Wamen Ekraf Irene Umar Dampingi Sung Kang Night Drive di Jakarta, Promosikan Film "Drifter" dan Kultur Otomotif
- Editor

- 18 menit yang lalu
- 2 menit membaca
Wamen Ekraf Irene Umar tegaskan Ekraf menjadi biro jodoh antara figur global seperti Sung Kang dengan pelaku industri kreatif Indonesia.

OTOPLUS-ONLINE I Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar memfasilitasi kunjungan aktor sekaligus sineas internasional Sung Kang untuk menjelajahi Jakarta melalui kegiatan “Night Drive” pada Senin (11/5/2026).
Dalam agenda tersebut, Sung Kang diajak menikmati suasana malam ibu kota dengan melintasi sejumlah titik ikonik Jakarta seperti Bundaran HI dan kawasan Monas bersama komunitas otomotif lokal.
Kunjungan pemeran Han dalam franchise Fast & Furious itu ternyata bukan sekadar agenda promosi biasa. Di balik kegiatan night drive bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Kang juga membawa visi besar lewat film terbarunya bertajuk Drifter.
Berbeda dengan franchise Fast & Furious modern yang kini dipenuhi aksi bombastis, Drifter justru mencoba membawa penonton kembali ke akar kultur otomotif yang lebih autentik: drifting, komunitas, dan hubungan emosional dengan mobil.
Hal itu terlihat jelas dari konsep film yang dipublikasikan melalui situs resmi DRIFTER Movie (driftermovie.com).




Film tersebut menceritakan seorang petugas kebersihan sirkuit yang memiliki bakat drifting luar biasa, tetapi dihantui masa lalu kelam dan kesulitan membangun hubungan dengan orang lain. Kesempatan masuk ke dunia drift profesional kemudian mengubah hidupnya.
Menariknya, Sung Kang tidak hanya tampil sebagai aktor. Ia juga menjadi sutradara, penulis, sekaligus produser film ini. Pendekatan tersebut membuat Drifter terasa sangat personal bagi pria yang identik dengan karakter Han tersebut.
Nuansa car culture yang kental juga terlihat dari mobil utama film ini, Toyota AE86 bernama “Lola”. Situs resmi Drifter bahkan menampilkan detail lengkap spesifikasi mobil tersebut, mulai dari body kit Pandem/Rocket Bunny hingga mesin LS3 V8 swap untuk adegan drifting ekstrem.
Pendekatan seperti ini membuat banyak enthusiast menilai Drifter lebih dekat dengan semangat Tokyo Drift dibanding Fast & Furious modern. Fokusnya bukan lagi aksi berlebihan, melainkan kultur jalanan, bengkel, dan passion terhadap mobil.
Kementerian Ekonomi Kreatif melihat kunjungan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat koneksi industri kreatif otomotif Indonesia dengan jaringan global.


“Singkat kata, Ekraf adalah matchmaking agency atau biro jodoh, karena dengan jodoh yang benar atau jodohnya tepat itu bisa mengubah kehidupan menjadi lebih baik,” ujar Irene Umar dalam keterangan resminya dikutip dari situs resmi Kemenekraf/Bekraf RI.
Irene Umar menambahkan, keterlibatan figur global seperti Sung Kang diharapkan dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai kota kreatif yang relevan di tingkat internasional sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi pelaku industri kreatif Indonesia.

Bagi komunitas otomotif Indonesia, kunjungan Sung Kang terasa lebih dari sekadar kedatangan aktor Hollywood. Ada pesan bahwa kultur otomotif Asia, termasuk Jakarta dengan car scene malam harinya, mulai dilihat sebagai bagian penting dari ekosistem car culture global.
Teks: Indramawan
Foto: Kemenekraf/Bekraf RI




Komentar