• Editor

Pantauan Mudik Lebaran 2022 Surabaya-Madiun: Pemudik Motor Sebaiknya Perhatikan Hal Ini

OTOPLUS-ONLINE lakukan pantauan kesiapan jalur mudik motor Surabaya-Madiun sejauh 177 Km pada 15-17 April 2022 atau dua minggu sebelum puncak arus mudik.

OTOPLUS-ONLINE I Pemerintah mengestimasi akan ada 40 juta penduduk Indonesia yang akan memilih perjalanan darat menggunakan sepeda motor atau mobil pada musim Lebaran 2022.


Oleh sebab itu apabila pembaca termasuk salah satu anggota masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik lakukan persiapan semaksimal mungkin mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk. Salah satunya antisipasi rute perjalanan.

Secara eksklusif, OTOPLUS-ONLINE melakukan pantauan jalur mudik motor antara Surabaya-Madiun sejauh 177 kilometer pada tanggal 15-17 April 2022 atau dua minggu sebelum puncak arus mudik.


Diprediksi pada musim mudik tahun ini jalur Surabaya-Madiun yang melintasi kota-kota di antaranya Mojokerto, Jombang, Kertosono, Nganjuk, Caruban akan sesak oleh kendaraan bermotor khususnya roda dua.

Pantauan Kami

Perbaikan jalan di daerah Miagan-Jombang


Masih banyak ditemui kondisi jalanan yang dalam proses perbaikan. Targetnya tentu harus sudah selesai minimal H-7 sebelum lebaran. Semoga tercapai agar saat mudik tidak ada, atau setidaknya sedikit kendala jalanan yang rusak atau berlubang. Namun tetap saja, sebaiknya pemakai jalan berhati-hati.

Di daerah Miagan-Jombang, beberapa ruas jalan dikelupas. Mudah-mudahan siap ketika puncak arus mudik


Ketika OTOPLUS-ONLINE melewati rute Surabaya - Madiun, nyaris di semua pintu perlintasan kereta api ada perbaikan. Seperti di perlintasan By Pass Mojokerto, perlintasan KA yang tak jauh dari pasar Peterongan Jombang, perlintasan sebelum pertigaan Mengkreng, Kertosono, perlintasan dekat Polsek Baron-Nganjuk. Begitu juga di perlintasan Bagor-Nganjuk, juga beberapa perlintasan di daerah Saradan.

Pekerjaan perbaikan perlintasan KA di pertigaan Mengkreng-Kertosono, dan Bagor Kulon-Nganjuk


Saat kami melintas, ada banyak batu gragal atau kerikil sebagai penguat pondasi rel lintasan bertumpuk di sekitar perlintasan sehingga cukup mengganggu arus lalu lintas. Lantaran belum diaspal, berhati-hatilah saat akan melintasinya karena bisa saja membuat ban selip dan tergelincir terlebih apabila kondisi sedang hujan.

Perbaikan jalan di daerah Sambirejo-Madiun, sehingga pemakai jalan harus antre. Perbaikan jalan juga tampak pada jalan akan masuk kota Madiun


Selebihnya perbaikan-perbaikan kecil di beberapa ruas jalan yang dilewati. Jalan bergelombang dan permukaan aspal yang tidak rata serta minimnya penerangan jalan saat malam hari kami temui di beberapa ruas seperti di jalan raya Balongbendo, dan daerah Glagahan, Jombang. Waspada lebih ketika melintasi daerah tersebut.

Suhu udara panas menyengat sampai 39 derajat Celsius


Hal lain yang harus diantisipasi khususnya ketika melakukan perjalanan di siang hari adalah suhu panas menyengat, saat memantau jalur mudik di siang hari suhu udara panas menyengat hingga 39 derajat celsius.

Saat menemui hamparan terbuka waspadai cross-wind atau hembusan kuat angin dari samping yang berpotensi menyebabkan kendaraan oleng


Antisipasinya gunakan pakaian yang nyaman dikenakan saat suhu panas menyengat, tapi tetap kedepankan safety ya. Selain itu antisipasi juga angin kencang yang di musim pancaroba ini sedang semangat berhembus. Hembusan angin kencang terutama akan terasa saat melintas di daerah terbuka seperti di daerah Baron-Nganjuk.


Pengecekan Kendaraan

“Kebanyakan motor yang akan dipakai mudik juga dipakai harian. Oleh sebab itu sebaiknya lakukan terlebih dulu pemeriksaan secara menyeluruh,” kata M. Arsyad, coach Sigma Safety.

Mau aman dan terjamin. serahkan ke bengkel resmi untuk dilakukan melakukan servis sesuai acuan jarak tempuh. Namun semisal beralasan belum waktunya diservis, sebaiknya tetap lakukan persiapan sebagai berikut:


Mesin

Untuk mesin paling utama periksa volume dan kualitas oli mesin, lakukan sebelum mesin dihidupkan di pagi hari. Jika oli mesin terlihat tak lagi bening meski secara jarak tempuh belum masuk masa penggantian oli untuk amannya sebaiknya diganti, mengingat oli memegang peranan vital pada performa dan ketahanan mesin.


Baca juga: Panduan Turing Surabaya-Mandalika (Etape 3): Tiba di Mataram Menuju Sirkuit Mandalika


Terutama bila akan digeber pada kecepatan konstan untuk waktu yang lama. Untuk motor berpendingin cairan, amati volume air radiator dan tambahkan jika sudah mendekati lower level.


Sistem Pengereman

Rasakan jarak main rem. Untuk rem teromol penyetelan bisa dilakukan sendiri dengan memutar baut pemutar. Untuk rem hidraulis, jika jarak main terlalu dalam waspadai ada yang tidak beres dengan sistem rem seperti kondisi minyak rem yang kurang atau kebocoran pada master atau kaliper rem.


Baca juga: Test Ride Yamaha XSR 155: Kali Ini Kami Pakai Turing ke Lembah Dieng, Gempol


Khusus rem tipe hidraulis periksa selain volume juga kualitas minyak rem. Jika volume kurang sebaiknya tambahkan sembari mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebocoran, sebab apabila sistem rem sempurna, seharusnya tidak akan terjadi kekurangan volume minyak rem. Tetapi jika keruh itu petunjuk rem sudah banyak mengandung air. Itu wajar mengingat sifatnya yang hidroskopis atau menyerap uap air.


Gunakan BBM Sesuai Rekomendasi

Sebaiknya isi penuh sebelum memulai perjalanan


Untuk bahan bakar, isi ketika kita akan memulai perjalanan sehingga waktu tak perlu terbuang percuma karena harus antri isi bensin di tengah perjalanan. Spesifikasi bahan bakar sebaiknya mengacu pada rekomendasi yang diberikan pabrikan. Rata-rata sih motor sekarang didesain untuk mengonsumsi bensin beroktan 92 ke atas atau setara Pertamax.


Tekanan Angin Ban

Sesuaikan dengan tabel tekanan angin


Cek kondisi ban dari keausan, tekanan angin sebaiknya dipatok 29 psi untuk ban depan dan 36 psi untuk ban belakang, sistem pengereman pastikan jarak main rem tidak terlalu dalam atau terlalu pendek.

Sebelum diisi nitrogen, pastikan angin di dalamnya dikuras terlebih dulu jika sebelumnya non nitrogen


Selain itu periksa juga kondisi pelek. Untuk model cast wheel dari kemungkinan peyang karena dapat memengaruhi kestabilan dan kenyamanan saat berkendara sementara untuk model pelek berjeruji lakukan penyetelan jerujinya bisa jadi antisipasi untuk kenyamanan perjalanan.


Sistem Kelistrikan

Jika tegangan aki sudah dibawah 12 volt, itu tanda aki mulai drop


Cek aki, untuk motor yang belum dibekali dengan indikator tegangan aki, sempatkan untuk membawanya ke bengkel resmi atau toko penjual aki untuk mengetahui tegangan aki di motor kalian.


Pasalnya kebanyakan motor saat ini sudah menanggalkan kick starter sehingga proses menghidupkan mesin amat bergantung pada kesehatan aki. Jika tegangan sudah di bawah 12 volt, itu tanda aki mulai drop.

Cek lampu depan dan belakang


Lakukan pemeriksaan pada lampu-lampu serta sistem kelistrikan lainnya. Pastikan lampu utama menyala low beam atau hi beam begitu juga lampu sein dan lampu belakang juga lampu rem.


Sistem Penggerak

Jarak main rantai idealnya 25-35 mm, sementara belt penggerak di motor matik bisa getas dan molor


Jangan lupakan juga untuk memeriksa sistem penggerak. Untuk motor sport atau bebek, cek ketegangan rantai hukumnya wajib, karena fungsi penting rantai yang mentransfer daya dari mesin ke roda. Jarak main ideal berkisar 25-35 mm.


Untuk motor matik atau skutik, pastikan kondisi belt penggerak belum aus apabila sudah menempuh 10.000 kilometer sebaiknya diganti. Belt di motor matik perannya sama vitalnya dengan rantai di motor sport/bebek.


Suspensi

Cek as sok depan sekalian sistem rem


Amati kondisi as sokbreker baik depan dan belakang dari rembesan oli. Bila terlihat basah oleh oli, itu tanda sil sudah aus. Kondisi itu menyebabkan redaman suspensi tidak akan maksimal. Jika dipaksa menopang beban akibatnya akan mentok dan tentunya mengganggu pengendalian juga kenyamanan.

Periksa kondisi sok belakang dan ban dari kemungkinan aus atau terkena paku


Untuk motor yang punya setelan preload atau kekerasan pegas sebaiknya dimaksimalkan. Apabila terlalu empuk akan mengganggu stabilitas saat melaju kencang sedangkan jika terlalu kaku akan mengurangi kenyamanan berkendara. Hal lain yang tak kalah penting yaitu periksa kekerasan baut pengikat terutama di arena mesin, roda dan suspensi.

Kondisi swing arm di motor matik, acap tak terpantau


Pada motor matik, sistem suspensi belakang pada bagian bushing lengan ayun juga perlu mendapatkan perhatian. Lantaran tempatnya yang tersembunyi, part itu acap terabaikan, Kerusakan bushing ditandai dengan bunyi logam beradu ketika melibas permukaan jalan yang tidak rata diiringi dengan berkurangnya pengendalian.


Lain-lain

Cek putaran gas, kalau terasa seret kemungkinan kawat gas perlu dilumasi atau bahkan diganti. Periksa juga sistem kopling (untuk motor sport), kabel, slang dan setang kemudi. Lakukan hal yang sama ketika akan balik mudik.


Barang Bawaan

Bila memungkinkan letakkan barang bawaan di bagasi


Kemas barang bawaan dengan baik supaya tidak merepotkan terutama saat mengemudi. Jika memungkinkan untuk semua bisa masuk dalam bagasi akan lebih baik. Jika tidak, pilih tas yang nyaman dipakai dengan adanya busa pada tali strapnya (untuk backpack) dan yang tidak mengganggu kemudi (untuk model travel bag) yang diletakkan di dek (untuk skutik atau motor bebek).

Namun tetap harus memerhatikan batas beban maksimum


“Sangat tidak disarankan menambahkan kayu/bambu di belakang/behel untuk memuat tas tambahan dibelakang karena dapat mengganggu stabilitas saat melaju dan bermanuver,” tutur Arsyad.


Tentukan Waktu Keberangkatan

Berangkat di siang hari, jalanan lebih ramai dengan berbagai macam kendaraan


Memilih waktu keberangkatan itu penting karena terkait dengan antisipasi yang dapat kita lakukan. Untuk perjalanan mudik dari Surabaya ke arah barat (Mojokerto, Jombang, Kertosono, Kediri, Nganjuk, Caruban, Madiun bila dilakukan pagi hari maka kita dapat menikmati suasana segar di pagi hari tapi mulai panas saat waktu menunjukkan pukul 09:00 ke atas.

Hindari menuju barat di siang hari karena akan silau melawan sinar matahari


Keuntungan lain, pandangan kita tidak terganggu oleh arah sorot sinar matahari berbeda halnya bila kita melakukan perjalanan mulai siang hari.


Bila berangkat siang hari, maka dalam perjalanan kita akan menentang datangnya sinar matahari serta suhu panas menyengat jika tidak sedang hujan.

Jalan malam lebih adem tapi waspadai kondisi jalan karena penerangan minim. Ini kondisi jalanan di daerah Glagahan-Jombang


Berangkat malam, kondisinya memang lebih nyaman tidak panas dan tidak sedang berpuasa. Namun kendala yang sering dihadapi adalah kantuk dan kondisi gelap yang mungkin saja atau adakalanya tidak bisa tercover dengan baik oleh kemampuan pencahayaan dari headlamp motor kita.


Jadi kalian mau pilih berangkat pagi, siang atau malam nih?


Waktu Istirahat

Manfaatkan waktu beristirahat untuk melemaskan otot-otot yang tegang


Kami sangat menyarankan untuk menyempatkan beristirahat setiap 2 jam perjalanan karena itulah batas kemampuan tubuh kita untuk berkendara. Apalagi jika sedang berpuasa dan kondisi cuaca yang panas menyengat seperti saat OTOPLUS-ONLINE melakukan perjalanan pantauan mudik kemarin. Kami mencatat suhu tertinggi 39 derajat Celsius.

Fasilitas di SPBU saat ini semakin baik, umumnya telah menyediakan tempat beristirahat yang layak


Apabila kita berkendara lama di cuaca yang panas itu tentu akan mengurangi konsentrasi kita. Sebaiknya cari tempat yang nyaman untuk rehat sejenak.


Pilihannya boleh di SPBU yang saat ini semakin banyak yang menawarkan fasilitas sangat layak untuk disinggahi buat beristirahat.

Atau isi dengan beribadah


Waktu untuk istirahat bisa diisi dengan beribadah, relaksasi peregangan otot tubuh dengan melakukan sekadar stretching.


Kecepatan Ideal

Tak perlu gas pol, melaju 60-80 km/jam sudah cukup. Utamakan selamat


Jaga ritme berkendara dengan memperhatikan kecepatan kendaraan. Hal ini selain untuk menjaga keselamatan (safe riding) juga supaya tubuh tidak lekas capek dan mengurangi ngantuk. Kondisi yang stagnan akan memicu rasa ngantuk. Idealnya untuk rute jarak jauh, kecepatan di kisaran 60-80 km/jam.


Tentunya ini saat melintasi diluar kondisi dalam kota. Namun jika kendaraan yang digunakan berkapasitas besar (diatas 250 cc), bisa saja diangka 80-100 km/jam idealnya. Hal ini dikarenakan basic kendaraan ber-cc besar lebih stabil saat digeber di kecepatan yang lebih tinggi.


Nah mudah-mudahan tips ini bermanfaat, semoga lancar dan selamat melakukan perjalanan mudik dan perjalanan balik. Selamat berlebaran 2022.


Teks dan foto: Arianto Sasongko

Editor: Nugroho Sakri Yunarto


*Terima kasih kepada PT Surya Timur Sakti Jatim (Yamaha Jatim) untuk support kendaraan