• Editor

Bagnaia Patahkan 7 Kali Serangan Marquez di 3 Lap Akhir, Sebelum Menangkan GP Aragon 2021!

Kemenangan pertama bagi Francesco Bagnaia sejak debutnya di MotoGP pada tahun 2019.

OTOPLUS-ONLINE I Tiga lap terakhir GP Aragon yang digelar Minggu, 12 September 2021 hari ini benar-benar mempertontonkan pertarungan habis-habisan antara Marc Marquez (Repsol Honda Team), dan Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team).


Keduanya memiliki ambisi untuk menang yang sama besar. Bagi Marc Marquez, kemenangan di Aragon ini sangat penting untuk mempertahankan supremasinya di sirkuit anti-clockwise atau didominasi tikungan ke kiri tersebut.

Marc Marquez belum pernah terkalahkan sebelumnya di GP Aragon sejak 2016


Ya, sejak 2016, Marquez tak terkalahkan di sini. Hanya pada 2020 dia absen dari podium GP Aragon karena harus istirahat panjang untuk pemulihan cederanya.

Francesco Bagnaia butuh kemenangan di MotoGP setelah empat kali runner up


Sementara bagi Bagnaia, kemenangan di GP Aragon adalah kesuksesan yang tertunda. Beberapa kali pembalap muda berusia 24 tahun asal Turin, Italia ini hampir menjadi juara seri, sebelum terjadi kesialan atau hal tak diinginkan lainnya.


Baca juga: Johann Zarco Ungkap Turing 950 Km ke GP Aragon Naik Motor Ternyata Ide Pramac Racing


Seperti di GP Emilia Romagna pada 2020, ketika dia tersingkir setelah memimpin lebih dari setengah balapan.

Bagnaia, yang naik ke tim pabrikan Ducati dari Pramac tahun 2021 ini, juga mengalami kecelakaan di Mugello awal tahun ini saat memimpin balap.

Start pada posisi pertama (pole position), Bagnaia mampu pertahankan posisi terdepan, sementara Marquez menyodok ke posisi dua setelah start dari posisi ke-4


Baru pada balapnya di MotoGP yang ke-42 sejak debutnya di 2019 yang telah menghasilkan hasil terbaik empat kali runner-up, memberinya kemenangan besar. Sebuah kemenangan yang didapatnya dengan tidak mudah.

Marquez sedang bersiap melancarkan manuvernya


Bayangkan, pada 3 lap terakhir, Bagnaia harus menangkis tujuh kali serangan yang dilancarkan Marquez!

Pada lap 21, Marquez melancarkan serangan pertamanya di Tikungan 5.

Marquez melancarkan serangan ke bagian dalam Bagnaia


Meski Marquez bisa mempertahankan racing line-nya saat keluar tikungan, namun Bagnaia langsung masuk dan mengambil posisi terdepan lagi. Hal yang sama persis juga terjadi di tikungan 15.

Marquez tidak menemukan titik kelemahan Bagnaia, yang menurutnya memiliki corner speed melebihi Andrea Dovizioso


Marquez mengulangi upayanya di dua tikungan yang sama pada lap berikutnya, tetapi sekali lagi serangan itu berhasil dipatahkan oleh Bagnaia.


Baca juga: Tim dan Pembalap Surabaya Mulai Latihan Lagi, Kenjeran Park Dijadikan Tempat Latber


Hingga pada lap terakhir, Marquez coba menyalip Bagnaia di tikungan pertama, namun melebar, dan begitu juga di tikungan 5 yang lagi-lagi berhasil diredam oleh Bagnaia.

Bagnaia langsung menusuk ke bagian dalam Marquez yang melebar dari racing line


Marquez melemparkan satu upaya serangan terakhir ke Bagnaia di tikungan 12 ke kiri, tetapi serangan ini gagal karena Marquez terlalu melebar, sehingga dia harus rela melihat Bagnaia mengambil chequered flag dengan jarak 0,673 detik di depannya.

Bagnaia menang 0.673 detik atas Marquez


“Saya melihat Marquez menyalip di titik-titik masuk tikungan, dan kebetulan saya kuat di titik-titik keluar tikungan tersebut," kata Bagnaia.


Baca juga: M. Zulmi Komentar Soal Target 2 Medali Emas Tim Motocross Jawa Timur di PON XX Papua


"Dan di lap terakhir, dengan kondisi ban belakang yang telah kehilangan cengkeramannya, lebih mudah untuk mengambil lagi posisi terdepan dari dia."

Marquez memberikan selamat kepada Bagnaia


“Seperti di serangan terakhir pada lap 12. Saya saat itu sudah melakukan pengereman keras, dan ketika saya lihat dia mencoba menyalip, saya langsung yakin, dia pasti melebar. Sehingga saya mencoba sebaik mungkin menjaga racing line saya di beberapa tikungan teakhir," jelas Bagnaia.

Bagnaia lega dengan setelah berhasil meraih kemenangan pertamanya di MotoGP


Sementara itu Marquez mengatakan, Bagnaia membalap seperti Dovizioso dalam pertarungan mereka di GP Aragon ini.


Marquez mengatakan, hanya Bagnaia yang mampu menjaga kecepatan di tikungan. “Saya mencoba menganalisis di mana dia cepat, dan di mana titik lemahnya,” kata Marquez. “Tapi tidak ada titik lemah. Di semua trek balap dia cepat."

Marquez mengaku tidak menikmati jalannya balap, meski mengakui itu adalah duel yang seru


“Saya bertarung berkali-kali melawan Dovizioso. Pecco (Bagnaia) sama dengan Dovizioso, tapi dengan kecepatan di tikungan (speed corner) lebih kencang.


“Jadi, saya bilang, ‘oke, di mana saya bisa menyalip?’ Saya tidak menemukan tempat untuk menyalip karena dia mengerem lebih lambat dari saya, dan menghentikan motor lebih baik dan berakselerasi lebih baik."


Baca juga: Sean Gelael Pembalap Indonesia Pertama di Balap 24 Hours of Le Mans dan Langsung Podium!


“Saya sedikit lebih cepat di beberapa titik pengereman, terutama di sisi kiri. Di sisi kanan saya banyak kesulitan," ungkap Marquez.


"Tapi masalahnya, setiap kali saya mencoba dan berada di batas maksimal saya, sehingga harus mengurangi sedikit, saya lihat dia bisa kembali dengan kecepatan yang baik."

Bagnaia dan Marquez sesaat sebelum wawancara dan selebrasi podium


Di akhir komentarnya Marquez berharap pecinta MotoGP menikmati pertarungan tersebut. “Itu adalah balapan yang hebat!" kata Marquez yang meskipun mengaku tidak menikmati balapan itu.


“Saya tidak menikmatinya di atas motor, saya lebih menderita daripada yang saya nikmati, tapi malam ini akan menyenangkan dengan pizza menonton balapan,” senyum Marquez.

Selebrasi podium GP Aragon 2021, Francesco Bagnaia juara pertama, Marc Marquez juara kedua, dan Joan Mir juara ketiga


Sebagai informasi, di GP Aragon ini Marquez dua kali mengalami kecelakaan saat sesi latihan bebas pada hari Jumat dan hari Sabtu.



Teks: Indramawan

Foto: Motogp.com