top of page

Viral! Pikap Mahindra 4x4 Koperasi Desa Merah Putih Mogok di Jalan: “Piye Iki Pak Prabowo... As e Tugel!”

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 5 hari yang lalu
  • 2 menit membaca
Video pikap Mahindra 4x4 Koperasi Desa Merah Putih yang mogok di jalan ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram @feedgramindo pada 3 Mei 2026.

Pikap Mahindra 4x4 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih berhenti di Jalan Lingkar Salatiga (3/5/2026), Jawa Tengah diduga alami as roda patah (Foto: Tangkapan layar Instagram@feedgramindo)
Pikap Mahindra 4x4 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih berhenti di Jalan Lingkar Salatiga (3/5/2026), Jawa Tengah diduga alami as roda patah (Foto: Tangkapan layar Instagram@feedgramindo)

OTOPLUS ONLINE I Sebuah video yang memperlihatkan kendaraan operasional program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mendadak viral di media sosial.


Dalam rekaman tersebut, sebuah pikap Mahindra 4x4 terlihat mogok di jalan, memicu sorotan publik terhadap kualitas kendaraan yang digunakan dalam program tersebut.



Video ini disebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @feedgramindo pada 3 Mei 2026, berdasarkan keterangan waktu “1 day ago” pada unggahan yang beredar.


Tak butuh waktu lama, video tersebut langsung menyebar luas ke berbagai platform seperti Threads dan X (Twitter).


Diduga kuat pikap Mahindra 4x4 yang merupakan bagian dari program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Diduga kuat pikap Mahindra 4x4 yang merupakan bagian dari program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Dalam video yang beredar, tampak sebuah pikap Mahindra 4x4 yang diduga merupakan bagian dari program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih berhenti di tengah jalan dalam kondisi tidak dapat melanjutkan perjalanan. Peristiwa ini disebut terjadi di Jalan Lingkar Salatiga, Jawa Tengah.


Yang menjadi perhatian, dari narasi yang terdengar dalam video, terdapat dugaan kerusakan cukup serius pada kendaraan. Bahkan, terdengar jelas suara perekam yang menyebut, “Piye iki Pak Prabowo... as e tugel!”, yang dalam bahasa Jawa mengindikasikan dugaan bahwa as roda kendaraan patah.



Ucapan tersebut sontak menjadi perhatian warganet dan memperkuat persepsi adanya masalah teknis pada kendaraan, terlebih karena unit disebut-sebut masih baru dan merupakan bagian dari program pengadaan pemerintah.



Respons publik pun bermunculan. Banyak yang mempertanyakan kualitas kendaraan, mulai dari daya tahan hingga proses uji kelayakan sebelum digunakan di lapangan. Tidak sedikit pula yang menyoroti pentingnya pengawasan dalam pengadaan kendaraan operasional untuk program desa.



Perlu dicatat, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi penyebab pasti kerusakan pada kendaraan tersebut. Dugaan yang beredar masih berdasarkan informasi dari video yang viral di media sosial.



Meski demikian, kasus ini dengan cepat menjadi perhatian luas karena berkaitan dengan program publik dan penggunaan anggaran negara. Kejadian ini juga menjadi pengingat penting akan perlunya kontrol kualitas kendaraan sebelum didistribusikan untuk operasional di lapangan.


Seiring viralnya video tersebut, sejumlah media nasional mulai mengangkat peristiwa ini sebagai berita, memperluas jangkauan perhatian publik terhadap kasus tersebut.


Teks: Indramawan

Foto: Tangkapan layar Instagram@feedgramindo

Sumber: Instagram@feedgramindo

Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2025 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page