Pahami Beberapa Hal Sebelum Tambah Freon Agar AC Mobil Tetap Optimal dan Awet
- Editor

- 13 Jun
- 3 menit membaca
Selama AC masih dingin, freon tak perlu diganti atau ditambah.

OTOPLUS ONLINE I Refrigerant atau kita biasa menyebutnya freon pada sistem AC berfungsi sebagai media penyerap panas.
Senyawa kimia ini bersirkulasi di dalam sistem AC, menyerap udara panas dari dalam kabin, lalu mengubah wujudnya dan membuang panas tersebut ke luar ruangan sehingga suhu kabin menjadi sejuk.
Memasuki fenomena El Nino dimana hari-hari kerap diwarnai dengan suhu panas ekstrem seperti saat ini, peran AC menjadi sangat vital sehingga perawatannya layak jadi perhatian terlebih El Nino saat ini diprediksi berlangsung lebih lama dari biasanya.
Meski cara kerjanya identik, AC rumah dengan AC mobil punya perbedaan mendasar pada jenis refrigerant yang digunakan.
AC rumah saat ini umumnya menggunakan refrigerant R-32 atau R-410A sementara AC mobil, sejak 2017 menggunakan refrigerant R134a (HFC) dan R1234yf (HFO) untuk mobil-mobil terbaru.
Semua freon tersebut diklaim lebih ramah lingkungan dibandingkan produk-produk freon sebelumnya seperti R-22 (rumah) dan R-12 (mobil) yang masih menggunakan chlorin dalam senyawanya.
Sejak diciptakan, refrigerant AC rumah tidak dapat digunakan untuk AC mobil demikian juga sebaliknya karena selain tekanan kerja, daya tahan dan desain sistemnya juga berbeda.
AC mobil dibekali kompresor yang tekanan kompresinya lebih rendah bila dibandingkan AC rumah.

Mengenai desain, dimensi kompartemen mesin yang terbatas, mengharuskan saluran pada sistem AC menggunakan slang karet fleksibel yang secara alami rentan mengalami kebocoran.
Oleh karena itu refrigerant pada AC mobil diciptakan bekerja pada tekanan yang lebih rendah dengan karakteristik yang bersahabat dengan komponen karet atau pipa-pipa alumunium pada sistem AC mobil.
Sebagai catatan penting, selama sistem AC tidak mengalami kebocoran atau penurunan performa, freon atau refrigerant tidak akan berkurang atau habis dengan sendirinya karena sistem AC adalah sistem tertutup.
Umumnya freon dapat bertahan antara 15-25 tahun atau sesuai usia pada komponen-komponen sistem AC seperti kompresor, kondensor, evaporator, expansion valve dan drier. Jadi selama AC masih terasa dingin, kalian tidak perlu mengganti atau menambah freon secara berkala setiap 6 atau 12 bulan.
Mohan Kurniawan, Kepala Bengkel Astra Peugeot Surabaya menuturkan, seandainya dilakukan perbaikan pada sistem AC sehingga menyebabkan volume freon berkurang, maka ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum menambahkan freon.

āDua jenis refrigeran yang umum digunakan saat ini, R-134a dan R-1234yf memiliki karakteristik tekanan kerja dan kapasitas pengisian yang tidak sama. Oleh karena itu, pemilik kendaraan disarankan menggunakan refrigeran sesuai rekomendasi pabrikan dan tidak mencampur kedua jenis tersebut karena berisiko merusak komponen AC,ā tambah Mohan Kurniawan.
Risikonya meliputi penurunan drastis performa pendinginan, kerusakan kompresor akibat tekanan berlebih atau pelumasan yang tidak cocok, hingga kebocoran pada slang dan evaporator akibat korosi.
Untuk diketahui, R-134a banyak digunakan pada kendaraan produksi akhir 1990-an hingga pertengahan 2010-an. Jenis ini masih umum ditemukan di Indonesia dan memiliki tekanan kerja yang umumnya berada pada kisaran 25ā45 PSI di sisi rendah (low pressure) serta 150ā250 PSI di sisi tinggi (high pressure).
Kapasitas pengisiannya umumnya berkisar antara 450-650 gram, tergantung model kendaraan.
Sementara itu, R-1234yf digunakan pada mayoritas kendaraan generasi terbaru karena memiliki dampak lingkungan lebih rendah yang ditunjukkan dengan nilai Global Warming Potential (GWP) yang jauh lebih kecil dibandingkan R-134a.
Tekanan kerjanya umumnya berada pada kisaran 20ā40 PSI di sisi rendah dan 140ā220 PSI di sisi tinggi, dengan kapasitas pengisian yang mengikuti spesifikasi masing-masing kendaraan.

Untuk menjaga performa AC tetap optimal sekaligus memperpanjang usia pakai komponen pendukungnya, pemilik kendaraan disarankan melakukan pemeriksaan dan perawatan AC secara berkala.
āApalagi jika menjumpai gejala seperti udara yang tidak lagi dingin meski blower bekerja normal, suhu kabin tidak stabil, kompresor AC sering aktif dan nonaktif secara berulang, hingga muncul bekas oli pada sambungan pipa yang dapat mengindikasikan adanya kebocoran refrigerant,ā urai Mohan yang bermarkas di Astra Peugeot, Jl. HR Muhammad Kav.2, Surabaya.
Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto




Komentar