• Editor

Rawat Mobil Nganggur di Area Terbuka, Apa Saja yang Harus Diperhatikan?

“Mobil yang terlalu lama tidak dipakai performanya bisa turun. Apalagi kalau diletakkan di area terbuka yang berisiko terpapar langsung terik matahari atau hujan. Efeknya selain bodi mobil bakal kusam, banyak komponen beresiko terserang karat hingga jadi sarang hewan pengerat,” (Samsudin - Aftersales Support PT Astra International Peugeot).

Berada di dalam garasi atau carport bukan berarti mobil akan aman dan siap digunakan. Sebaiknya lakukan pemeriksaan rutin untuk menjaga kondisi dan performanya


OTOPLUS-ONLINE I Sejak 15 Juli 2021 kasus positif harian Covid-19 di Indonesia sudah menyentuh di atas angka 50 ribu kasus per hari. Pemerintah pun berencana memperpanjang masa PPKM Darurat hingga akhir Juli 2021.


Dampak pembatasan mobilitas masyarakat termasuk pengetatan kerja dari rumah atau Work from Home ini adalah akan banyak mobil yang seharusnya dipakai sebagai sarana mobilitas jadi terhenti lebih lama.


Baca juga: Tips Menjaga Mobil Tetap Sehat di Masa PPKM Darurat


Untuk mobil dengan berbagai rangkaian komponen mekanik dan elektrikal, kondisi engine off cukup lama, bukanlah hal yang baik, sangat mungkin muncul kendala jika tidak dilakukan pemeriksaan pada kendaraan.


“Mobil yang terlalu lama tidak dipakai performanya bisa turun. Apalagi kalau diletakkan di area terbuka yang berisiko terpapar langsung terik matahari atau hujan. Efeknya selain bodi mobil bakal kusam, banyak komponen beresiko terserang karat hingga jadi sarang hewan pengerat,” buka Samsudin, Aftersales Support PT Astra International - Peugeot.

Jika ada kotoran tikus seperti ini artinya tikus sudah lama bersarang di ruang mesin


Nah mumpung senggang, sempatkan memantau kondisi kendaraan. Kalau mobil sering terparkir di area terbuka sebaiknya lebih rutin melakukan pencucian mobil. Sekalian cek area mesin, apakah terlihat bekas sarang hewan pengerat seperti tikus. Karena tikus rawan merusak komponen terutama komponen kelistrikan.

Memanaskan mobil sekaligus mengecek fungsi aki, komponen kelistrikan, lampu-lampu sampai sistem audio


Memanaskan mesin serta menyempatkan diri untuk menjalankan mobil juga disarankan. Tidak usah jauh-jauh, cukup di area komplek perumahan saja. Hal ini mesti dilakukan yang mana tujuannya adalah untuk menormalkan profil tapak ban yang lama diam.


“Contohnya jika awalnya tapak ban ada di posisi paling bawah, ya harus diputar posisinya. Hal ini untuk mencegah ban peyang karena terlalu lama bertumpu di satu area,” urai Samsudin.

Jalankan mobil di sekitar kompleks perumahan saja. Selain membuat sirkulasi oli lancar juga dapat digunakan untuk mengetahui fungsi rem, kemudi dan sistem kelistrikan


Keuntungan lain dari menjalankan mobil sesaat juga banyak. Di antaranya adalah dapat langsung mengecek fungsi dari rem mobil secara keseluruhan. Baik itu mobil yang didukung sistem ABS atau tidak. Bahkan fungsi power steering jika ada kendala pun dapat langsung dirasakan. Sehingga berkendara pun jadi tetap aman juga nyaman.


“Trik ini juga dapat memantau fungsi aki serta komponen kelistrikan seperti headlamp, foglamp, lampu senja hingga lampu indikator sein. Tidak lupa juga memantau fungsi wiper, power window juga audio sistemnya,” imbuhnya.


Baca juga: Service Kunjung Yamaha (SKY) Permudah Perawatan Motor Selama PPKM Darurat, Ini Caranya!


Keuntungan menjalankan mobil jarak dekat pun bisa melihat kondisi ban terutama tekanan anginnya. Maklum mobil lama tidak jalan biasanya tekanan angin ban sering berkurang. Bila berkurang, mobil bisa langsung ke gerai pengisian angin terdekat untuk lakukan pengecekan.

Tabel tekanan angin biasanya ada di sekitar area pintu pengemudi


“Tabel tekanan angin ban mobil biasanya ditempel sekitar area dalam pintu pengemudi,” tutup Samsudin sambil mewanti agar selalu membebaskan posisi handbrake dan membiasakan mengganjal roda.

Teks & Foto: Nugroho Sakri Yunarto