• Editor

Perlakuan Transmisi Otomatis Agar Awet dan Terjaga Performanya

Ada yang menganggap kalau mobil dengan transmisi otomatis itu bebas perawatan.

OTOPLUS-ONLINE I Mobil bertransmisi otomatis memang menawarkan kepraktisan. Saat mengemudi kita tak lagi direpotkan dengan prosesi pindah gigi dan perkembangan teknologi transmisi otomatis yang semakin canggih membuat pengoperasian transmisi pintar ini juga semakin mudah.


Namun kemudahan itu terkadang membuai, sampai ada yang menganggap kalau mobil dengan transmisi otomatis itu bebas perawatan.


Baca juga: Daihatsu Berikan Tips Rem Blong pada Mobil Matic, Bisa Terjadi Karena Vapor Lock!


Transmisi otomatis saat ini semakin kompak dan pintar. Banyak komponen mekanis yang tadinya merupakan bagian dari sistem transmisi, digantikan dengan komponen elektronik. Tujuannya untuk memangkas bobot dan memudahkan pengoperasiannya.

Perlakukan dengan halus karena tuas ini tak lagi terhubung secara mekanis ke transmisi


Salah satunya tuas transmisi. Di produk Peugeot modern, gak tepat sebetulnya kalau dinamakan tuas transmisi pasalnya tuas tersebut tidak lagi terhubung secara mekanis ke transmisi.


Tuas tersebut lebih tepat dinamai selektor karena sejatinya gerakan tuas hanya untuk mengaktifkan mode-mode transmisi secara elektronik, seperti Park, Drive, Reverse, Neutral dan lainnya.

Beginilah jeroan tuas selektor di Peugeot 3008 SUV & 5008 SUV, penuh komponen elektronik


Perlakuan yang salah, seperti menggerakkan tuas tersebut secara berlebihan atau kasar seperti saat menggerakkan pada mode Manual berpotensi merusak sistem elektronik di dalamnya.


Akibatnya bisa jadi transmisi seperti nyantol di salah satu mode tertentu atau malah gak mau berjalan.


Baca juga: Mesin Turbo Butuh Perlakuan dan Perawatan Khusus, Mitos atau Fakta?


Repotnya, bila terjadi kerusakan, komponen dengan sistem elektronik biasanya tidak bisa diperbaiki secara parsial, harus utuh (assy).


Sementara unit transmisinya sendiri, Peugeot modern sebenarnya masih menggunakan model torque converter 6 percepatan.


Baca juga: Manfaat Fitur dan Indikator pada MID (Multi Information Display)


Berbeda dengan transmisi otomatis tipe CVT (Continuosly Torque Converter) yang perlu memerhatikan belt baja penggerak puli CVT, pada transmisi model torque converter peran vitalnya da pada pelumas.


Peugeot telah memakai pelumas transmisi jenis Long Life. “Pelumas ini memiliki usia pakai yang panjang dan hanya menambah jika terjadi kekurangan yang disebabkan oleh kebocoran,” kata Samsudin, Aftersales Support Astra Peugeot.

Konstruksi transmisi di 3008 SV & 5008 SUV kompak. Perawatan rutin yang dibutuhkan untuk membuatnya tetap awet sekaligus menjaga performanya yaitu lewat penggantian pelumas transmisi setiap 40.000 kilometer.


Namun untuk menjaga agar transmisi kendaraan awet dan performanya terjaga, disarankan untuk mengganti agar pelumas transmisi diganti secara periodik setiap 40 ribu kilometer untuk mengantisipasi kondisi lalu lintas dan suhu tinggi iklim tropis.

Teks: Nugroho Sakri Yunarto

Foto: Nugroho Sakri Yunarto, Peugeot