Superprix Super Challenge 2026 Seri 4 Surabaya Panas! Reykat Yusuf Fadilah Amankan Juara Umum Bebek 4-Tak Novice
- Editor

- 2 jam yang lalu
- 4 menit membaca
Digelarnya Sprint Race pada Superprix Super Challenge 2026 membuat peluang perubahan klasemen hingga seri pamungkas di Semarang tetap terbuka.

OTOPLUS-ONLINE I Persaingan antar pembalap di Superprix Super Challenge 2026 semakin memanas setelah Seri 4 yang berlangsung di Sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, 21–22 Agustus 2026.
Selain menghadirkan persaingan ketat di lintasan, seri ini juga mencatat peningkatan jumlah peserta, serta kehadiran sejumlah pembalap Asia Road Racing Championship (ARRC).
Event organizer Genta Auto & Sports, Abed Nego, menyebut jumlah starter meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu.

“Kalau tahun lalu kita 120 starter dengan kelas yang sama, 14 kelas. Tahun ini kita dapat 189 starter, jadi meningkat hampir 50 persen lebih,” ujar Abed.





Antusiasme penonton juga terasa sejak sesi Qualifying Time Trial (QTT). Sekitar 800 penonton disebut sudah memadati GBT pada Jumat (21/8), sebelum jumlahnya kembali bertambah saat race day Sabtu (22/8) hingga kisaran 1000 penonton.


Persaingan semakin menarik dengan turunnya tujuh pembalap yang saat ini berlaga di ARRC, yakni AM Fadly, Aditya Fauzi, Aqsal Ilham, Alfi Husni, Rendi Oding, M. Faerozi, dan Aldiaz Aqsal. Dari tujuh nama itu, dua di antaranya AM Fadly dan M. Faerozi baru ikut di seri 4 Surabaya. Kehadiran mereka membuat persaingan semakin kompetitif sekaligus berpotensi memengaruhi perolehan poin para kandidat Juara Umum.
AM Fadly, misalnya. Meskipun tidak memiliki peluang bertarung memperebutkan juara umum namun tekatnya hanya satu,


“Yang jelas di setiap balapan yang saya ikuti saya pastinya pengen juara dan memberikan hasil yang terbaik buat tim,” tegas Fadly dan Faerozi senada.
Lima Gelar Juara Umum, Baru Satu yang Terkunci

Setelah Seri 4 di Surabaya, persaingan perebutan lima gelar Juara Umum Superprix Super Challenge 2026 ternyata masih lebih terbuka dari perhitungan awal. Kehadiran Sprint Race membuat peluang perubahan klasemen di Seri 5 Semarang tetap terbuka, termasuk di kelas Bebek 4-Tak Expert.

Di Bebek 4-Tak Novice, Reykat Yusuf Fadilah sudah benar-benar mengunci gelar Juara Umum dengan koleksi 158 poin. Ia unggul 53 poin atas Chessy Meilandri yang mengoleksi 105 poin. Dengan tambahan poin maksimal di seri pamungkas, posisi Reykat sudah tidak mungkin dikejar.
Namun, situasi berbeda terjadi di Bebek 4-Tak Expert. Akbar Abud Afdallah memang memimpin dengan 178 poin, unggul 58 poin atas Aldiaz Aqsal Ismaya yang mengoleksi 120 poin. Tetapi menurut Abed Nego, adanya Sprint Race di kelas 150 Expert membuat Aldiaz masih memiliki peluang mengejar.
“Kalau yang kelas 150 Expert belum, soalnya kan ada Sprint Race-nya. Yang menang bisa dapat poin. Di Sprint Race, poin setengah, untuk juara dapat 12 poin,” jelas Abed.
Menurut perhitungannya, Aldiaz masih berpeluang mengumpulkan hingga 62 poin di Seri 5 melalui 12 poin dari Sprint Race 150 Expert, 25 poin dari Final Race 150 Expert, dan 25 poin dari Final Race 130 Expert.
Artinya, selisih 58 poin dengan Akbar belum cukup untuk menyatakan gelar 4-Tak Expert terkunci. Posisi Akbar juga akan sangat bergantung pada hasil yang diraihnya di Seri 5.
“Masih dapat poin 62, tergantung Akbar Abud-nya bisa finish semua juga apa nggak nanti di Putaran 5,” tambah Abed.
Sementara itu, tiga kelas lainnya juga masih menyisakan persaingan ketat. Di Bebek 2-Tak Novice, Hafizd Fahril Rosyadan memimpin dengan 129 poin, unggul 31 poin atas Ragazzo Kautsar dengan 98 poin.
Di Bebek 2-Tak Expert, Aldiaz Aqsal Ismaya mengoleksi 110 poin, hanya unggul 14 poin atas Lucky Hendriansyah yang memiliki 96 poin. Rio Andriyanto dengan 80 poin juga masih memiliki peluang secara matematis.


Sedangkan di Bebek 2-Tak 130cc Underbone, Alfi Husni berada di puncak dengan 99 poin, disusul Lucky Hendriansyah 78 poin dan Akbar Abud Afdallah 76 poin.
Dengan demikian, Seri 5 Semarang benar-benar menjadi seri pamungkas penentuan gelar. Jika sebelumnya dua gelar sempat diperkirakan sudah terkunci, konfirmasi terbaru dari Abed memastikan baru Reykat Yusuf Fadilah di Bebek 4-Tak Novice yang telah mengamankan Juara Umum.
Empat kelas lainnya masih menyimpan kemungkinan perubahan hingga bendera finis terakhir di Semarang.
Pray for Kalimantan & Flores

Di tengah panasnya persaingan di lintasan, Superprix Super Challenge 2026 Seri 4 Surabaya juga menghadirkan sisi kemanusiaan. Pada ceremony Sabtu malam (22/8) yang digelar sekitar pukul 19.00 WIB, insan balap yang hadir turut menyampaikan doa serta pesan solidaritas bagi masyarakat yang tengah menghadapi bencana.

Pembalap asal Palangkaraya, M. Yudita, menyampaikan harapannya agar kondisi akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan segera pulih.
“Semoga cepat pulih. Untuk kotaku sendiri sama kota-kota yang lain. Biar nggak ada kebakaran hutan lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Joshua Ryantika, pembalap asal Kupang, menyampaikan doa bagi saudara-saudaranya di Flores yang terdampak gempa.
“Saya berdoa untuk saudara-saudara kita yang ada di Flores karena tertimpa bencana alam. Semoga korban-korban dan saudara-saudara kita yang ada di sana cepat kembali hidup normal dan semoga bantuan-bantuan bisa disalurkan dengan baik sampai di sana,” ucap Joshua.
Pesan tersebut menjadi moment yang mengingatkan bahwa di balik kerasnya persaingan di lintasan GBT, motorsport juga memiliki ruang untuk membangun solidaritas dan kepedulian.






Teks: Indramawan
Foto: Dhyaan Icha, Indramawan




Komentar