• Editor

Pentingnya Tutup Radiator Pada Sistem Pendinginan Mobil

Untuk hindari overheat, selain pantau secara rutin volume cairan pendingin sempatkan juga periksa kondisi fisik tutup radiator.

Sistem pendingin punya peran vital di mesin kendaraan


OTOPLUS-ONLINE I Sistem pendinginan tak dapat dipisahkan dari mesin kendaraan. Sistem pendinginan berperan menjaga suhu mesin agar selalu ideal sehingga mesin dapat berfungsi optimal untuk menghasilkan performa terbaiknya.


Sistem pendinginan di mobil tak hanya radiator melainkan lebih kompleks. Ada komponen lain seperti waterpump, thermostat, cairan pendingin, rangkaian slang dan katup termasuk tutup radiator yang akan membuat sistem pendinginan berfungsi sempurna.

Umumnya mobil-mobil Eropa termasuk Peugeot hanya dibekali tutup reservoir tank tanpa tutup radiator


Seperti bagian lain dari mesin, sistem pendinginan juga perlu dipantau. Salah satu komponen pada sistem pendinginan yang acap terabaikan yaitu tutup radiator.


Baca juga: AC Jadi Kurang Dingin? Hati-Hati, Ini Salah Satu Tanda Air Radiator Habis!


Tutup radiator berfungsi untuk membuang kelebihan hawa panas atau menghisap cairan pendingin untuk mempertahankan tekanan ideal di dalamnya. Saat tekanan meninggi melebihi ambang batas pressure valve yang biasanya tertera pada bagian atas tutup radiator, komponen ini secara otomatis akan membuka katupnya dan membuang tekanan tersebut ke reservoir tank radiator.

Di mobil Jepang tutup radiator dan tutup reservoir tank terpisah


Sebaliknya jika tekanan turun, maka tutup radiator akan membuka vacuum valve sehingga cairan pendingin di dalam reservoir tank radiator dapat mengalir menuju radiator. Hal tersebut berlangsung konsisten sehingga tekanan di dalam radiator terjaga pada tekanan ideal.


Baca juga: Perawatan Cat Dof: Mana yang Haram dan Halal?


“Mekanisme itu terjadi karena tutup radiator memiliki beberapa komponen yaitu vacuum valve, relief valve dan karet tutup radiator. Jika salah satu komponen dari tutup radiator tersebut rusak suhu mesin jadi sulit terkontrol yang dapat berpotensi menyebabkan mesin mengalami overheat sehingga merusak komponen penting lainnya,” terang Rafi’i Sinurat, Kepala Bengkel Astra Peugeot Cilandak.

Pantau secara rutin volume cairan pendingin di reservoir tank


Salah satu kerusakan tutup radiator rusak yang sering terjadi dan perlu diwaspadai yaitu getas atau sobeknya karet pada katup pressure valve, padahal fungsinya menjaga tekanan agar selalu seimbang dan tetap stabil. Jika sobek, ketika tekanan di radiator meningkat cairan pendingin akan mengalir keluar dari celah karet yang getas atau sobek tersebut. Lama kelamaan volume cairan radiator akan berkurang.


Baca juga: Fungsi Grill Pada Mobil Bukan Sekadar Estetika


Kerusakan kedua pada pegas pressure valve. Ketika tekanan naik, katup tidak membuka lantaran pegas tidak bekerja. Respon pegas bisa berkurang akibat permukaannya tertutup kerak sehingga tidak dapat membaca suhu dimana seharusnya ia harus mulai bekerja untuk menggerakkan katup.

Pastikan tidak ada cairan pendingin yang terlihat merembes keluar agar sistem pendinginan bekerja dengan sempurna


Untuk menghindari masalah overheat, selain memantau secara rutin volume cairan pendingin sempatkan juga untuk memeriksa kondisi fisik tutup radiator.


Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto