• Editor

Triumph T140 749cc 1977 'Yellow Pearl' Proyek Besar Terakhir JT-Brothers

Teks dan Foto: Onno “Berserk” Wieringa (madnessphotography.nl)

OTOPLUS-ONLINE I JT-Brothers (Johan dan Joris), bengkel dari Belgia ini telah membuat beberapa motor custom dan vintage beberapa tahun terakhir, dan juga telah memenangkan banyak penghargaan.

"Tapi ini akan menjadi proyek terakhir kami," kata Joris, "Karena keadaan tidak memungkinkan lagi untuk saudara saya, Johan, untuk mencurahkan banyak waktu dan tenaga."

Joris melanjutkan, "Ada lebih banyak hal dalam hidup untuk riding atau balapan daripada menghabiskan waktu di ruang bawah tanah. Dan selain itu, saya juga memiliki pekerjaan sendiri! Jadi kami memutuskan untuk tidak akan mengerjakan proyek besar seperti ini lagi."

Proyek terakhir yang dimaksud Joris ini adalah Yellow Pearl. Triumph T140 keluaran 1977 dengan kapasitas mesin 749cc yang bercat kuning dengan kerlap-kerlip ketika terkena sinar matahari.

Johan dan Joris membeli itu akhir 2011 silam. Kondisinya waktu itu tidak jalan, dan belum rampung dimodifikasi menjadi chopper. Ditambah lagi, proses pengerjaannya tidak dilakukan dengan baik.

Mereka membeli Triumph ini untuk dibangun kembali dan diikutkan balap di Bottrop, Jerman. Alhasil, hanya mesin dan roda belakang yang masih bisa dipakai, sementara rangka hardtail bikinan sendiri tidak bisa dipakai.

Sayangnya, balapan itu ternyata dibatalkan mulai tahun itu. Setelah beberapa lama berada di kandang sebagai drag racer, motor tersebut pun akhirnya dibongkar. Tujuannya untuk dibuatkan rangka baru, pasang knalpot anyar dan beberapa komponen lainnya. Seperti replika garpu depan model klasik.

Proyek pun mulai dijalankan, dimulai dengan membeli frame Triumph 1954 yang harus dibeli dengan harga lumayan mahal.

Tak ada pilihan lain, karena bikin rangka sendiri adalah pekerjaan yang berat. Tidak diragukan lagi, rangka baru yang menggunakan lengan ayun ini jauh lebih nyaman untuk dikendarai daripada hardtail yang minus swingarm dan suspensi.

Berikutnya tinggal memasang mesin pada tempatnya. Sementara itu, garpu depan gaya klasik yang diinginkan, yaitu model girder fork punya NSU buatan awal 1900 akhirnya didapat, dan telah dimodifikasi menyesuaikan rangka baru, juga mendapat pegas baru, serta roda depan Joris 1966 6T.

Berikutnya tinggal memasang beberapa komponen seperti stang dirt tracker diameter 1" dengan kabel gas internal, yang tampak 'simple and clean' dengan handgrip model oldschool. Perhatikan juga lampu depan dan belakang yang didapat sangat murah, namun kini sudah dilengkapi dengan LED yang ditanam di dalamnya.

Urusan mesin juga tak luput dari pengerjaan, yang kali ini dilengkapi dengan pengapian Pazon dan Powerbox Boyer Bransden, sehingga tidak perlu lagi baterai.

Kemudian setelah beberapa pertimbangan, diputuskan untuk membuat knalpot sendiri, karena tidak dapat menemukan knalpot yang cocok.

Begitu banyak detail perubahan pada motor ini yang semuanya dikerjakan dengan hati-hati dan sesuai pilihan mereka sendiri.


Baca juga: Motor Custom Gaya Bagger Ini Bikinan Mantan Drag Racer Belanda, Bas Grondhuis


Sebut saja ban belakang NOS (new old stock) 16" keluaran Englebert Super Balloon. "Ban itu ternyata ban mobil dari tahun 1930-an," kata Joris sambil menambahkan tangki oli juga dicomot dari BSA B33, yang dipasang dengan tambahan filter oli eksternal untuk hasil penyaringan lebih maksimal.


Baca juga: Liputan Eksklusif: Komparasi H-D FLSTF Fat Boy 1990 dan Fat Boy 114 2020


Semua konstruksi buatan sendiri ini mengharuskan mereka bekerja selama 3 tahun untuk menyelesaikan motor ini. Bahkan pengerjaan cat pun memakan waktu lebih lama dari perkiraan.

"Selama bertahun-tahun ada ide warna yang berbeda, tetapi pada akhirnya jadilah desain ini," kata Joris. "Cat harus mencolok, tetapi tidak berlebihan. Harus indah tapi sederhana."


Baca juga: Special Report: Jajal Langsung Triumph Rocket 3 R & GT Di Tenerife, Spanyol


Hasil akhirnya pasti ditentukan oleh kepuasan yang mereka dapatkan. "Kebetulan hal seperti ini juga terjadi pada project kami sebelumnya XS chopper beberapa tahun yang lalu!"


Mmm.... jadi paham kan alasan JT-Brothers memutuskan untuk libur panjang.


Data Teknis

(Pernyataan menurut pemilik atau builder)


UMUM

Pemilik: JT-Brothers Builder: JT-Brothers Motorcycles Merek: Triumph Model: JT-Brothers Waktu pengerjaan: 3 tahun


MESIN

Tahun: 1977 Builder: Triumph/Joris Kapasitas mesin: 749cc Tipe: T140 Pompa oli: Morgo

Karburator: Amal Filter udara: velocity stack Pengapian: Pazon Ignition / Boyer Bransden Powerbox

Knalpot: JT-Brothers Girboks: 5-speed


Lain-Lain

Rangka: Triumph 1954 (dimodifikasi) Garpu depan: NSU awal 1900 Swingarm: stock

Pelek depan: Triumph 1966 21 inci, Ban: Dunlop 18" Pelek belakang: Triumph T140 dengan brake disc Ban belakang: Englebert 16" Rem: Brembo (Ducati) Sepatbor belakang: custom (pakai sepatbor depan Triumph yang dibentuk) Dudukan sepatbor: JT-Brothers (model sissybar) Tangki bahan bakar: tidak diketahui Tangki oli: BSA B33 Setang: Tracker 1" Handgrip: old school Rumah switch beserta tuas kopling dan rem: Emgo

Lampu depan: tidak diketahui (dimodifikasi dengan pemasangan LED di dalamnya) Lampu belakang: tidak diketahui (dimodifikasi dengan pemasangan LED di dalamnya) Sadel: Miller Seats / Dock66 Sissybar/sandaran: JT-Brothers Pijakan kaki, pedal rem dan kopling: JT-Brothers Engine mounting, standar samping, ignition lock dan lain-lain: JT-Brothers


CAT

Warna: Candy Yellow Tipe dan merek cat: Kustom House Painter: JT-Brothers (termasuk logo) Ide: Joris

Desain: JT-Brothers


Terima kasih kepada:

Johan dan Joris ingin berterima kasih kepada semua yang telah membantu selama pengerjaan motor ini, teman, keluarga, Frank Jordens dari Spares & Service, Swa Teuwissen, juga istri mereka Edith dan Chantal.