• Editor

Pabrik Peugeot Didirikan di Malaysia untuk Pastikan Kendaraan Tahan Iklim Tropis

Dari pengamatan OTOPLUS-ONLINE, produk Peugeot era 1982-2010 kerap mengalami masalah pada komponen plastik dan kabel.

OTOPLUS-ONLINE I Peugeot Global menggarap secara serius pasar Asia Tenggara. Stellantis sebagai Grup Prinsipal Global Peugeot membidik pasar ini dengan melakukan studi dalam beberapa tahun terakhir.


Keseriusan tersebut akhirnya diwujudkan dengan pembangunan pabrik di salah satu negara Asia Tenggara, Malaysia tepatnya berlokasi di Gurun, Kedah, Malaysia. Stellantis mendapatkan kepemilikan penuh atas NAZA Automotive Manufacturing Sdn. Bhd. dan pabriknya berlokasi di Gurun, Kedah Malaysia pada tanggal 28 Oktober 2021.


Bukan tanpa alasan, Peugeot dibangun di ASEAN. Langkah ini untuk memastikan bahwa semua kendaraan diproduksi untuk tahan terhadap dinamika kondisi lokal, termasuk tropis dan kelembaban yang khas di wilayah tersebut termasuk kondisi jalan tentunya.


Baca juga: Test Drive New Peugeot 2008 SUV: Tak Disangka Mesin 3 Silindernya Berperforma Hebat!


Untuk diketahui, dari pengamatan OTOPLUS-ONLINE pada produk-produk Peugeot era 1982-2010 kerap mengalami masalah pada komponen plastik dan kabel.


Sebagai contoh, material dasbor Peugeot 405 yang lengket karena material plastik dasbor yang degradable atau sistem kabel bodi yang bermasalah di produk 406 XU9 sampai harus digantikan sistem perkabelan Multiplex pada seri 406 XU10.


Insinyur Peugeot juga ngotot memasang insulator di sekeliling aki padahal itu tidaklah diperlukan di negara-negara beriklim tropis seperti di Asia Tenggara. Beda halnya di negara sub tropis seperti Prancis yang berguna menjaga suhu baterai atau aki tetap hangat.

“Dibangun di negara ASEAN untuk pasar ASEAN. Kami bangga dapat menghadirkan kendaraan Peugeot berkualitas tinggi yang diproduksi secara lokal kepada pelanggan di seluruh Asia Tenggara,” ujar Christophe Musy, Wakil Presiden Senior, Stellantis ASEAN dan Jenderal Distributor.


Peugeot juga merilis video Dibuat di ASEAN untuk ASEAN yang merincikan praktik pengujian manufaktur, kualitas, dan ketahanan yang diterapkan di pabrik Stellantis di Malaysia.


“Jalan raya, arteri, pinggiran kota, lalu lintas kota yang padat, menanjak, menurun, rintangan tiba-tiba, menikung keras, understeering di tikungan tengah. Baik di siang atau malam hari, kering atau basah, di dalam mobil yang kosong atau terisi penuh, itu dicoba dan diuji,” terang Mohd Yahya Mohd Edthir, Regional Product Quality Insinyur, Stellantis Asia Tenggara.


Baca juga: Jajal Peugeot 3008 SUV Allure Plus (5-Habis): Impresi Berkendara


Model Peugeot 2008, Peugeot 3008 dan Peugeot 5008 yang dibuat secara lokal telah menjalani pengujian ketahanan dan kualitas yang ketat selama 300.000 kilometer (untuk Peugeot 3008 dan 5008) & 200.000 kilometer (untuk Peugeot 2008) di Malaysia. Tidak hanya kondisi aktual, cuaca khas negara tropis, panas dan lembab termasuk dalam uji cobanya.

“Produksi Peugeot di Malaysia penting bagi kami untuk mengembangkan operasi manufaktur di wilayah ini. Sehingga kami dapat membangun lebih banyak kendaraan dan menawarkan lebih banyak pilihan bagi pelanggan kami,” tukas Christophe Musy.


Stellantis mencapai rekor tahun terbaiknya di Asia Tenggara pada tahun 2021. Pertumbuhan yang kuat dengan peningkatan volume penjualan sebesar 34 persen. Stellantis terus memiliki fokus yang tajam pada pertumbuhan, lokalisasi, dan keberlanjutan untuk mendorong kesuksesan di Asia Tenggara pada tahun 2022.


Baca juga: Bedah Suspensi New Peugeot 3008 dan 5008 SUV Active


“Kami mencapai rekor penjualan dan pangsa pasar pada tahun 2021 dan kami sangat yakin bahwa kami akan melihat hasil pemecahan rekor lainnya pada tahun 2022. Lebih banyak pilihan mobil, jaringan yang lebih besar, dan manufaktur yang kuat akan memungkinkan kami membangun bisnis secara berkelanjutan sambil terus memastikan pelanggan adalah pusat dari semua yang kami lakukan,” pungkas Musy.


Teks: Nugroho Sakri Yunarto

Foto: Stellantis