Rookie Drag Bike Said Abdullah Series 2026 Awali Putaran 1 di Sirkuit GBT Surabaya
- Editor

- 20 Apr
- 4 menit membaca
Tahun ini Rookie Drag Bike Said Abdullah Series 2026 digelar tiga seri, yakni di Surabaya, Malang, dan Sumenep.

OTOPLUS ONLINE I Kabar gembira bagi pembalap drag bike pemula, khususnya di wilayah Jawa Timur.
Pasalnya, ajang balap untuk dragster pemula bertitelkan Rookie Drag Bike Said Abdullah Series 2026 resmi mengawali putaran perdananya di Sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pada Minggu, 19 April.
Menurut keterangan Saiful Anwar selaku Ketua Pelaksana, Rookie Drag Bike Said Abdullah Series 2026 adalah bentuk respon dari MH. Said Abdullah selaku tokoh nasional, dalam mengurangi balap liar, khususnya di Jawa Timur.


Melalui pembinaan yang dilakukan oleh tim, pihaknya didorong untuk terus menghadirkan event balap resmi, terutama di kelas Rookie (Pemula) yang menyasar anak-anak muda.
āTahun ini kami menggelar tiga seri. Seri pembuka di GBT Surabaya, kemudian dilanjutkan di Kanjuruhan, Malang pada bulan Juli, dan finalnya direncanakan berlangsung di Sumenep pada Oktober,ā jelas Saiful yang akrab disapa Ipung ini.

Pemilihan Sumenep sebagai lokasi seri final bukan tanpa alasan. Selain menjadi daerah asal MH. Said Abdullah antusiasme anak muda terhadap balap di wilayah Madura dinilai sangat tinggi.
Hal ini, menurut Saiful, menjadi peluang sekaligus tantangan untuk mengarahkan minat tersebut ke jalur yang lebih positif.


Ia juga mengungkapkan datangnya dan masukan dari tim-tim balap drag bike dan para pembalap khususnya yg di Madura, agar ke depan dapat tersedia fasilitas sirkuit di Madura, khususnya di Sumenep, sebagai langkah konkret menekan balap liar.
Saat ini, Sumenep belum memiliki sirkuit permanen, namun dengan kesuksesan event ini danĀ melalui dukungan berbagai pihak diharapkan dapat mendorong realisasi fasilitas tersebut.
Keinginan ini langsung direspon antusias oleh insan balap, khususnya di Madura.
Abdul Kavi, mekanik Kavi Racing Team (KPRT) Bangkalan, Madura, misalnya. Ia menyambut positif rencana pembangunan sirkuit balap di wilayah Madura. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut sangat dibutuhkan, mengingat tingginya minat balap di kalangan anak muda setempat.

āKalau ada fasilitas seperti sirkuit tentu sangat membantu, apalagi untuk kami yang sering melakukan setting motor. Selama ini cukup sulit karena tidak ada tempat yang benar-benar proper,ā ujar Kavi.
Ia mengungkapkan, saat ini proses penyetelan dan pengujian motor masih kerap dilakukan di jalan umum. Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi, namun menjadi satu-satunya cara karena keterbatasan fasilitas.


āTerpaksa masih di jalan umum, meskipun sebenarnya berbahaya. Tapi mau bagaimana lagi kalau belum ada tempatnya,ā jelasnya.
Kavi berharap, jika sirkuit di Madura, khususnya di Pamekasan dapat terealisasi, fasilitas tersebut tidak hanya menjadi tempat balapan, tetapi juga sarana latihan bersama dan pengujian motor yang lebih aman.
āHarapannya bisa jadi tempat latihan dan ngetes motor yang layak, jadi lebih aman dan terarah,ā katanya.



Kavi juga menceritakan bahwa tim KPRT yang ia wakili tergolong baru, dengan usia sekitar satu tahun. Mereka masih berada di tahap awal dan belum memiliki catatan prestasi di ajang resmi.
āTim kami masih baru, sekitar satu tahun. Ini juga baru pertama kali ikut event resmi, sebelumnya lebih banyak ikut balap liar,ā ungkapnya.
Ia menambahkan, event balap resmi di wilayah Madura sendiri masih terbatas, sehingga kesempatan bagi tim-tim kecil untuk berkembang juga belum maksimal.
Karena itu, Kavi berharap ke depan semakin banyak event balap digelar, tidak hanya di level besar tetapi juga skala kecil di berbagai kota di Madura.
āKalau bisa tiap kota ada event, meskipun kecil. Supaya mekanik-mekanik baru seperti kami bisa berkembang dan mengasah kemampuan,ā tutupnya.


Tim besar seperti Sekar Anom Group pun menyambut antusiasi. Hal ini disampaikan Gufron Effendy selaku mekanik Tim Sekar Anom Group asal Pamekasan ini.
Ia menilai penyelenggaraan event balap resmi seperti ini sangat positif, terutama bagi anak-anak muda di Madura.
Menurutnya, ajang seperti Rookie Drag Bike Said Abdullah Series mampu menjadi wadah penyaluran hobi balap yang selama ini kerap dilakukan di jalanan.

āTanggapannya sangat baik, karena hobi anak-anak bisa tersalurkan. Jadi tidak hanya balap liar, tapi bisa mengurangi balap liar juga,ā ujarnya.
Ia juga berharap ke depan ada pembangunan sirkuit di Madura agar aktivitas balap bisa dilakukan secara lebih aman dan terarah.
āKalau bisa ada sirkuit, tentu lebih enak. Soalnya penghobi balap motor di Madura itu banyak sekali,ā kata Gufron.

Selain untuk balapan, keberadaan sirkuit juga dinilai penting sebagai tempat pengujian motor. Selama ini, menurutnya, keterbatasan fasilitas membuat para penghobi sering melakukan setting atau pengetesan motor di jalan raya, yang berisiko dan kerap disalahartikan sebagai balap liar.
āDi Madura itu sulit cari tempat setting motor. Kalau di jalan raya sering dibubarkan aparat, meskipun sebenarnya bukan balap liar. Tapi tetap berbahaya juga, jadi memang seharusnya ada sirkuit,ā jelasnya.
Apalagi menurut Gufron, jumlah tim balap di Madura cukup banyak, baik di kategori drag bike maupun road race.



Sementara itu, Rookie Drag Bike Said Abdullah Series 2026 yang resmi mengawali putaran perdananya di Sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya diikuti 157 pesserta, dengan 441 starter yang berkompetisi di 25 kelas yang dipertandingkan.


Untuk memacu semangat para pembalap, penyelenggara menyediakan hadiah per kelas sebagai berikut:
Juara 1: Rp1.700.000
Juara 2: Rp1.100.000
Juara 3: Rp800.000
Juara 4: Rp500.000
Juara 5: Rp400.000
Selain itu juga diperebutkan predikat Juara Umum dengan kategori Juara 1 dan Juara 2 sebagai berikut:
Juara Umum Rookie
Juara 1: Rp5.000.000
Juara 2: Rp3.500.000
Juara Umum Pemula
Juara 1: Rp4.000.000
Juara 2: Rp2.500.000
Juara Umum Mix Rider
Juara 1: Rp10.000.000
Juara 2: Rp7.000.000
Juara Umum GKSM
Juara 1: Rp4.000.000
Juara 2: Rp2.500.000
Juara Umum Bracket: Rp7.000.000

Teks dan Foto: Indramawan




Komentar