Test Drive Wuling Mitra EV Minibus: Gede, Senyap, dan Bikin Dompet Adem, Tapi...

Kalau prioritas adalah ruang lega, biaya operasional hemat, dan kenyamanan berkendara harian yang senyap, Wuling Mitra EV ini ideal sebagai rekan kerja. Tapi... Simak hasil test ride kami.

OTOPLUS-ONLINE I Kalau denger kata "mobil niaga", biasanya yang kebayang cuma kendaraan bising, kaku, dan nggak ada enak-enaknya buat dikendarai. Wuling Mitra EV datang buat mematahkan stereotip itu.
Ini kendaraan niaga listrik pertama dari Wuling di Indonesia. Namanya diambil dari kata "mitra", alias rekan kerja. Tagline-nya "Satu Rekan, Banyak Solusi", dan setelah menjajalnya di jalan, vibes "partner kerja" itu memang terasa.

Kesan pertama begitu duduk di balik kemudi: posisi berkendaranya tinggi banget, jadi pandangan ke depan luas dan berasa commanding. Setir, jok, dan pedal tergolong ergonomis untuk ukuran mobil niaga.

Setirnya bisa diatur tilt (naik-turun), jok pengemudi bisa disetel empat arah, dan ada 15 ruang penyimpanan yang siap menampung barang-barangmu plus sistem AC yang mengejutkannya, adem banget meski dihajar di hawa Surabaya yang lagi hot-hotnya.

Buat yang sehari-hari nyetir berjam-jam, hal-hal kecil begini jadi penyelamat pinggang dibandingkan mobil niaga kebanyakan yang penyetelan bangkunya terbatas.
Begitu tombol start ditekan, yang terdengar cuma... nyaris hening. Suara motor listriknya halus, dan saat melaju bahkan saat OTOPLUS ONLINE kebut sampai 90 km/jam, suara angin yang masuk ke kabin juga minim.

Tapi ada satu hal yang agak mengganggu. Peredaman dan panel interiornya terasa minimalis, jadi sesekali muncul suara kretek-kretek dari dalam kabin. Sayang banget, karena kabinnya sebenarnya sudah sesunyi itu. Pemaklumannya, yah ini kan mobil niaga.

Sekarang soal performa. Jangan berharap sensasi ngebut ala mobil listrik sport, ya. Tenaga maksimalnya 75 kW (sekitar 100 dk) dengan torsi 180 Nm, dan penggeraknya roda belakang (RWD).

Dari pengetesan kami, akselerasi 0-100 km/jam butuh sekitar 13,6 detik, terasa lamban untuk ukuran mobil listrik. Tapi ini bisa dimaklumi, karena Mitra EV memang dirancang untuk angkut penumpang atau barang, bukan buat adu cepat. Kecepatan maksimalnya dibatasi elektronik di 115 km/jam, dan ada tiga mode berkendara: Eco, Normal, dan Sport.

Yang perlu kamu perhatikan adalah soal manuver. Dimensinya 5.010 x 1.800 x 1.975 mm dengan bobot kotor 2.590 kg (untuk Minibus Premium Range).
Baterai memang ditaruh di bawah lantai kabin, tapi tinggi bodi yang hampir 2 meter, wheelbase 3.050 mm, dan ban standar 195/70R15 berpotensi menimbulkan body roll di tikungan.
Jadi resep aman: bawa santai saja. Tapi ada istimewanya, walah jarak sumbu rodanya panjang banget, radius putarnya hanya 5,2 meter! Jauh lebih pendek dibandingkan Toyota Hiace Commuter yang mencapai 6,2 meter. Padahal jarak sumbu roda Toyota Hiace Commuter gak selisih jauh (3.110 mm).

Nah, urusan ruang, di sinilah Mitra EV benar-benar unjuk gigi. Tanpa jok belakang, volume kargonya mencapai 6.500 liter, lebih banyak dari truk tangki berkapasitas 5.000 liter!

Akses masuknya juga gampang berkat pintu geser di kiri dan kanan, plus pintu belakang yang bisa dibuka sampai 270 derajat. Buat kamu yang jualan online, jasa antar, atau punya usaha catering, bongkar muat jadi jauh lebih cepat dan nggak bikin emosi.
Tapi kalau kamu pilih versi Minibus berkapasitas 8 penumpang, siap-siap dulu soal kenyamanan baris belakang. Kursinya tipe bangku utuh (bench seat) tanpa split, jadi pengaturan rebahnya terbatas. Jarak antar jok juga terlalu mepet, dan penumpang baris kedua dan ketiga mustahil duduk selonjor.

Idealnya, jok baris kedua dan ketiga dimundurkan masing-masing sekitar 15-20 cm biar legroom-nya layak, walau konsekuensinya bagasi jadi berkurang. Semoga ini jadi masukan buat generasi berikutnya.
Soal jarak tempuh, Mitra EV menawarkan dua pilihan baterai LiFePO4: Long Range (hingga 300 km) dan Premium Range (hingga 400 km berdasarkan uji CLTC). Untuk mobilitas dalam kota, angka ini lebih dari cukup.

Pengisian dayanya juga cepat, karena dengan fast charging CCS2 baterai bisa terisi dari 30% ke 80% dalam sekitar 30 menit, kira-kira sekali ngopi sembari ngecek chat.
Kabar baiknya lagi, baterainya digaransi 8 tahun atau 180.000 km (mana yang tercapai lebih dulu), jadi tenang buat pemakaian jangka panjang.
Sebagai tambahan, Wuling mengklaim penggunaan kendaraan listrik untuk komersial bisa menghemat total biaya bulanan sekitar 20 persen, dan mobil listrik juga bebas ganjil-genap.
Selengkapnya simak video ini:
Buat yang penasaran soal harga, ini daftar Wuling Mitra EV OTR wilayah Surabaya yang dikeluarkan Wuling BLESS Basuki Rahmat, Surabaya:
Blind Van 300 km: Rp341.000.000
Blind Van 400 km: Rp371.000.000
Minibus 300 km: Rp361.000.000
Minibus 400 km: Rp391.000.000
Kalau prioritasmu ruang lega, biaya operasional hemat, dan kenyamanan berkendara harian yang senyap, Wuling Mitra EV ini ideal sebagai rekan kerjamu. Sobat hanya cuma perlu berdamai dengan akselerasinya yang santai dan kenyamanan baris belakang yang masih standar.
Ini memang bukan mobil buat gaya-gayaan, tapi buat kerja keras dan bikin bisnis makin efisien.
Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto



