• Editor

Bagaimana Posisi Duduk yang Benar Saat Berkendara?

Posisi duduk yang benar, nyaman, dan aman dapat tingkatkan konsentrasi, sekaligus kurangi keletihan, hingga bisa hindari kejadian tak diinginkan seperti kecelakaan.

OTOPLUS-ONLINE I Beberapa kejadian kecelakaan bisa disebabkan karena hilangnya konsentrasi, akibat tubuh terlalu letih.


Untuk itu perlu diperhatikan posisi berkendara yang ergonomis. Posisi duduk yang benar, nyaman, dan aman dapat meningkatkan konsentrasi, sekaligus mengurangi keletihan, sehingga bisa menghindari kejadian yang tidak diinginkan seperti kecelakaan.


Menurut Hariadi, Asst. To Service Dept. Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), berkendara juga harus diimbangi dengan peregangan otot dan postur tubuh yang benar.


Baca juga: Hilangnya Konsentrasi Saat Mengemudi Bisa Sebabkan Hilangnya Kendali


Agar lebih jelas, berikut ini tips ringan yang patut dicoba ketika berkendara jauh maupun dekat:


Posisi Duduk

Sebelum memulai perjalanan, pengendara harus mengatur posisi kursi mobil. Posisi duduk yang benar adalah badan tegak dan membentuk sudut 100 derajat.


Caranya dengan mengatur posisi sandaran kursi agar berada pada posisi yang tepat namun tetap rileks, serta pastikan posisi tangan dan kaki tetap bebas bergerak ketika berkendara.


Baca juga: Bahaya Microsleep Saat Berkendara Motor dan Cara Menghindarinya


Letakkan punggung menempel dengan sandaran jok atau back rest agar tidak mudah letih. Selain itu, perhatikan juga jangkauan penglihatan mata ke area exterior mirror, interior mirror, maupun blind spot area dapat terpantau jelas ketika pengendara sedang mengatur posisi kursi.


Posisi Kepala

Pastikan posisi headrest kursi sesuai dengan tinggi kepala pengemudi, dan pastikan posisi kepala tegak sejajar dengan bahu agar konsentrasi dan pandangan ke arah depan kendaraan tidak terganggu.


Tinggi headrest yang tepat dapat melindungi kepala dan leher pengendara apabila terjadi benturan keras akibat kecelakaan.


Posisi Tangan

Posisi tangan juga harus diperhatikan agar tetap bebas bergerak dan rileks. Ketika memegang kemudi, baiknya ibu jari berada di luar genggaman 4 jari Anda agar terhindar dari cedera ketika menggenggam lingkar kemudi secara penuh.


Baca juga: Tips Aman Dibonceng


Posisi tangan ketika menggenggam lingkar kemudi juga dianjurkan pada posisi arah pukul 9 dan arah pukul 3. Selalu gunakan kedua tangan ketika memegang lingkar kemudi untuk menjaga refleks bermanuver dan juga demi keselamatan.


Posisi Kaki

Posisi kaki harus disesuaikan dengan kenyamanan pengendara, karena posisi kaki yang tepat akan mencegah nyeri lutut setelah berkendara jarak jauh.


Posisi kaki tidak boleh terlalu menekuk maupun terlalu lurus. Kemudian kendalikan tinggi atau rendahnya kursi sesuai dengan postur tubuh, dan pinggul tidak boleh lebih rendah dari lutut karena akan menyumbat peredaran darah ke kaki.


Baca juga: Berkendara Irit Bahan Bakar Saat Turing Wajib Perhatikan Empat Hal Berikut Ini


Jika mobil tidak memiliki kontrol tersebut, pengendara dapat menggunakan bantal untuk menjaga pinggul

setinggi lutut.


Bagi pengendara mobil Suzuki bertransmisi manual, hindari kebiasaan kaki kiri menempel pada permukaan pedal kopling apabila sedang tidak digunakan, agar fungsi kopling dapat selalu berfungsi dengan baik.


Baca juga: Jarak Aman Berkendara untuk Antisipasi Kecelakaan Beruntun


Perlu diperhatikan juga karpet di bawah area pedal kendaraan dengan selalu menggunakan karpet

berpermukaan rata dan tidak bergelombang maupun terlipat, karena bentuk karpet yang bergelombang atau terlipat dikhawatirkan dapat mengakibatkan pedal rentan tersangkut ketika sedang diinjak. Hal tersebut sangat berbahaya bagi pengendara.


Melakukan Peregangan Otot

Berkendara dengan jarak jauh dan duduk terlalu lama harus diimbangi dengan peregangan otot. Hal ini dilakukan agar peredaran darah lancar dan pengendara tidak merasa kelelahan.


Peregangan otot dapat dilakukan setiap 2-3 jam sekali ketika badan sudah terasa pegal atau kurang nyaman selama berkendara.

“Selain fitur pendukung yang ada di mobil-mobil Suzuki seperti seatbelt, double SRS Airbag, Hill Hold Control, ESP, ISOFIX, dan lain sebagainya, keamanan saat berkendara juga perlu didukung oleh perilaku pengendara. Saat mengemudi, terutama jarak jauh, memang membutuhkan kenyamanan tapi pengendara juga tidak boleh mengesampingkan keamanan," tutur Hariadi.


Baca juga: Jalan Tol Bukan Jalan Bebas Hambatan, Dimana Kita Bisa Pacu Kendaraan Tanpa Batas


"Menjaga kenyamanan saat berkendara dilakukan agar tubuh tetap rileks dan tidak cepat lelah, sehingga dapat menghindari kecelakaan. Namun apabila terjadi kerusakan atau terdapat bagian yang membuat pengendara kurang nyaman, kami mengimbau untuk melakukan pengecekan dan perawatan di bengkel resmi Suzuki," pungkasnya.


Teks: Indramawan

Foto: SIS