• Editor

Panduan Singkat Pilih Harley-Davidson Sportster Seken dan Cara Merawatnya

Harga seken HD Sportster full paper berkisar Rp180-300 jutaan.

Naik HD, kadar ketampanan bisa naik 100%


OTOPLUS-ONLINE I Buat sebagian orang, selain tampilannya yang gagah dan bersuara 'blaaar'!!! Harley-Davidson jadi simbol sukses. Tak heran meski harganya ratusan juta, tetap saja jadi incaran.


Ada 5 model popular yang jadi incaran penggemar HD yakni; Touring, Softail, Dyna, Sportster dan VRSC. Di antara kelima model tersebut, Sportster jadi varian paling terjangkau.


“Harga seken HD Sportster full paper berkisar Rp180-300 jutaan,” ungkap Andromeda Malamsaga, pemilik bengkel Bestech Garage yang bermarkas di Trangkil, Pati, Jawa Tengah.


Baca juga: Liputan Eksklusif: Komparasi H-D FLSTF Fat Boy 1990 dan Fat Boy 114 2020


Menurut Andro, selain harganya lebih terjangkau, Sportster disukai lantaran ukurannya cocok dengan postur rata-rata orang Asia yang tingginya berkisar 170 cm.

Posisi berkendara Sportster XL1200 santai dengan setang yang tinggi


Posisi berkendaranya nyaman dengan pilihan tinggi setang 10 dan 12 inci dengan dua pilihan posisi kaki, forward control atau middle control. Soal konsumsi BBM juga jadi kelebihan Sportster meski mesinnya berkapasitas 883cc dan 1.200cc.


Baca juga: Modifikasi H-D FLHR 2006 Ini Terinspirasi Ferrari 458 Speciale


Pilihan mesin itu juga memberikan keleluasaan memilih. Buat yang suka dengan karakter smooth bisa memilih Sportster 883 sementara buat yang suka karakter galak pilihannya Sportster 1200.

Model sebelum 2004 (kiri) belum menggunakan rubber mounting


Berbeda dengan Sportster buatan setelah 2004 yang sudah menggunakan engine rubber mounting, model sebelum 2004 masih menggunakan solid bracket mounting sehingga getaran langsung ditransfer ke sasis.


Panduan Membeli Sportster

Andro kemudian memberikan panduan membeli Sportster idaman seperti berikut ini:


Kelengkapan Standar

Harga part HD gak ada yang murah meski sekarang makin mudah didapatkan lewat marketplace. Oleh karena itu pastikan semua kelengkapan standar sampai pernak-pernik pendukungnya komplet.


Suara Kasar

Kalau terdengar suara kasar dari sisi kanan, kemungkinan tappet pushrod sudah aus. Sementara kalau suara kasar muncul dari sisi kiri biasanya bersumber dari drive chain miulai longgar atau adjuster tensioner chain aus termakan usia.


Kebocoran Oli

Perhatikan kebocoran oli di sekitar kepala silinder dan primary cover. Jika terlihat rembesan oli itu petunjuk paking sudah getas


Cek Diskbrake

Apabila permukaan cakram terlihat tidak rata, itu jadi petunjuk kalau piston kaliper rem macet


Drive Belt

Bila permukaannya terlihat pecah, tandanya drive belt harus diganti.


Tips Perawatan: Wajib Panasi Mesin

Memanasi motor sebaiknya dipakai jalan seperti yang kami lakukan di Minggu pagi kemarin


Selanjutnya jika Sportster idaman sudah menghuni garasi rumah jangan lupa untuk memperhatikan volume oli, baik mesin atau primary. “Sebenarnya perawatan HD sama saja dengan sepeda motor pada umumnya,” tukas Andro.


Selain mengecek volume pelumas, hal lain yang perlu dilakukan adalah memanasi mesin secara rutin untuk mencegah oli mengendap dan mengurangi risiko aki tekor.


Baca juga: H-D Sportster 883 Bisa Tampil Nakal ala Chopper Bobber dengan Rangka dan Bodi Orisinal


Heri Nur Khamid pemilik Sportster 1995 mengatakan, “Setidaknya motor ini perlu dipanasi seminggu sekali.” Sebab kalau tidak, aki bisa tekor.


Heri pernah mengalami beberapa kali tekor aki. “Jangan dijumper, aki bisa jebol seperti yang saya alami,” tukas Heri yang owner 303 Custom Garage di Pati ini. Sebagai informasi harga aki genuine HD berkisar 5-6 juta, kalau untuk yang aftermarket Rp2,5-3 juta.

Posisi berkendara Sportster Forty Eight, nyaman meski kaki selonjor


Memanasi Sportster sebaiknya tidak hanya diam di tempat. Bawa jalan, turing tipis-tipis atau sekadar sunmori sudah cukup seperti yang dilakukan Heri yang mengajak OTOPLUS-ONLINE sunmori dengan rute Pati-Purwodadi yang berjarak 45 kilometer. Heri dengan Sportster XL 1200 1995 dan OTOPLUS-ONLINE membesut Sportster Forty Eight 2014.

Stabilitasnya bisa diandalkan


Kami berdua jalan santai dengan kecepatan 60 – 70 km/jam. Sesekali kalau jalanan lengang motor kami bejek sampai 100 km/jam. Maklum saja, jalanan yang mulus didukung dengan kapasitas motor yang besar (1200cc) serta bodi motor yang tak terlalu besar membuat manuvernya lincah.

Mampir sarapan Sego Tewel masakan khas lereng Kendeng yang ada di wilayah Kecamatan Tambakromo, tepatnya di selatan Pasar Tambakromo


Memasuki Kecamatan Sukolilo, kondisi jalan kurang bersahabat, beberapa titik berlubang dan bergelombang. Untungnya karakter suspensi kedua Sportster ini empuk sehingga cukup melibas permukaan jalan bergelombang. Mendekati jalur Pegunungan Kendeng jalannya makin menantang dengan jalur menanjak dan berkelok.

Teks: Djansen

Foto: Nugroho Sakri Yunarto, Djansen