• Editor

Riding Impression Kawasaki Ninja ZX-25R: Kali Ini Kita Coba untuk Turing Luar Kota

Beberapa waktu lalu, kami sudah coba Ninja ZX-25R ini untuk harian, dikebut di sirkuit juga sudah. Nah bagaimana rasanya dipakai turing luar kota?

Kali ini kami bawa Ninja ZX25-R keluar kota


OTOPLUS-ONLINE I Untuk rute, kami ajak unit test ride Ninja ZX-25R 2020 milik dealer Kawasaki Jemursari ini menjelajah rute Surabaya - Trawas untuk mengetahui karakternya ketika dipakai turing. Rute ini kami pilih dengan mempertimbangkan masa akan diberlakukannya PPKM Darurat, pada 3 Juli 2021 lalu.

Libas tanjakan berasa seperti jalan mendatar


Selain jarak yang tidak terlalu jauh, medan yang disodorkan cukup lengkap. Trayek Surabaya-Sidoarjo-Mojosari didominasi jalan mendatar dan dominan lurus, Sementara rute Mojosari-Trawas didominasi jalan menanjak dengan variasi jalan berkelok.


Pada rute balik, Trawas-Mojosari medannya berubah jadi jalan menurun. Dengan begitu dapat memberi gambaran utuh bagaimana karakter sportbike ini saat dipakai turing.


Posisi Berkendara

Jalan jauh naik ZX25-R ternyata tidak melelahkan


Seperti telah kami singgung pada bahasan sebelumnya, ergonomi Ninja ZX25-R ini bukan pure sport. Setangnya memang membuat pengendara merunduk tapi tidak sampai bergaya balap. Begitu juga letak footstep, yang masih tegak lurus dengan pantat pengendara.


Baca juga: Riding Impression Kawasaki Ninja ZX-25R (1): Bagaimana Rasanya untuk Pemakaian Sehari-hari?


Untuk test rider OTOPLUS-ONLINE yang berpostur 162 cm, posisi berkendara terasa bersahabat. Kaki tidak lekas capek, tinggal atur posisi tubuh agar tidak terlalu membungkuk dengan menguatkan otot punggung agar otot lengan dan pergelangan tangan tidak cepat pegal.

Salah satunya berkat jok yang lebar dan empuk


Desain jok yang melebar di bagian belakang didukung dengan kontur busa yang empuk berperan positif menyumbang kenyamanan saat berkendara jauh.


Jarak jok ke tanah sejauh 785 mm juga friendly untuk OTOPLUS-ONLINE. Ringkasnya, ergonomi berkendara Ninja ZX25-R tergolong nyaman ketika dipakai turing.


Pengendalian

Bodi dan sasis terasa menyatu, menaklukkan tikungan menurun terasa menyenangkan


Rangka Ninja ZX-25R menggunakan material high tensile steel dengan model trellis. Seperti telah kami sampaikan pada artikel Riding Impression sebelumnya, konstruksi rangka membuat bodi dan sasis berasa seperti satu kesatuan yang utuh, sehingga mudah bergerak gesit dan diajak bermanuver. Hal itu dapat kami rasakan saat turing.


Di kecepatan tinggi kombinasi aerodinamika dari bodi dan karakter sasis membuatnya nyaman dipakai jalan jauh. Bermanuver mendahului kendaraan lain atau menikung di daerah pegunungan, Ninja ZX25-R begitu nurut meski kami sempat merasakan gejala goyang di setang ketika melepas gas sesaat setelah keluar tikungan di jalanan menanjak. Saat itu Power Mode di posisi F (Full) dan KTRC di level 2.


Baca juga: Riding Impression Kawasaki Ninja ZX-25R (2): Pengendalian dan Karakter Suspensi


Analisa kami sih kemungkinan performa ban Dunlop seri Sportmax GPR300 bawaan pabrik berukuran 110/70-17 (depan) dan 150/60-17 (belakang) pada unit tes milik PT Kawasaki Motor Indonesia yang peminjamannya difasilitasi oleh PT Surapita Unitrans, main dealer Kawasaki Jatim ini mulai menurun, pasalnya saat kami pinjam, odometer telah menunjukkan angka 7.092 km.


Tapi overall kami bisa menyimpulkan kalau kontruksi rangka Ninja ZX-25R dan jarak sumbu roda 1.380mm menyodorkan ketenangan tinggi dan feedback yang baik kepada pengendara. Keunggulan juga berkat kombinasi sok depan Showa model inverted 37 mm, Separate Function Fork-Big Piston (SFF-BP) with top out spring dan sok belakang gas yang dipasang dengan layout horizontal yang dijuluki Kawasaki Horizontal Back-link.


Memaksimalkan Power Mode dan KTRC

Posisikan Power Mode di F dan non aktifkan KTRC lalu rasakan performa murninya


Pada pengetesan ini memungkinkan kami merunut satu per satu karakter yang keluar dengan mengubah setelah Power Mode dan KTRC.


Sebagai reminder, Ninja ZX25-R dibekali Power Mode dengan pilihan Full (F) dan Low (L). Motor ini juga dibekali dengan sistem control traksi (Kawasaki TRaction Control) 3 tingkat dan dapat dinonaktifkan. Pada kondisi default, posisinya akan ada di F 1.


Traksi kontrol berperan mengintervensi tenaga yang sampai ke roda belakang agar tidak spin (selip). Makin tinggi angkanya, makin kuat intervensinya. Di atas jalan yang kering intervensinya mungkin tidak akan terlalu terasa, namun di atas jalan basah fitur ini benar-benar akan terasa khasiatnya.


Baca juga: Riding Impression Kawasaki Ninja ZX-25R (3 - Habis): Karakter Mesin dan Performa


Saat pengetesan karena kondisi jalan kering, halus dan lancar kami memilih untuk mematikan KTRC dan memosisikan Power Mode pada pilihan F.


Alhasil kami dapat benar-benar menikmati performa murni motor sport yang dipasarkan dengan harga Rp 120,9 juta (OTR Surabaya) ini.


Saat ingin jalan sedikit santai, mode kami posisikan di L dan KTRC 1, walau mode santai tersebut di beberapa ruas jalan tetap saja memungkinkan kami meraih kecepatan 120-130 km/jam hanya dengan mengandalkan gigi 4.


Baca juga: Kawasaki Ninja ZX-25R 2022 Tersedia dalam Warna dan Stripping Baru


Oh ya, kenyamanan berkendara luar kota dengan Ninja ZX25-R khususnya varian SE sangat terbantu dengan kehadiran Kawasaki Quick Shift.


Teknologi ini memungkinkan perpindahan gigi dilakukan tanpa menarik tuas kopling dan menyesuaikan putaran throttle. Alhasil perpindahan gigi baik naik atau turun dapat dilakukan sangat singkat.


Baca juga: Apa Saja Teknologi Ninja ZX-25R 2022?


Jika dilakukan pada putaran tinggi, hentakannya nyaris tidak terasa namun bila dilakukan pada putaran rendah, hentakannya masih terasa. KQS efektif kegunaannya saat mendahului kendaraan besar seperti truk atau bis.


Performa Rem Super

Performa rem depan rem depan yang mengandalkan cakram semi-floating 310 mm dengan radial mount monobloc opposed caliper 4 piston istimewa


Kawasaki Ninja ZX25-R dibekali rem depan cakram semi-floating 310 mm dengan radial mount monobloc opposed caliper 4 piston, sementara rem belakang cakram 220 mm kaliper 1 piston.

Suspensi belakang mengandalkan lengan ayun model pisang dengan sok belakang gas dipasang dengan layout horizontal yang dijuluki Kawasaki Horizontal Back-link menyumbang pengendalian yang mantap


Sistem remnya dilengkapi dengan ABS (Anti-lock Braking System). Soal performa, saking istimewanya kemampuan rem depan, kami bahkan hanya menggunakan rem belakang seperlunya saja sepanjang perjalanan. Sentil sedikit saja tuas rem, rem akan aktif dan pakem.


Kehadiran ABS juga membuat kami tidak khawatir ketika harus melakukan panic brake imbas pengendara yang menyebrang seenaknya atau kendaraan lain yang mengerem mendadak. Super deh!


Konsumsi BBM

Pada perjalanan ini kami juga mengukur konsumsi bahan bakar riil dengan metode full to full. Untuk trip sejauh 152,4 kilometer, diperlukan suplai bensin beroktan 92 (Pertamax) sebanyak 6,223 liter.


Artinya konsumsi bahan bakar rata-rata Ninja ZX25-R di jalanan luar kota berkisar 24,489 km/liter. Lebih irit daripada yang diinformasikan instrument meter yang menunjukkan raihan 4,7 liter/100 km atau 21,27 km/liter.


Teks: Ariyanto Sasongko

Editor: Nugroho Sakri Yunarto

Foto: Nugroho Sakri Yunarto, Hendra Sonie