top of page
  • Gambar penulisEditor

Agya GR Sport Lebih Mahal Rp50 Juta, Simak Plus-Minusnya

Basisnya sama dengan versi LCGC, tapi Agya GR Sport punya tampang lebih sporty, fitur lebih banyak dan interior lebih racing.

Toyota Agya GR Sport, versi non LCGC ini lebih mahal Rp50 juta.


OTOPLUS-ONLINE I Toyota Agya GR Sport, versi non LCGC dari Astra Toyota Agya ini dipasarkan dengan harga Rp 244.450.000-262.850.000 (OTR Surabaya).


Basisnya sama dengan versi LCGC, tapi Agya GR Sport punya tampang lebih sporty, fitur lebih banyak dan interior lebih racing.


Toyota bahkan meyematkan spesifikasi suspensi dan sistem kemudi yang lebih progresif untuk meningkatkan aspek fun to drive sesuai konsep “Move With No Boundaries” yang diusungnya.



Pantaskah hatchback ini diharga nyaris Rp50 juta lebih mahal dari versi LCGC-nya yang dipasarkan pada rentang harga Rp 174.950.000-198.350.000?


Berikut ini test drive Toyota Agya GR Sport yang kami lakukan untuk mengetahui plus dan minusnya.


Kelebihan

Tampang Sporty

All New Agya GR Sport punya 4 pilihan warna, White, Black, Yellow, dan Red, dengan opsi pilihan warna two-tone pada warna White dan Red.


Perangkat aerokit dan ornamen GR Sport yang mencakup bumper depan-belakang, gril, sideskirt, spoiler dan emblem jadi pembeda dari versi LCGC-nya.

Paket aerokit GR Sport kental aura racing.


Jika pemilik Agya LCGC ingin mendongkrak tampilan mobilnya, paket aerokit ini tersedia sebagai aksesori TCO (Toyota Customization Option) yang dapat dibeli terpisah di dealer-dealer Toyota seperti Auto2000.

Bumper belakang lebih gondrong.


Pemasangan TCO tetap akan mendapatkan garansi 3 tahun atau 100.000 km.


Interior Balap

Jok semi bucket dengan busa lebih tebal.


Jok GR Sport bergaya racing jelas membedakan dengan model LCGC-nya. Dibekali busa lebih tebal dan bahan suede imitasi yang lembut bikin jok ini nyaman diduduki meski berlama-lama.

Aksen jahitan benang merah.


Busa yang tebal ini agaknya didesain untuk mengompensasi karakter redaman suspensi yang lebih kaku.

Emblem GR Sport di scuff plate dan karpet.


Selain aksen jahitan benang merah di jok, setir dan sarung kolom transmisi aura racing makin menonjol dari logo GR Sport yang menghias setir, scuff plate sampai karpet.


Fitur

Instrument meter digital seperti di Raize 1.0 Turbo, sementara fitur wireless charging menjadikan satu-satunya di kelasnya.


Instrument meter digital, head unit berukuran lebih besar (9 inci) dan wireless charging jadi fitur tambahan yang dimiliki Agya GR Sport.

Paddle shift untuk sensasi berkendara lebih agresif, dan plafon warna hitam. Sayang kaca rias di sunvisor kini absen.


Fitur ini melengkapi paddle shift, steering switch control, jok belakang ISOFIX yang ada di Astra Toyota Agya G.


Pengendalian

Pengendaliannya lebih sigap dibandingkan Agya LCGC.


Berbeda dengan Agya LCGC yang karakter redaman suspensinya mengarah ke empuk, karakter redaman suspensi Agya GR Sport cenderung kaku.

Lebih stabil pada kecepatan tinggi.


Efek positifnya karakter pengendalian Agya GR Sport lebih sigap, body roll ketika bermanuver cepat di tikungan terasa lebih minim.

Ban Dunlop SportMaxx memiliki daya cengkeram lebih baik.


Ditunjang pula dengan diameter roda lebih besar (15 inci) juga spesifikasi sistem kemudi yang lebih presisi dan tajam.


Tidak Harus Oktan 92

Tanpa label “Minimal Oktan 92”.


Kalau untuk memenuhi regulasi LCGC, Astra Toyota Agya diwajibkan memasang stiker oktan minimal 92, di Agya non LCGC ini stiker panduan itu tidak ada.



Hanya tertera tulisan Use Unleaded Fuel Only alias hanya gunakan bensin tanpa timbal. Boleh dong pakai bensin oktan 90 asal tanpa timbal.


Kekurangan

Sudut Aerokit

Desainnya lebih nongol dari sudut terluar bumper.


Desain aerokit di sudut bumper depan menurut kami terlalu menonjol. Dari pengalaman bersama Toyota Yaris GR Sport dan Toyota Sienta Q, bila kurang berhat-hati sudut bumper dengan ornamen lips spoiler yang menonjol akan rawan menggerus tepian trotoar atau jalan.


Karakter Suspensi

Karakter suspensi dibuat lebih kaku untuk pengendalian lebih tajam


Perbedaan spesifikasi pegas spiral dan sokbreker memang punya andil pada keunggulan di sisi pengendalian Agya GR Sport tapi buat yang suka karakter suspensi empuk, lebih pas memilih Agya versi LCGC.


Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto

Comments


bottom of page