• Editor

Road Race Kudus Jadi Contoh Balap Butuh Inovasi dan Terobosan Baru


Ramainya peserta event Gadhuro Puas RCB Pro Liner Road Race Series 2019 Final Round di sirkuit Balai Jagong Kudus (21-22/12) masih tak sebanding dengan sepinya penonton

Perkembangan olah raga balap motor di Jawa Tengah kian hari menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Terlihat dari jumlah peserta yang semakin naik. Seperti pada gelaran road race Kudus pada Sabtu – Minggu (21-22/12) di sirkuit Balai Jagong Kudus. Tercatat jumlah starter yang mengikuti balap kali ini menyentuh di angka 300-an. Tetapi ramainya pembalap tak sebanding dengan jumlah penonton hadir menyaksikan jalannya perlombaan. Lho…

Bambang Gadhuro

“Belakangan ini jumlah penonton balap memang mengalami penurunan yang signifikan”, keluh Bambang Gadhu, punggawa Gadhuro Sport yang kerap menggelar berbagai event balap di Jawa Tengah.


Yup.. ini memang terlihat sekali. Kalau dulu penonton begitu berjubel menyaksikan pentas balap motor, kini terlihat hanya beberapa titik saja yang padat. Sementara beberapa titik lainnya terlihat kosong melompong.


Tak bisa dipungkiri, selain sponsor, penonton adalah salah satu sumber pemasukan fulus bagi promotor atau penyelenggara balap. Semuanya saling terkait untuk membantu pendanaan sebuah pentas balap motor.


Sepinya penonton tentunya berpengaruh pada sumber pendapatan ticketing. Disinyalir hal ini terjadi karena penonton jenuh dengan tontonan road race yang dari dulu hanya seperti itu-itu saja.


Belajar dari hal tersebut di atas ke depannya tentu dibutuhkan inovasi dan terobosan-terobosan baru untuk membuat road race kembali menjadi sebuah tontonan yang menarik. Kalau tidak mau road race tenggelam lagi seperti dulu.

Sedikit kilas balik pada era 2009 - 2014 balap motor road di jawa tengah sempat 'mati suri' karena kalah pamor dengan event drag bike. Kala itu semua promotor nyaris tak ada yang menggelar road race karena lebih menguntungkan drag bike yang jelas-jelas pesertanya banyak ditambah lagi penontonnya juga berjubel-jubel.


FYI sob, jumlah peserta bisa menyentuh di angka 600 – 800 starter. So pasti, pundi-pundi uang promotor bakal lebih jelas terisi penuh kalau menggelar drag bike.

Drs. Lilik Kusnandar

Sampai pada akhirnya keluar regulasi baru oleh IMI Pengprov Jateng.


“Kami mengeluarkan aturan wajib bagi promotor balap setiap menggelar 3 event drag bike, wajib menggelar 1 kali event road race demi menghidupkan balap motor road race di Jateng dan terbukti gelaran road race di Jateng kembali hidup dan bibit-bibit pembalap baru Jateng juga bermunculan”, tutur Drs. Lilik Kusnandar, salah satu pemerhati balap yang di era tersebut sempat menjadi Pengurus IMI Pengprov Jateng.


Di musim kompetisi 2020 mendatang, Bambang Gadhu rupanya telah membaca hal tersebut.


“Kami mencoba menyiapkan terobosan baru untuk tahun depan supaya sajian road race tidak monoton dan menjemukan”, tegas Gadhu, sapaan akrabnya.


Terobosan tersebut menurut Gadhu ada banyak. Bisa jadi sebuah penggabungan antara balap road race dan entertainment atau bisa yang lainnya. Yang jelas soal konsepnya akan seperti apa, semuanya masih digodog bersama dengan tim.

Gadhuro mulai gandeng free styler Wawan Tembong untuk dongkrak animo penonton

Naskah & Foto: dJansen