• Editor

SPKLU Hasil Kerja Sama BPPT dan Pertamina Kembali Diluncurkan

Dua stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) ini beroperasi di Lenteng Agung dan MT Haryono, Jakarta.

Foto ilustrasi: Otoplus-Online saat melakukan simulasi pengisian ulang daya baterai pada motor listrik United E-Motor T1800 di SPKLU milik PLN ULP Embong Wungu di jalan Dr Soetomo 42, Surabaya.


OTOPLUS-ONLINE I Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama PT Pertamina (Persero) menambah dua stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang beroperasi di Lenteng Agung dan MT Haryono. Sebelumnya telah ada terlebih dahulu SPKLU yang berada di kawasan Fatmawati, Jakarta.


Tambahan SPKLU ini akan menopang pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di Indonesia, sekaligus mendukung Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 terkait Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.


Baca juga: Simulasi Pemakaian Motor Listrik United E-Motor T1800 untuk Sehari-hari


Kepala BRIN, Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc. mengapresiasi peluncuran SPKLU hasil kerja sama antara BPPT dengan PT Pertamina yang disiarkan pada kanal Youtube BPPT RI, Kamis (5 Agustus 2021) lalu.


“Tentu ini awal yang bagus dalam menciptakan ekosistem dan model bisnis baru terkait dengan energi baru terbarukan, yang menjadi keinginan kita dalam mencapai bauran energi baru terbarukan sebanyak 23 persen di tahun 2025,” sambut Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kepala BRIN), Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc. seperti yang dikutip dari press release Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tanggal 5 Agustus 2021 lalu.

SPKLU juga dibutuhkan untuk menurunkan impor BBM yang banyak menyedot devisa negara


Sementara itu, Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, pendirian SPKLU juga dibutuhkan untuk menurunkan impor bahan bakar minyak (BBM) yang menyedot devisa negara.


Baca juga: Seperti Apa Naik Hyundai Ioniq, Mobil Listrik Murni di Kondisi Sesungguhnya?


Implementasi KBLBB akan menurunkan impor BBM terutama impor bensin sebesar 51 juta barel pada 2020 dan 370 juta barel pada 2050.


"Memang bukan hal mudah mentransformasikan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai karena masih ada hambatan dari segi teknologi, namun inilah yang sedang dialami semua negara secara global,” terang Hammam Riza.


Baca juga: Gaikindo Usulkan Mobil Listrik Versi LCGC Sesuai Daya Beli Masyarakat Seharga Rp200 Jutaan


Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, Pertamina terus mendukung program-program pemerintah, termasuk dalam pengembangan kendaraan listrik baik di industri hulu dan hilir. Apalagi sektor transportasi menyumbang sekitar 23% dari karbon emisi.


"Saat ini Pertamina dan BPPT tengah mengembangkan tiga unit SPKLU, di mana dua unit di antaranya sudah beroperasi," unkap Dirut Pertamina,


Baca juga: Hyundai Motors Indonesia Hadirkan Dealer Resmi Pertama di Depok


Sejurus dengan itu, Kepala BPPT Hammam Riza berharap SPKLU ini akan memberi kontribusi pada ekosistem penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia.


Hal ini karena proyeksi kendaraan listrik ke depan akan meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 20,3 persen per tahun untuk kendaraan berbasis mobil, sedangkan kendaraan berbasis motor laju pertumbuhannya mencapai 18,4 persen per tahun hingga tahun 2050.


Baca juga: BMW i3s Tak Hanya Praktis dan Efisien Khas Mobil Listrik, Tapi Juga Mewah


Fasilitas charging station untuk kendaraan listrik di dealer Hyundai Cimanggis


Selanjutnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, lokasi baru SPKLU hasil kerjasama BPPT dan Pertamina dinilai cukup strategis, mengingat lokasi yang dipilih berdekatan dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang sudah lama beroperasi.


Menteri Budi berharap keberadaan SPKLU mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan kendaraan listrik ke depannya.


Teks: Indramawan

Foto: Dok. Otoplus-Online, BRIN