• Editor

Catatan Kecil 1 dari 1,6 Miliar Penonton di Dunia yang Menyaksikan WorldSBK Mandalika 2021 Kemarin

Laporan langsung dari Pertamina Mandalika Internasional Street Circuit.

OTOPLUS-ONLINE I Sudah sepatutnya kita bangga akhirnya gelaran World Superbike bersama dengan World Supersport dan Asia Talent Cup bisa digelar dengan sukses di Pertamina Mandalika Internasional Street Circuit pada 19-21 November 2021 kemarin.


Ada perasaan bangga memang, ketika mendengar media santer mengabarkan pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bahwa WSBK di Sirkuit Mandalika ditonton 1,6 miliar penduduk di dunia!

Bangga bisa menjadi saksi peristiwa bersejarah ini.


Dari jumlah penonton yang sangat besar itu, salah satunya adalah saya. Atas undangan PT Surapita Unitrans, main dealer Kawasaki wilayah Jawa Timur, NTT, Ambon, dan PT Duta Intika, main dealer Kawasaki wilayah Bali dan NTB. saya bersyukur dan bangga bisa menjadi saksi peristiwa bersejarah ini.


Hanya saja keasyikan menonton jalannya balap kemarin sempat terusik dengan hujan deras, fasilitas yang belum rampung dan lengkap sepenuhnya, atau petugas yang kalang kabut mengantisipasi penonton yang membludak, dan beberapa hal lain.

Bersama Jurgen Limbunan, Presiden Direktur PT Surapita Unitrans & PT Duta Intika.


Sebagai jurnalis, sekaligus penonton, serta warga negara Republik ini, saya terdorong untuk membuat catatan kecil apa-apa saja yang harus dibenahi sehingga tahun depan sirkuit Mandalika ini benar-benar siap menggelar event balap yang lebih akbar lagi, yakni MotoGP atau bahkan Formula 1. Bangga Indonesia!

Antrian di pintu masuk. Korek, tongsis, air mineral botol plastik, payung dilarang masuk


Petugas di pintu kedatangan awal kurang koordinasi sehingga banyak yang salah gate


Hujan deras, tidak ada tempat berteduh!


Tribun area dipenuhi genangan air setelah hujan di hari Sabtu


Waktu kepulangan tidak diantisipasi dengan persiapan armada bis shuttle sehingga waktu tunggu sangat lama


Fasilitas di sekeliling sirkuit seperti akses jalan belum sepenuhnya selesai


Baca juga:

Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto