• Editor

Formula One Kembali ke Zandvoort, Sirkuit Lama dengan Tantangan Baru

Oleh: Maria Guidotti

OTOPLUS-ONLINE I Pada September 2021 nanti, Formula One akan kembali digelar di sirkuit Zandvoort, Belanda yang legendaris.


Sirkuit ini telah menjadi tuan rumah gelaran F1 Belanda selama 30 tahun, tepatnya mulai 1952 hingga 1985. Dan kini setelah 36 tahun, sirkus F1 akan kembali digelar di sana.

GP Belanda 1965 (Foto: dutchgp.com)


Harapan untuk menyaksikan kembali F1 di sirkuit Zandvoort yang sudah mengalami renovasi ini sudah sedemikian tinggi, dengan jumlah penonton diperkirakan mencapai 70.000 orang.

Max Verstappen - Red Bull Racing Honda (Foto: formula1.com)


Mereka datang untuk menyaksikan sekaligus memberikan dukungan kepada local hero, Max Verstappen yang membalap untuk Red Bull Racing Honda, dan sekarang ini menempati peringkat kedua klasemen sementara kejuaraan, dengan hanya terpaut 8 poin saja dari pemimpin sementara Lewis Hamilton yang membalap untuk Mercedes.

Lewis Hamilton - Mercedes (Foto: formula1.com)


Jadi dipastikan pertunjukan ini akan berlangsung seru dan meriah dengan banyak kejutan!



Sirkuit Old School yang Baru

Jarno Zaffelli mempresentasikan desain sirkuit


Jarno Zaffelli, seorang desainer sirkuit balap terkemuka di dunia asal Italia yang merupakan pimpinan studio desain Dromo adalah orang yang dipilih oleh manajemen sirkuit, yaitu Niek Oude Luttikhuis, selaku track Manager, untuk membuat sesuatu yang unik yaitu sebuah sirkuit ‘old-school’ yang baru.


Baca juga: Sean Gelael Pembalap Indonesia Pertama di Balap 24 Hours of Le Mans dan Langsung Podium!


"Saya selalu mempunyai hubungan yang special dengan Zandvoort, karena mantan Direkturnya, Hans John Hugenholtz, adalah orang mendesain Suzuka, salah satu trek favorit saya tahun 1962 dulu," kata Jarno.


"Meskipun dia meninggal pada tahun 1995 dan sayangnya, saya belum memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengannya, tapi saya ingin belajar darinya."

Jarno bersama dengan official circuit dan FIA


"Jadi 5 tahun yang lalu saya mengunjungi trek ini. Saya disambut Niek Oude Luttikhuis, Track Manager. Kami melakukan putaran trek dan mulai mendiskusikan bagaimana tikungan ini atau itu bisa ditingkatkan. Begitulah semuanya dimulai," kisah Jarno.


Empat tahun kemudian, ketika ide untuk menjadi tuan rumah balapan Formula One menjadi kenyataan, Jarno Zaffelli dipanggil untuk memperbarui trek.


Baca juga: Strategi Ban Fabio Quartararo Hasilkan Kemenangan di GP Inggris 2021


“Kalau dengan Jarno, semuanya pasti sempurna karena kami berbagi filosofi yang sama,” kata Niek Oude Luttikhuis.


“Kami ingin melakukan sesuatu yang inovatif, tetapi dengan gaya jadul. Ini adalah hal yang utama. Visi ini juga didukung oleh FOM.”


Efek Rollercoaster yang Menegangkan

Efek rollercoaster, menegangkan tapi mengasyikkan


“Kami suka mendesain trek yang mencerminkan perasaan dan persepsi yang Anda dapatkan saat berkendara," jelas Jarno kembali.


"Kami didorong oleh keinginan untuk menerjemahkan adrenalin ke dalam lintasan lurus, tikungan, kerb dan banking (lintasan miring yang biasanya terdapat di tikungan) dalam satu putaran penuh."

Jarno memberikan penjelasan desainnya


"Filosofi kami adalah merancang trek yang dianggap sebagai tantangan besar dan menakutkan bagi para pembalap, tapi tentu saja harus aman bagi pembalap secara objektif. Dalam hal ini FIA telah memberikan penilaiannya dan telah menyetujui perhitungan kami."


Banking (Tikungan Miring)

Inilah gambaran banking yang banyak ditemukan di sirkuit ini


Sirkuit Zandvoort sekarang lebih dikenal dengan tikungan miringnya atau banking. Tikungan miring ini bermula dari ide Niek Oude Luttikhuis sebagai solusi atas permintaan FIA agar sirkuit ini memiliki trek lurus yang lebih panjang lagi, sehingga memudahkan aksi menyalip.


Masalahnya, trek lurus itu tidak mungkin diperpanjang lagi karena di satu sisi terlalu dekat dengan

Natural Park Natura 2000, dan di sisi lain terlalu dekat dengan rumah berlibur.

Pengaspalan telah rampung dilakukan


“Ide untuk membuat tikungan yang landai tidak efektif karena corner speed mobil terlalu cepat dan di akhir tikungan, akselerasi lateral F1 di tikungan terakhir lebih dari 2,5 G dan drag reduction system (DRS) tidak bisa dibuka,” jelas Zaffelli.


“Kekuatan horizontal mobil adalah kuncinya. Jadi Niek muncul dengan ide untuk mengeksplorasi kemungkinan untuk mengurangi gaya dengan memiringkan trek hingga titik tertentu, sehingga akselerasi lateral di bawah 2,5 G.”

Jarno bersama FIA


Jadi dimensi ketiga mungkin bisa menjadi solusinya. “Menurut simulasi dinamis kendaraan FOM, kami harus melakukan kemiringan setidaknya 15 derajat di sudut itu,” Jarno menyimpulkan. “FIA akan menyetujuinya jika kami bisa membuktikan mampu merancang dan membangunnya dengan benar.”

Menggunakan campuran aspal ‘FlyingDutch


Tapi bagaimana bankings ini bisa dirancang dan dibangun? Bersama dengan KWS, perusahaan bangunan, Dromo mempelajari semua detail teknis, termasuk formula ‘FlyingDutch’, yaitu nama campuran aspal yang dipesan lebih dahulu dari batu Norwegia dan bitumen Shell yang mereka buat untuk memenuhi karakteristik pasir Zandvoort, suhu yang dingin, angin musim dingin yang kuat, dan tekanan mobil F1. Cocok untuk mengaspal bankings. Ini adalah bentuk kerjasama yang bagus sekali di antara semua pihak.

Menyiasati trek lurus lebih panjang


Penambahan panjang lintasan lurus utama dilakukan dengan memodifikasi Tikungan 14, yakni tikungan terakhir. Dengan sudut dibuat lebar dan kemiringan hingga 18 derajat elevasi (34%), secara tak langsung memperpanjang trek lurus lurus utama.


Menurut perhitungan Dromo, banking ini setara dengan penambahan trek sepanjang 340 meter sehingga trek lurus utama yang awalnya sepanjang 678 meter, kini memiliki potensi menjadi trek lurus sepanjang 1000 meter.

Ini akan memungkinkan titik menyalip saat pengereman di Tikungan 1, Tarzan yang terkenal. Selain itu, dengan adanya T14 yang panjang ini foto mobil menjelang finish bisa diambil dengan sangat bagus.

Merasakan langsung sudut banking


“Merasakan melaju di atas banking itu sungguh luar biasa, seperti berakselerasi di sisi bukit pasir,” kata Jarno Zaffelli yang harus menghadapi tantangan teknis, bahwa menurut aturan FIA, banking tidak boleh lebih dari 10%.


Namun bagaimanapun juga, sirkuit ini harus dibangun kembali dalam tiga bulan selama musim dingin di Belanda. Sebuah rekor untuk pembangunan sirkuit tercepat!


Dimensi Ketiga

Layout sirkuit


Keistimewaan dari filosofi Dromo dalam mendesain trek adalah, bagaimana mereka mempertimbangkan dimensi ketiga saat merancang trek beserta lingkungan sekitarnya.

Layout Tikungan 14


Menurut pengukuran mereka, di Zandvoort, hanya 2 dari 14 sudut yang sekarang dapat dianggap ‘datar’.

Sementara semua sudut lainnya dicirikan oleh trek miring atau banking, dari minimum 15 derajat hingga 18 derajat (34%) di bagian paling bawah.


Panjang Tikungan 14 dan dari minimum 4,5 derajat hingga maksimum 19 derajat (35%) di sisi luar Tikungan 3.


Tantangan Bagi Pembalap

Sirkuit dilihat dari atas


Pembalap, dan para penggemar pasti akan kagum. Desain seperti pada sirkuit Zandvoort ini tidak pernah dilakukan siapa pun sebelumnya.


Tikungan miring saja tidak cukup untuk memberikan pertunjukan balap yang menegangkan. Tapi juga bagaimana agar inklinasi tetap aman tapi sangat menantang pembalap.


Baca juga: Gerry Salim Tunda Balap di Asia Road Racing Championship 2021 Seri 1 Malaysia


Sulit untuk ditaklukkan, tapi menyenangkan untuk ditonton adalah salah satu tantangan utama.

Solusi yang diadopsi bervariasi.


Dari mulai kombinasi transisi yang berbeda, yang memberikan akses masuk dan keluar tikungan yang sesuai, tapi sangat menantang bagi pengemudi, hingga penggunaan beberapa variabel sudut kemiringan dalam bagian kurva yang sama.

Siap menjadi tantangan baru bagi pembalap


Ini terjadi misalnya di kompleks Hugenholtz, salah satu titik trek yang paling sulit. Bagian dalam Tikungan 3 ini memiliki kemiringan sekitar 4,5 derajat, sedangkan bagian terluar hampir 19 derajat, dengan bowl cross section, dimodelkan menurut Fibonacci Series.


Baca juga: M. Fadli Siap Harumkan Nama Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020


Seluruh transisi antara kemiringan lateral dan profil altimetri, membuat pembalap seperti berselancar di ombak raksasa. Pokoknya tidak ada sirkuit F1 lainnya di dunia yang bisa menandinginya!


Editor: Indramawan