• Editor

Top Speed Toyota Raize Mentok 160 Km/Jam!

Angka 160 km/jam di spidometer bisa diraih effortless, melebihi ekspekstasi kami, mesin kecil ini bahkan sigap, tidak terasa ngoyo diajak ngebut meski dengan transmisi CVT.

OTOPLUS-ONLINE merasakan impresi lengkap Toyota Raize 1.0T GR Sport CVT


OTOPLUS-ONLINE I Seusai janji saat peluncurannya pada 30 April 2021 lalu, Auto2000 Jawa Timur akhirnya mengadakan acara Test Drive Toyota Raize & Media Gathering pada 8 Juni 2021.


Start dari Auto2000 Ahmad Yani, Surabaya, rombongan media diajak mencoba Toyota Raize bermesin 1.000 cc turbo menuju Highland Grill di kaki Gunung Arjuno, Lawang, Kabupaten Malang.


Baca juga: Toyota Raize Diluncurkan di Surabaya

Jadi penasaran, seperti apa performa mesin 1.000cc (tepatnya 998 cc) ini


“Kita akan buktikan bersama-sama kemampuan mesin 1.000 cc-nya,” kata Judianto, Operation Manager Auto2000 Jatim.

Start dari Auto2000 Ahmad Yani Surabaya


Faris Henky Kurniawan, Korwil Auto2000 Wilayah 2 yang semobil bersama OTOPLUS-ONLINE menuturkan, “Rute ini sengaja kami pilih karena menyuguhkan kombinasi medan yang beragam, mulai kepadatan lalu lintas saat menuju tol, jalan bebas hambatan dan jalan menanjak, sehingga rekan-rekan dapat merasakan kemampuan Toyota Raize secara lengkap.”

Varian 1.0T GR Sport CVT

Auto2000 Jatim sudah menerima 148 SPK sejak awal Juni


Pada kegiatan ini, Auto2000 Jatim menyiapkan 6 unit test car yang terdiri dari 5 unit varian 1.0T GR Sport bertransmisi CVT dan 1 unit 1.0 GR Sport TSS CVT. OTOPLUS-ONLINE kebagian varian 1.0T GR Sport CVT.

Moncong Raize mengedepankan unsur sporty. Headlight di semua Varian GR Sport dilengkapi dengan DRL dan lampu sein sekuensial, dan sideskirt merupakan standar di semua varian 1.0T GR Sport


Varian 1.0T GR Sport CVT dipasarkan dengan harga Rp 263.383.000 (One Tone) dan Rp 265.983.000 (Two Tone).

Perangkat Aero Kit (bumper depan-belakang dan sideskirt) didesain tak hanya sporty, tapi juga mendongkrak aspek aerodinamika. Varian GR Sport dibekali roda 17 inci dengan ban 205/60-17 dan pelek bercat hitam terkesan gagah dan eksklusif, termasuk ban serepnya


Sementara varian 1.0T GR Sport TSS CVT dibanderol Rp 281.133.000 (One Tone) dan Rp 283.533.000 (Two Tone). “Sejak awal Juni ini kami sudah menerima sebanyak 148 SPK,” tukas Judianto.

Kabin Belakang Cukup Nyaman

Etape pertama OTOPLUS-ONLINE memilih jadi penumpang di jok belakang dulu untuk merasakan bagaimana rasanya jadi penumpang.

Buat OTOPLUS ONLINE yang berpostur 180 cm, ruang kaki di baris kedua masih terasa memadai meski jok depan dimundurkan nyaris maksimum


Eh ternyata kabin belakang cukup akomodatif. OTOPLUS-ONLINE yang berpostur 180 cm merasakan ruang kaki masih terasa lega meski tidak bisa selonjor, begitu juga ruang kepala yang menyisakan sekitar 4 jari.

Seatbelt warning akan menyala apabila penumpang di baris belakang ada yang belum memakai seatbelt


Bangku baris kedua ini dapat memuat 3 penumpang, buktinya disediakan 3 headrest dan 3 seatbelt 3 titik yang telah dilengkapi fitur Seatbelt Warning yang akan mengingatkan pengemudi apabila ada penumpang yang belum atau tidak mengenakan sabuk pengaman.


Meski alas jok tidak menopang paha seutuhnya, tapi masih cukup nyaman kok diduduki setidaknya sampai memasuki rest area KM 754.

Rasakan Keunggulan Platform TNGA

Berkat platform TNGA, compact SUV ini lebih menyodorkan aspek fun to drive


Pada etape kedua, OTOPLUS-ONLINE memiilih duduk di balik kemudi. Oh ya, sebagai informasi, Toyota Raize dibangun menggunakan platform TNGA (Toyota New Global Architecture) yang menawarkan 5 keunggulan, yaitu kualitas mengemudi, kenyamanan yang lebih baik, sodoran fitur terkini, performa hebat dan keamanan berkendara. Kami pun fokus mencoba merasakan keunggulan yang disodorkan platform TNGA.

Setir di semua varian GR Sport berbalut kulit, memberi sedikit sentuhan elegan di area pengemudi


Pertama soal kenyamanan, setir Raize memang tidak dilengkapi setelan reach tapi posisi mengemudi ideal bisa didapat lewat dengan menyetel ketinggian kemudi dan jok.


Dari sisi ergonomi berkendara, kami langsung merasakan compact SUV ini lebih baik dibandingkan saudaranya seperti Avanza atau Rush.


Baca juga: Raize dan Rocky, Produk Kolaborasi Terbaru Toyota dan Daihatsu


Kalau di Avanza atau Rush, ketika jok digeser mundur untuk mengakomodir panjang kaki OTOPLUS-ONLINE yang berpostur 180 cm, setir jadi kejauhan. Jika jok digeser ke depan untuk menjangkau kemudi, kaki jadi menekuk sehingga cepat lelah. Nah, di Raize, keluhan itu tidak OTOPLUS-ONLINE rasakan.

Top speed-nya mentok 160 km/jam!


Beralih ke performa. Luar biasa! Angka 160 km/jam di spidometer bisa diraih effortless, melebihi ekspekstasi kami, mesin kecil ini bahkan sigap, tidak terasa ngoyo diajak ngebut meski dengan transmisi CVT.

Transmisi CVT dengan simulasi manual 7 percepatan


Untuk feel lebih agresif, Toyota menyediakan fitur Power Mode dan mode perpindahan sekuensial dengan simulasi 7 percepatan pada transmisi CVT-nya. Bila tidak ingin mengurangi konsentrasi mengemudi, perpindahan gigi juga dapat dilakukan melalui paddle shift.

Khusus varian GR Sport dilengkapi dengan paddle shift untuk perpindahan gigi lebih agresif tanpa mengurangi fokus ke jalan


Asyiknya lagi dengan transmisi CVT, memungkinkan mesin hanya berkitir 2.200 rpm saat berlari konstan 100 km/jam. “Saya sudah mencobanya, mobil ini bisa meraih konsumsi 20 km/liter dengan mudah untuk pemakaian di tol dan 13,5 km/liter di rute dalam kota,” terang Henky.


Baca juga: Daihatsu Rocky Serupa Tapi Tidak Sama dengan Toyota Raize


Ketiga soal aspek kualitas mengemudi. Dengan sasis baru berplatform TNGA, karakter pengendaliannya meningkat signifikan. Kami jamin Raize jauh lebih menyenangkan dikendarai ketimbang Avanza atau Rush. Hal itu kami buktikan ketika melibas tikungan panjang di ruas tol Pandaan-Malang usai exit Pandaan kalau dari arah Surabaya.

Di jalan bebas hambatan, performa mesin 1.000 cc-nya sama sekali tidak kedodoran


Di tikungan panjang itu pada kecepatan 140-150 km/jam, compact SUV ini masih mudah dikontrol. Gejala limbung memang muncul namun bisa dieliminir dengan karakter sasis dan keberadaan fitur VSC (Vehicle Stability Control) secara aktif mengurangi risiko terjadinya gejala understeer yang jadi karakter bawaan mobil penggerak roda depan seperti Raize ini.

Jujur secara keseluruhan baru kali ini OTOPLUS-ONLINE merasakan aspek fun to drive yang lebih baik karena sebelum-sebelumnya buat kami yang doyan nyetir, naik Toyota itu rasanya selalu B aja.


Baca juga: Ferrox Hadirkan Produk Terbaru Filter Udara untuk Toyota Raize dan Daihatsu Rocky


Pada perjalanan balik dari Lawang, OTOPLUS-ONLINE memilih jadi penumpang depan agar dapat mengeksplor berbagai fitur kekinian, keunggulan lain dari platform TNGA yang disodorkan Raize. Selain fitur berkendara seperti Power Mode atau VSC, fitur yang tertanam di head unit 9 inci interactive-nya jelas paling menarik untuk dijelajahi.

Semua varian Toyota Raize menggunakan instrument display dengan penampang layar TFT 7 inci, dan head unit 9 inci dengan interactive display merupakan standar di semua varian turbo


Selain memiliki konektivitas ke smartphone, fitur setting audio-nya tergolong di atas rata-rata kendaraan di kelasnya. Selain keleluasaan menyetel graphic equalizer, juga tersedia fitur mengatur fader dan balance untuk mendapatkan staging suara yang paling pas. Baik untuk pengemudi atau penumpang.

Finish di Highland Grill, Gunung Arjuno, Lawang


Di varian tertinggi (1.0T GR Sport TSSS), Toyota melengkapi Raize dengan fitur-fitur keamanan yaitu Rear Cross Traffic Alert, Blind Spot Monitoring serta fitur keamanan canggih yang belum dimiliki pesaing di kelasnya seperti Lane Departure Assist with Steering Control, Pedal Miss-operation Control, Pre Collision System, Adaptive Cruise Control dan Front Departure Alert. Fitur yang belum pernah disodorkan di mobil dengan harga di bawah Rp 300 juta.

Teks & Foto: Nugroho Sakri Yunarto