• Editor

AC Jadi Kurang Dingin? Hati-Hati, Ini Salah Satu Tanda Air Radiator Habis!

Putaran kompresor AC berhenti karena mesin menghentikannya secara otomatis akibat panas.
Waspadai ketika AC tidak dingin dan bahkan udara jadi panas (foto: Suzuki)

OTOPLUS-ONLINE I Hati-hati jika Anda menemukan AC sudah dinyalakan dalam waktu lama, tapi udara dingin tidak kunjung terasa di dalam kabin.


Atau Anda hanya merasakan angin berhembus dari blower dan terasa hangat. Sebaiknya hentikan perjalanan, karena ini bisa menjadi tanda air radiator habis.

Perhatikan indikator suhu mesin agar tidak sampai mesin alami overheating atau kepanasan yang berakibat fatal.

"Jika ini terjadi, pantau indikator suhu mesin yang ada di panel display untuk memastikannya. Jika jarum berada di tengah (antara H dan C), maka kemungkinan freon AC habis," ujar Asep Muliyana dari bengkel Anugerah AC yang ada di Jl. Raya Menganti Pengampon (depan SDN Setro), Menganti - Gresik.


Tapi jika jarum indikator suhu mesin menunjuk H (Hot), maka segera mungkin menepi dengan aman dan kemudian segera matikan mesin. "Sebab ini bisa menjadi tanda-tanda volume air radiator berkurang, atau bahkan habis!" kata Asep.

Asep Muliyana dari bengkel Anugerah AC yang ada di Jl. Raya Menganti Pengampon (depan SDN Setro), Menganti - Gresik. (foto: istimewa)

Pria Sunda ini menambahkan, penyebab AC tiba-tiba enggak dingin dan mati selain karena air radiator habis, juga karena sekring mati, atau extra-fan mati, hingga freon habis karena adanya kebocoran dan sepul yang mati karena usia pemakaian. "Karena itu perlu penanganan lebih lanjut untuk memastikannya," wanti Asep yang bisa dihubungi di nomor 0881-0265-42530 untuk konsultasi.


Baca juga: Tips Merawat Cat Dof Agar Lebih Awet


Bisa begitu karena putaran kompresor AC berhenti karena mesin menghentikannya secara otomatis akibat panas.

Buka kap mesin untuk membantu proses pendinginan mesin secara alami (foto: Suzuki)

Setelah mesin dimatikan, tunggu sampai suhunya turun atau dingin. Untuk mempercepat proses ini, bisa dengan membuka kap mesin. Tapi jangan coba-coba buka tutup radiator agar air panas tidak menerjang keluar. Jangan pula mengguyur mesin yang masih sangat panas dengan air untuk menghindari kerusakan lebih parah pada metal mesin.

Ketika suhu mesin telah normal kembali, isi radiator dengan air sehingga ketahuan volume airnya apakah berkurang atau habis (foto: Suzuki).

Baru ketika suhu mesin normal, buka tutup radiator dan masukkan air. Dari sini akan ketahuan volume air apakah berkurang, atau bahkan kering.


Baca juga: Busi Mati Dalam Kondisi Darurat? Ini Solusinya!


Sementara itu dari situs resmi Suzuki (suzuki.co.id) didapat keterangan, fungsi dari air radiator adalah untuk menjaga temperatur mesin sehingga tidak terjadi overheat. Air ini akan dialirkan ke seluruh saluran sistem pendingin yang dililitkan ke area mesin.


Air ini akan terus bergerak selama mesin bekerja atau dinyalakan. Volume air radiator sendiri dapat berkurang ketika terjadi kebocoran atau karena penguapan akibat panas berlebih dari panas.


Baca juga: Bagaimana Posisi Duduk yang Benar Saat Berkendara?


Volume air radiator mobil ini pun tidak boleh sampai habis karena bisa memicu overheat. Panas pada mesin yang tidak terkontrol bisa menimbulkan mesin mati dan kerusakan lebih parah dapat terjadi.


Tanda-Tanda Air Radiator Mobil Habis

Mengecek dan mengisi secara berkala adalah cara yang paling tepat untuk menjaga performa radiator (foto: Suzuki)

Selain bisa dideteksi dari ciri-ciri di atas, Suzuki memberikan beberapa tanda air radiator mobil habis, yang bisa diperhatikan dengan mudah. Ketika tanda ini muncul segeralah untuk mengisi air radiator yang baru dan mengecek apakah terjadi kebocoran.


Timbulnya Suara Mesin yang Kasar

Tanda pertama yang bisa Anda amati adalah munculnya suara kasar dari bagian mesin. Suara ini muncul karena mesin terlalu panas sehingga sistem pembakaran pun terpengaruh.


Proses pembakaran yang seharusnya berjalan normal, berubah menjadi lebih cepat membuat knocking di mesin. Pembakaran pada mesin pun menjadi tidak sempurna karenanya.


Ketika Anda mendengarkan suara ini, maka segera berhenti dan cek air radiator ketika mesin mulai dingin. Mengisinya kembali menjadi solusi menghilangkan suara.


Indikator Suhu Mesin Mendekati Merah

Pada bagian dashboard mobil, ada beberapa indikator yang muncul. Selain RPM Anda juga bisa dilihat indikator suhu udara. Pada saat suhu mesin normal, maka jarum berada di bagian tengah.


Namun ketika air radiator berkurang bahkan habis, maka jarum ini akan bergerak ke arah warna merah. Anda sebaiknya rutin memperhatikan jarum ini ketika sudah mengendarai selama beberapa menit.


Apabila terjadi perubahan arah jarum ke merah artinya sistem pendingin tidak bisa menstabilkan panas dari mesin secara keseluruhan. Sebelum jarum sampai ke warna merah, sebaiknya tambahkan air radiator.


Muncul Uap Air dari Kap Mesin

Tanda air radiator mobil habis yang paling berbahaya adalah muncul uap dari dalam kap mesin. Uap ini menandakan penguapan dari air radiator yang berlebihan. Sebagian besar penyebabnya adalah karena kebocoran.


Air radiator yang mengenai mesin karena bocor akan langsung menguap dan memunculkan uap air dan keluar dari kap mesin. Kebocoran bisa berasal dari selang radiator pecah, sambungan selang yang terlepas atau kebocoran water pump.


Apabila Anda rutin menambahkan air radiator maka kebocoran ini akan lebih dini terdeteksi dan tidak terjadi kerusakan yang lebih parah. Jika memang sumber uap air adalah kebocoran maka Anda harus mengatasinya sesegera mungkin.


Mesin Mengalami Penurunan Tenaga

Tanda terakhir yang bisa dirasakan adalah mengenai tenaga yang dihasilkan oleh mesin. Penurunan tenaga dapat terjadi ketika Anda berkendara dengan rpm yang tinggi.


Anda pun merasakan mobil lebih berat padahal sudah menginjak pedal gas lebih dalam. Akselerasi yang menurun ini tentu akan mengganggu performa kendaraan.


Namun jika setelah diisi air radiator mobil tetap tidak bertenaga, artinya ada masalah lain yang perlu dicek. Segera datang ke bengkel resmi terdekat untuk pengecekan secara lengkap.


Teks: Indramawan

Foto: Suzuki, Indramawan