top of page
  • Gambar penulisEditor

Jika Kalian Marc Marquez, Pilih Tetap di Honda dengan Bayaran Rp65 T Setahun atau Pindah?

Buntut gosip kekecewaan Marc Marquez terhadap Honda di tengah ambisinya merebut gelar juara dunia MotoGP ketujuh.

Marc Marquez dikabarkan tidak puas dengan performa Honda RC213V yang tak kunjung membaik dan kerap mencelakakannya di tengah ambisinya merebut gelar juara dunia MotoGP ketujuh.


OTOPLUS-ONLINE I Jika kalian Marc Marquez, pilih tetap bersama Honda dengan nilai kontrak gila-gilaan per musim, atau pindah ke tim lain dengan motor yang lebih kompetitif?


Tadinya, Marc Marquez memasuki musim kompetisi 2023 ini dengan komitmen penuh membalap untuk Honda sesuai dengan kontraknya hingga akhir 2024 mendatang.


Namun setelah menjalani hanya dua putaran di musim 2023, kabar menyeruak bahwasanya Marc Marquez bisa saja mempertimbangkan untuk pindah ke tim lain.


Semua kesulitan di dua putaran awal ini disebut-sebut karena keterbatasan yang dialami Marc Marquez dengan besutannya, Honda RC213V, hingga skill dan bakat balapnya saja tidak cukup untuk memenuhi ambisinya merebut gelar juara dunia ketujuh.


Pilih mana? Nilai kontrak super-besar, atau terus-terusan tampil ngos-ngosan melawan skuad Ducati yang saat ini merajai MotoGP?

Jorge Lorenzo sarankan Marc Marquez pertimbangkan masa depannya di Honda jika ingin mengejar gelar juara dunia.


Jorge Lorenzo pun angkat bicara. Juara dunia MotoGP tiga kali itu mengatakan, bahwa mantan rekan satu timnya di Repsol Honda itu harus serius mempertimbangkan masa depannya di Honda.


"Mereka menawarinya (kontrak) empat tahun, yang ketika itu tidak biasa! Apalagi dengan banyak uang," kata Lorenzo . “Tapi sekarang segalanya telah berubah dan Ducati jauh lebih unggul."


Karena itu Lorenzo mengatakan, ketika nanti saatnya tiba untuk memperbarui kontrak dari Honda (akhir musim 2024), Marc Marquez harus menimbang, apakah ia ingin memiliki motor yang lebih baik, atau melanjutkan kondisi ekonominya (yang sangat mapan) bersama Honda.



Sebagai info, Marquez tersingkir dari pembukaan musim MotoGP Portugal, dan melewatkan putaran kedua di Argentina karena cedera. Belum dipastikan apakah ia cukup sehat untuk bersaing di MotoGP Grand Prix Amerika akhir pekan depan.

Marc Marquez berlatih keras untuk pulih dari cedera dan comeback di MotoGP Amerika (14-16 April 2023).


Sudah begitu, Marc Marquez terkena double long lap penalty yang membayanginya, meskipun Honda telah mengajukan banding dan pengadilan banding MotoGP masih mempertimbangkan apakah Marquez harus menjalaninya di Texas.



Marquez menerima kritik atas kecelakaannya ke Miguel Oliveira di Portimao. Menurut Lorenzo, kejadian itu merupakan akibat dari upaya keras Marquez untuk memaksa terlalu keras motornya yang di bawah standar.


"Marc memiliki DNA itu," jelas Lorenzo. “Itu membuatnya selalu ingin menang dan itulah mengapa dia mengambil risiko lebih banyak.


Apalagi mulai musim 2023 ini, berlaku format baru yang membuat perebutan poin terjadi sejak hari Sabtu (format Sprint race), dan hari Minggu seperti biasanya.



“Masalahnya, ia memiliki motor Honda terburuk untuk waktu yang lama, sehingga ia harus segera memutuskan, apakah ingin terus balapan seperti ini, atau mengubah cara balapnya. Mengambil risiko lebih kecil dengan lebih jarang terjatuh, dan mencetak lebih banyak poin,” lanjut Lorenzo.


Format baru dengan Sprint Race secara tidak langsung telah meningkatkan jumlah insiden dan cedera dari dua putaran pertama musim 2023.


Kedua pembalap Repsol Honda, Marc Marquez dan Joan Mir absen dari MotoGP Argentina karena cedera. Miguel Oliveira (RNF MotoGP Team - Aprilia), Pol Espargaro (Tech3 GASGAS Factory Racing - KTM), dan Enea Bastianini (Ducati Lenovo Team) juga harus melewatkan balapan karena insiden kecelakaan.

Mantan Sporting Director LCR Honda, Oscar Haro bocorkan spekulasi kepindahan Marc Marquez ke KTM.


Mantan Sporting Director LCR Honda, Oscar Haro pun mengemukakan rumor telah berkembang di Spanyol, bahwa Marquez bisa saja meninggalkan Honda untuk beralih ke KTM.


“Di Spanyol ada pembicaraan bahwa Marquez marah pada Honda,” ungkap Haro.

KTM saat ini menempati peringkat kedua klasemen sementara MotoGP di bawah Ducati, sementara Honda peringkat ke-5 atau terakhir!


Ia juga mengatakan, Red Bull saat ini sedang berusaha untuk menempatkannya (Marquez) ke tim KTM yang memiliki motor lebih bagus secara teori. Sebab motor itu pula yang dipersiapkan untuk memboyong Pedro Acosta ke MotoGP.


Pedro Acosta adalah pembalap juara dunia Moto3 tahun 2021 bersama Red Bull KTM Ajo, yang saat ini membalap di Moto2 dan menempati peringkat ke-3 klasemen sementara.


Haro mengisyaratkan, bahwa pengaruh besar sponsor besar seperti Red Bull ini yang dapat "membujuk" Marc Marquez meninggalkan Honda dan pindah ke KTM.


Mmm.... Itu artinya besaran nilai kontrak yang ditawarkan Red Bull paling tidak mendekati atau bahkan melebihi nilai kontrak Marc Marquez bersama Repsol Honda saat ini.


Sebagai gambaran, sebagaimana dilaporkan media Spanyol, Cuatro, yang dikutip dari Crash.net selain nilai kontrak sebesar €12.5m (atau Rp20,2 triliun) per musim dari Honda, Marc Marquez juga menerima bonus sebesar €1.4m (atau setara Rp2.2 triliun) jika menjuarai musim kompetisi.


Belum lagi uang sebesar €570,450 (atau setara Rp925.6 miliar) tiap mengikuti balap.


Sementara jika ditambah nilai sponsorship dari Red Bull, Estrella Galicia, Alianz dan Tissot, total penghasilan Marc Marquez dalam satu tahun mencapai €40m (atau mendekati Rp65 triliun)!



Entah jika pepatah "money can't buy" dirasakan Marc Marquez. Mungkin saja spekulasi kepindahannya ke KTM melalui Red Bull menjadi kenyataan.


Apalagi manajer baru Marc Marquez, Jaime Martinez (menggantikan Emilio Alzamora yang sudah lama menjabat) juga memiliki hubungan dekat dengan Red Bull.


Faktor lain menurut Haro adalah Marc Marquez merasa posisinya di Repsol Honda mulai terancam dengan kehadiran Alex Rins dan Joan Mir (mantan pembalap Suzuki).

Marc Marquez dikabarkan tidak senang melihat Alex Rins mencoba sasisnya.


Menurut Haro, Marc Marquez tidak senang melihat Alex Rins mencoba sasisnya. “Sebenarnya frame baru yang dibuat oleh Kalex ini sudah siap dari tahun lalu, tapi Marquez justru tidak tahu apa-apa. Dia sangat menyayangkan hal itu,” tukas Haro.


Bagaimana, jika kalian Marc Marquez apakah sudah mengambil keputusan?


Teks: Indramawan

Foto: motogp.com, Instagram: @marcmarquez93

Comments


bottom of page