingga mesin, serta didukung penggunaan suku cadang asli agar kualitas dan performa kendaraan tetap terjaga.
Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto




Komentar