• Editor

Siasati Keterbatasan SPKLU, DFSK Sasar Armada Perusahaan untuk Pemasaran Gelora E

"Kita bisa pasang Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di pool armada itu. Misalnya dari gudang ke Tanah Abang, kita pasang di situ infrastrukturnya." (Rifin Tanuwijaya - Sales and Marketing Director PT Sokonindo Automobile).

Keterbatasan infrastruktur menjadi salah satu alasan DFSK lebih memilih kendaraan komersial untuk Gelora E, dibanding sedan atau SUV


OTOPLUS-ONLINE I PT Sokonindo Automobile, atau yang dikenal dengan merek DFSK kiranya tak main-main menyasar segmen kendaraan elektrivikasi. Melalui Gelora E, DFSK optimis Indonesia dapat menjadi pasar potensial untuk mobil listrik, seperti negeri leluhurnya di Cina, atau negara semacam Norwegia.


Namun tampaknya semangat DFSK masih terganjal oleh kesiapan infrastruktur, dalam hal ini sarana penyedia listrik, dan dukungan pemerintah Indonesia secara optimal, untuk program kendaraan listrik di Tanah Air.

Rifin Tanuwijaya, Sales and Marketing Director PT Sokonindo Automobile menjelaskan DFSK Gelora E menyasar pasar fleet


“Kendaraan listrik umumnya terdiri dari dua komponen utama, motor dan baterai. Perlu diakui harga baterai masih relatif mahal. Tetapi kita lihat, selama ini pemerintah bisa memberikan subsidi untuk bahan bakar, dan kendaraan konvensional. Kenapa tidak pula untuk kendaraan listrik?,” urai Rifin Tanuwijaya, Sales and Marketing Director PT Sokonindo Automobile, saat berlangsung buka puasa bersama media, dengan menjaga protokol kesehatan ketat, di salah resto di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (23/4).

DFSk Gelora E memiliki waktu pengecasan relatif lebih cepat


Memang ketika bicara kendaraan listrik, salah satu infrastruktur pentingnya adalah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Disadari, akan butuh banyak lokasi SPKLU, seperti halnya bertebarannya lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang diperuntukkan bagi kendaraan konvensional.


“Itu juga menjadi salah satu pertimbangan bagi kami, dengan lebih memilih untuk meluncurkan DFSK Gelora E versi kendaraan komersial, berbentuk minibus. Tidak seperti produsen mobil listrik di Indonesia kebanyakan, yang condong lebih melirik model SUV, sedan, atau kendaraan penumpang,” tandasnya.


Lanjut Rifin, lumayan sulit membayangkan berkendara mobil listrik jenis sedan atau SUV di Indonesia. Ketika dipakai perjalanan ke luar kota, lalu belum adanya dukungan SPKLU di jalan-jalan yang dilalui kendaraan tersebut. Bagaimana bila kehabisan tenaga baterai di tengah jalan?


Baca juga:

Terkait hal itu pula, DFSK pun punya siasat cerdas dalam mengantisipasi keterbatasan infrastruktur tersebut. Yakni dengan memilih target perusahaan-perusahaan, sekaligus sebagai strategi untuk menangkap peluang di pasar fleet.


"Kalau kendaraan komersial umumnya banyak digunakan perusahaan-perusahaan, menyasar pasar fleet, baik minibus atau van angkut barang. Jangkauan sementara perusahaan-perusahaan di daerah Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan lainnya. Rutenya jelas, dari pool berangkat, hingga lokasi tujuan,” jelas Rifin.

Salah seorang SPG di booth DFSK mempraktekkan pengisian listrik Gelora E


Artinya, pemasangan SPKLU tinggal dilakukan di pool keberangkatan, dan di lokasi akhir tujuan. "Kita bisa pasang SPKLU di pool armada itu. Misalnya dari gudang ke Tanah Abang, kita pasang di situ infrastrukturnya," ujarnya seraya menyebutkan, bahwa perusahaan atau pelaku bisnis membutuhkan kendaraan operasional yang hemat, termasuk perawatan yang mudah seperti DFSK Gelora E.

Menhub RI Budi Karya Sumadi (kanan) melihat DFSK Gelora E di area Parkir Stasiun Bekasi


Sejalan dengan itu, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga mendukung langkah yang dilakukan DFSK. Seperti dikatakan Menhub Budi Karya Sumadi, dalam sebuah kunjungan ke DFSK beberapa waktu lalu, bahwa Gelora E juga cocok untuk Feeder dan Shuttle Bus.


Bahkan dijelaskan Rifin, ada wacana untuk menggunakan DFSK Gelora E sebagai kendaraan semacam Jak Lingko di wilayah Kota Solo, Jawa Tengah untuk uji coba. Malah ada rencana melibatkan Gelora E di Sirkuit Mandalika, sebagai kendaraan operasional wara-wiri pengunjung di dalam sirkuit.

Uji coba DFSK Gelora E untuk semacam kendaraan Jak Lingko di Kota Solo, Jawa Tengah


“Masih dibicarakan. Karena terkait jumlahnya. Maklum Gelora E masih impor, jadi kami juga masih belum sanggup menyediakan banyak-banyak kalau belum pasti. Tetapi untuk armada atau fleet perusahaan-perusahaan, kami akan mulai bergerak Agustus tahun ini,” pungkas Rifin penuh semangat.


Teks: Setiawan AS

Foto: Setiawan AS & DFSK