• Editor

Moto Ladies Berjuang Ubah Stigma Perempuan Sein Kanan Belok Kiri

Salah satunya melalui simulator mobil balap, di Akademi Digital Motorsport Indonesia (ADMI).

Personel Moto Ladies mencoba simulator ADMI


OTOPLUS-ONLINE I Muda usia jelas tak menjadi kendala, turut serta dalam berbagi kepada sesama. Seperti komunitas Moto Ladies yang kendati baru berdiri sejak 2019, tetapi begitu bersemangat untuk menggelar kegiatan berbagi, berupa pembagian 100 makanan berbuka puasa. Kegiatan sosial itu dilakukan di sekitaran jalan Radio Dalam dan kawasan jalan Barito, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Membagikan makanan berbuka puasa kepada para pengguna jalan


Menurut Reza Proxy, Ketua Moto Ladies Jakarta, kegiatan berbagi 100 makanan ini merupakan kegiatan kedua selama bulan Ramadan. Karena sebelumnya Moto Ladies juga melaksanakan buka puasa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim, di wilayah Jakarta Selatan.


Selain kegiatan berbagi makanan untuk berbuka puasa, personel Moto Ladies juga mendapatkan kesempatan mencoba simulator mobil balap, di Akademi Digital Motorsport Indonesia (ADMI).


Baca juga: Honda Brio Community Baksos Serempak Untuk Indonesia 2021

Simulator ADMI sudah mengantongi sertifikasi FIA (atas), sehingga jadi salah satu sarana dalam melatih keselamatan berkendara (bawah)


ADMI sendiri merupakan akademi balap virtual, yang didukung oleh perangkat simulator balap terkini. Beralamatkan di jalan Radio 1 No. 13, Keramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ADMI sudah mengantongi sertifikasi dari Federasi Otomotif Internasional (FIA).


Baca juga: Lady Bikers Malang Gelar Baksos untuk Korban Gempa Malang di Momen Hari Kartini


Perlu diketahui, Moto Ladies merupakan grup pengguna motor dimana semua anggotanya merupakan para perempuan yang relatif terbiasa mengendarai motor besar (moge). Moto Ladies saat ini memiliki anggota aktif sekitar 30 orang, dari berbagai kalangan dan profesi.


Mengusung slogan ‘Gas Terus’, Moto Ladies ini berusaha merubah stigma kurang nyaman yang cenderung melekat di kalangan perempuan dalam berkendara roda dua. “Mulai dari stigma ‘perempuan mengendarai motor, sein ke kanan beloknya ke kiri’, sampai predikat perempuan ketika berkendara kurang mematuhi rambu-rambu di jalan raya,” ungkap Reza.


Baca juga: Trailveller Ramadhan Social Ride Sukses Ajak Komunitas Berdonasi Sambil Ikuti Time Rally

Moto Ladies berjuang menghapus stigma perempuan, sein kanan belok kiri


Sejumlah pergerakan yang dilakukan Moto Ladies untuk menghilangkan stigma tersebut antara lain dengan ikut serta menggaungkan program keselamatan berkendara, kepada pengendara motor perempuan. Serta memberikan dan meningkatkan pemahaman, tentang cara berkendara di jalan raya.


Teks: Setiawan AS

Foto: Moto Ladies