• Editor

Plus-Minus Nissan Livina Pada Driving Experience Surabaya-Semarang Sejauh 822,3 Km

Sebagai satu-satunya LMPV yang belum alami perubahan sejak diluncurkan tahun 2019, apa saja plus-minus Nissan Livina sehingga layak dipertimbangkan?

Modelnya belum berubah sejak diperkenalkan 3 tahun lalu


OTOPLUS-ONLINE I All New Nissan Livina diluncurkan 19 Februari 2019, artinya tahun ini usianya telah genap 3 tahun. Livina menjadi satu-satunya model di segmen LMPV (Low Multi Purpose Van) yang tak terjamah perubahan, bahkan minor change sekalipun.


Sementara para kompetitornya, seperti Suzuki Ertiga melahirkan Ertiga Sport FF (Finest Form) meski sebatas penambahan aksesori dengan embel-embel limited alias terbatas.

Berbagi platform dengan Mitsubishi Xpander


Mitsubishi Xpander melakukan facelift dan upgrade sektor interior sampai mengganti transmisi otomatisnya dari model torque converter menjadi CVT (Continuosly Variable Transmission).


Duet Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia bahkan lahir kembali dengan sosok yang total baru baik eksterior maupun interior.


Baca juga: Jajal Nissan Livina VL


Lalu apakah Livina masih layak dipertimbangkan? Lewat driving experience sejauh 822,3 kilometer dengan melintasi berbagai kondisi jalan dan cuaca yang umum dilalui, OTOPLUS-ONLINE mendapatkan ringkasan apa saja yang jadi plus dan minus dari Nissan Livina termasuk pemakaian BBM-nya.


Diskon Rp33 Juta

Ada program Paket Entertainment Upgrade di bulan Februari


Sebelum masuk ke apa saja poin plus dan minusnya, kita intip dulu program penjualan dan diskon. Awal tahun umumnya dealer-dealer masih pelit diskon. Apalagi regulasi baru mengenai PPnBM 50% belum kelar diputuskan. Saat ini diskon mobil baru dengan VIN (Vehicle Identification Number) 2022 rata-rata ada di kisaran Rp 3 jutaan.


Baca juga: Ini Komentar Konsumen Pertama All New Nissan Livina di GIIAS 2019 Surabaya


Nah buat yang mengincar diskon besar, Nissan Livina bisa jadi alternatif pilihan. “Kami masih memiliki beberapa unit dengan VIN 2021. Diskonnya 30 juta untuk tipe VL dan 33 juta untuk tipe VE tapi pilihan warnanya terbatas hitam dan putih,” kata Yusea Kurnia Abadi, kepala cabang Nissan Ahmad Yani Surabaya.


Selain itu khusus untuk tipe VE, pada bulan Februari ini Nissan Ahmad Yani menawarkan program spesial yaitu Full Entertainment Upgrade. Di program ini konsumen akan mendapatkan paket head unit 10 inci, penambahan tweeter pada sistem spiker, jok kulit dan air purifier.


Kelebihan

Kami lakukan driving experience sejauh 822,3 kilometer dengan rute Surabaya-Semarang untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan Nissan Livina


Sejak awal kemunculannya, Livina dikenal dengan keunggulan suspensinya. Dibandingkan LMPV lain, Livina paling nyaman. Karakter itu juga melekat di generasi kedua ini. Karakter redaman suspensi cenderung ke arah soft-medium.

Suspensi model McPherson Strut di depan, dan model Torsion Beam di belakang


Spesifikasi suspensi sebenarnya tidak istimewa, seperti kebanyakan LMPV, kombinasi McPherson Strut with stabilizer di depan dan Torsion Beam with stablilizer di belakang namun entah bagaimana karakter suspensinya terasa seperti medium MPV.


Baca juga: Test Drive Nissan Kicks e-Power, Mobil Listrik yang Katanya Nggak Perlu Dicas


Jadi meski ukuran ban yang digunakan berprofil 55 (205/55-16), mobil ini tetap terasa nyaman. Sambungan beton di sepanjang ruas tol Trans Jawa atau jalan keriting di sekitar tanjakan Gombel, Semarang terasa mulus saja dilewati.

Material busa jok terasa empuk


Selain karakter suspensi, kami juga menyukai joknya, khususnya material busa jok yang terasa empuk saat diduduki. Itu didukung juga dengan desain yang mengedepankan ergonomi penggunanya seperti tatakan jok yang mampu menopang paha dengan baik juga desain head rest yang punya sudut pas.


Baca juga: The All-New Nissan Leaf Berkarakter Tenang dan Halus, Tapi Bisa 0-100 Kpj dalam 7,9 Detik!


Alhasil perjalanan sejauh 330 kilometer dari Surabaya ke Semarang tak terasa melelahkan. Apalagi sistem insulasi kabin di Livina tergolong sangat baik. Melaju konstan dengan kecepatan 120-130 kpj, suara angin yang menyusup masuk hanya terdengar sayup-sayup.

Dengan adanya fitur tilt dan telescopic steering, posisi mengemudi ideal mudah didapat


Masih soal kenyamanan, setir Livina dilengkapi setelan tilt (naik-turun) dan telescopic (maju-mundur) yang memberikan keleluasaan buat pengemudi untuk mendapatkan posisi berkendara paling tepat dan nyaman.

Fleksibilitas pengaturan tempat duduk menciptakan ruang bagasi yang lapang


Poin yang jadi keunggulan lain Livina yaitu fleksibilitas pengaturan tempat duduk, kelegaan bagasi dan bertebarnya tempat penyimpanan. Saat bangku baris ketiga dilipat, sandarannya rata lantai sehingga tersedia ruang bagasi yang lapang.

Ada banyak tempat penyimpanan ekstra: jok cover dengan kantong multiguna yang termasuk dalam Paket Entertainment Upgrade, storage tray di bawah lantai bagasi, boks di konsol tengah dengan ukuran lumayan besar hingga botol ukuran 600 ml bisa masuk, juga tray untuk ponsel


Tempat-tempat penyimpanan ekstra di antaranya, kantung di belakang sandaran kursi depan, storage tray di bawah jok kiri depan, storage tray di bawah lantai bagasi, boks berukuran besar di konsol tengah. Selain itu masih ada pula rak kecil untuk menyimpan ponsel dan sepasang kompartemen kecil untuk meletakkan kunci atau uang koin.

Konsumsi bahan bakar di tol berkisar 14,8 km/liter pada kecepatan konstan 120 kpj


Catatan lain yang menjadi kelebihan mobil berdimensi panjang 4.510 mm ini adalah irit BBM. Dengan menggunakan bensin beroktan 92 (Pertamax), pada pemakaian di dalam kota, konsumsinya menurut MID di panel instrument berkisar 13,2 km/liter. Sementara di rute tol dengan kecepatan konstan 120 km/jam konsumsi BBM-nya bisa mencetak angka 14,8 km/liter.

Ground clearance cukup tinggi, yaitu 205 mm


Hal lain yang kami suka dari Livina adalah ground clearance, angkanya mencapai 205 mm. Lebih jenjang 25 mm dibandingkan Livina generasi pertama yang hanya 180 mm. Itu membuat pengemudi tidak perlu khawatir jika terpaksa melewati jalanan yang rusak atau melintas di genangan air.


Kekurangan

Lebih mengutamakan efisiensi BBM ketimbang performa mesin yang kalem-kalem saja


Nissan Livina menggunakan mesin DOHC berkapasitas 1.499 cc dengan teknologi Twin VTC (Variable Timing Control). Tenaga sebesar 102,6 dk/6.000 rpm dengan torsi 141 Nm/4.000 rpm merupakan raihan rata-rata MPV 7-seater di segmen itu.

Transmisi otomatis konvensional dengan torque converter 4-speed


Untuk varian bertransmisi otomatis seperti unit tes kami ini masih menggunakan transmisi otomatis torque converter 4-speed.

Mesin mengedepankan efisiensi bahan bakar ketimbang performa


Dari experience kami, perpaduan mesin dan transmisi menghasilkan performa yang biasa saja. 0-100 kpj diraih di kisaran 13,4 detik, respon injakan throttle terasa kalem di semua rentang putaran mesin, sepertinya sistem suplai bahan bakar yang mengusung teknologi Electronic Concentrate-engine Control System lebih mengedepankan sisi efisiensi bahan bakar ketimbang karakter mesin yang agresif.

Saat melaju 100 kpj, putaran mesin berkitir 2.500 rpm


Livina akan terasa nikmat bila cruising atau berjalan konstan di kecepatan 120-130 kpj. Di rentang kecepatan itu, konsumsi bahan bakarnya masih termasuk irit.

Plus minus pada interior di antaranya material didominasi plastik keras, namun perpaduan warna elegan. Juga jok baris kedua dengan tatakan besar yang dapat digeser maju-mundur, sayang ruang kaki di baris ketiga, terbatas


Jok Livina memang nyaman, salah satunya karena tatakan jok besar. Namun imbasnya akan mengurangi leg room khususnya untuk penumpang di baris ketiga yang bisa duduk nyaman tapi ruang kaki terbatas terutama bila penumpang baris kedua enggan kompromi dengan memundurkan jok secara maksimal ke belakang.

Masih harus menyiapkan power adapter lantaran belum disediakan slot USB


Kekurangan lain di varian VE yang menjadi catatan kami adalah fitur. Misalnya slot USB yang belum tersedia padahal ini menjadi fitur vital mobil-mobil masa kini. Lalu fitur auto-lock yang akan mengunci pintu secara otomatis ketika telah melewati 20 kpj.

Kecuali Daytime Running Light (DRL), lampu-lampu lain masih mengandalkan bohlam halogen


Kecuali Daytime Running Light dan lampu belakang yang sudah menggunakan LED, lampu lainnya masih mengandalkan bohlam halogen dan bulb sehingga kemampuan pencahayaannya kurang maksimal.

Harus download aplikasi dulu agar terkoneksi ke head unitnya


Kemudian head unit 7 inci-nya. Perangkat ini memang dapat terkoneksi dengan smartphone namun harus menggunakan kabel dan harus menghubungkan dulu dengan aplikasi pada head unit terlebih dulu.


Baca juga: Uji Performa All New Nissan Magnite, Compact SUV 1.000 cc Turbo Surabaya-Jakarta PP


Tapi jangan khawatir dengan paket Entertainment Upgrade di bulan Februari ini, head unit itu akan diganti dengan head unit 10 inci yang lebih canggih.


Kesimpulan

  • Dengan karakter mesin dan suspensinya, Nissan Livina cocok buat mereka yang mengidamkan kendaraan keluarga yang nyaman dan irit BBM.

  • Fitur-fitur yang dimiliki cukup mumpuni, dapat mengakomodir kebutuhan keluarga secara optimal.

  • Hal lain yang bisa jadi pertimbangan, saat ini ada paket upgrade pada sistem entertainment dan diskon lumayan besar yang disodorkan.


Harga Nissan Livina (OTR Surabaya)

  • EL M/T (Non white): Rp 247.500.000

  • EL M/T (White): Rp 248.000.000

  • VE A/T (Non white): Rp 274.400.000

  • VE A/T (White): Rp 275.900.000

  • VE A/T (Non white) Paket Aksesoris: Rp 283.900.000

  • VE A/T (White) Paket Aksesoris: Rp 285.400.000

  • VL A/T (Non white): Rp 287.900.000

  • VL A/T (White): Rp 289.400.000


Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto