• Editor

Pirelli Kembangkan Run Flat Tyre Untuk Antisipasi Pertumbuhan Mobil Listrik

Ban tipe ini bisa terus melaju tanpa angin dengan aman hingga sejauh 80 kilometer dan kecepatan maksimum 80 km per jam.

Keberadaan baterei di mobil listrik menyita ruang bagasi sehingga penggunaan ban jenis Run Flat Tire menjadi mutlak


OTOPLUS-ONLINE I Teknologi Run Flat Tire (RFT) memungkinkan mobil yang menggunakan ban tipe ini bisa terus melaju tanpa angin dengan aman hingga sejauh 80 kilometer dan kecepatan maksimum 80 km per jam. RFT telah diadopsi beberapa produsen mobil seperti Audi, BMW, Mercedes-Benz dan Alfa Romeo. Setelah Bridgestone, Michelin, Hankook kini Pirelli ikut meramaikan bursa ban RFT.

Ban jenis RFT yang digunakan BMW X1


Keputusan itu didasari akan semakin berkembangnya pasar ban RFT seiring semakin populernya mobil listrik. Untuk diketahui, di sebagian mobil listrik tak lagi memiliki roda cadangan lantaran ruang yang biasanya digunakan untuk menyimpan roda cadangan dimanfaatkan sebagai lokasi penempatan baterei. Teknologi RFT dipastikan akan memainkan peran penting dalam sistem kendaraan otonom di masa depan.


Baca juga: Karena Pandemi, Tren Pelek 2021 di Surabaya Bergeser Seperti Ini


Pirelli sendiri telah mengembangkan teknologi RFT sejak tahun 2001 dengan memanfaatkan data dan riset selama kiprah mereka di dunia reli dunia. Ban mobil reli didesain memiliki struktur kuat sehingga tetap dapat melaju pada kecepatan tinggi meski tanpa tekanan angin. Selama dua dekade ini sudah lebih dari 1000 racikan ban RFT yang dikembangkan Pirelli ban dengan lebih dari 50 model dan ukuran baik itu ban musim dingin, ban musim panas atau ban segala cuaca (all weather).

Dinding ban RFT diperkuat sehingga tetap dapat menopang bobot kendaraan meski tanpa angin


Penelitian dan pengembangan nonstop pada material dan proses baru memungkinkan Pirelli meningkatkan kenyamanan berkendara dalam beberapa tahun terakhir.


Berkat teknologi baru dalam struktur ban serta kemajuan dalam bahan yang digunakan, ada peningkatan kenyamanan bagi pengemudi dan ketahanan guling yang lebih baik, dengan konsumsi bahan bakar yang lebih sedikit dan emisi gas buang lebih sedikit.


Baca juga: Mau Pasang Pelek Aftermarket? Lebih Baik Sesuaikan dengan PCD Standar


Cara ban ini menyerap guncangan ketika melintas gundukan di jalan telah disempurnakan dari waktu ke waktu, hingga memiliki tingkat kenyamanan yang sama dengan ban standar.


Lebih dari 50 model ban Pirelli yang dihomologasi memiliki label 'run flat' di dinding samping, bersama dengan tanda yang menunjukkan pabrikan mobil individu yang dimaksudkan.

Label Run Flat membedakan dengan ban standar


Pada beberapa ban, teknologi ini dipadukan dengan teknologi peredam bising Pirelli Elect dan PNCS. Pirelli Elect didedikasikan untuk kendaraan listrik dan difokuskan pada hambatan gelinding rendah, kebisingan ban berkurang, cengkeraman langsung, dan struktur yang dapat menopang berat kendaraan bertenaga baterai.


Sementara PNCS difokuskan untuk mengurangi kebisingan ban lewat penggunaan bahan peredam suara khusus di bagian dalam ban.


Baca juga: Driving Impression BMW X5 xDRIVE40i xLINE (Bagian 1): The Intimidating Boss


Ada juga teknologi Pirelli Seal Inside untuk melindungi dari tusukan. Jika terjadi kebocoran hingga empat milimeter, zat tertentu di dalam ban akan membentuk segel yang membungkus benda asing segera setelah menembus ban, mencegah udara keluar dan ban kehilangan tekanan.


Saat objek diekstraksi, bahan yang sama menutup lubang yang dihasilkan, yang berarti pengemudi dapat terus berkendara dengan aman dan nyaman maksimal.

Teks: Nugroho Sakri Yunarto

Foto: Nugroho Sakri Yunarto, Pirelli