top of page
  • Gambar penulisEditor

Porsche Cayenne E-Hybrid, Dibanderol Mulai Rp3,2 Miliar, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Cayenne E-Hybrid dibekali mesin bensin V6 3.000 cc dan motor listrik, yang hasilkan total output 460 Dk, dengan torsi 700 Nm.

Porsche Indonesia meluncurkan Cayenne E-Hybrid pada 19 Mei 2022 lalu di Jakarta


OTOPLUS-ONLINE I Di pasar global, Porsche Cayenne E-Hybrid menggantikan Porsche Cayenne Diesel yang sudah stop produksi. Dengan klaim konsumsi BBM 35 km/liter, Porsche memastikan Cayenne E-Hybrid tak hanya lebih efisien tapi juga lebih ramah lingkungan.

Porsche Indonesia meluncurkan Cayenne E-Hybrid pada 19 Mei 2022 di Jakarta. Apa saja yang jadi kelebihan dan kekurangan dari Sport SUV yang dipasarkan dengan base price Rp3,2 Miliar ini?



Berikut paparan kami usai mencobanya di acara Porsche Cayenne E-Hybrid Media Test Drive yang diadakan Porsche Centre Surabaya pada 28-30 September 2022 lalu.


Kelebihan

Performa

Porsche Cayenne E-Hybrid yang harganya jauh lebih murah ternyata mampu menuntaskan 0-100 km/jam hanya dalam 4,5 detik!


Saat ini keluarga Cayenne dimulai dari yang paling murah terdiri dari Porsche Cayenne, Porsche Cayenne E-Hybrid, Porsche Cayenne S dan Porsche Cayenne Turbo.

Mesin bensin V6 3.000 cc bertenaga 340 PS


Performa paling hebat jelas akan disodorkan Porsche Cayenne Turbo yang dibekali mesin V6 4.000 cc twin turbo dengan kemampuan berakselerasi 0-100 km/jam dalam 4,1 detik.


Tapi untuk diketahui Porsche Cayenne E-Hybrid yang harganya jauh lebih murah ternyata mampu menuntaskan 0-100 km/jam hanya dalam 4,5 detik!



Kemampuan itu didukung sumber tenaga ganda yang dimilikinya. Cayenne E-Hybrid dibekali mesin bensin V6 3.000 cc dan motor listrik. Keduanya akan menghasilkan total output hingga 460 Dk dengan torsi 700 Nm.

Ada 4 mode berkendara, E-Power, Normal, Sport dan Sport+. Transmisi otomatis Tiptronic S 8 percepatan yang terhubung langsung dengan motor listrik berdaya 100 kW dan torsi 400 Nm


Pada mode Sport dan Sport+, motor listrik 100 Kw (136 Ps) dengan torsi 400 Nm yang terintegrasi ke transmisi otomatis Tiptronic S 8 percepatan akan selalu siaga membantu memberikan dorongan kepada mesin bensin kapanpun dibutuhkan.

Selain pengisian fast charging di SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), Porsche Mobile Charger Connect memungkinkan pengisian daya hingga 7,2 kW dapat dilakukan di rumah melalui sistem AC


Motor listrik di Cayenne E-Hybrid terbaru ini dikawal baterai berkapasitas 17,9 kWh. Lebih besar dari sebelumnya yang 14,1 kWh. Dengan baterai lebih besar kemampuan jelajah ikut meningkat sampai 30 persen.



Porsche mengklaim kalau pada mode E-Power, Cayenne E-Hybrid dapat menempuh jarak hingga 48 kilometer dengan emisi nol. Untuk alasan keamanan, motor listrik dibatasi melaju sampai kecepatan 135 km/jam yang selanjutnya akan diumpankan ke mesin bensin.

Porsche Mobile Charger Connect termasuk dalam paket penjualan


Pada mode default, setting-nya membuat mobil ini melaju seefisien mungkin dengan bergerak murni menggunakan motor listrik atau kombinasi dengan mendukung mesin bensin ketika butuh dorongan ekstra.



Sistem E-Hybridnya tergolong cerdas lantaran dapat menganalisis detail navigasi bahkan topografi dalam perjalanan. Misalnya ketika memasuki jalan tol atau antar kota, sistem akan otomatis beralih ke mesin bensin dan mengisi ulang baterai agar kapasitasnya maksimum sehingga ketika memasuki daerah perkotaan saat sistem beralih ke penggerak elektrik, daya yang tersedia akan mencukupi.


Driver Oriented

Berada di balik kemudi Cayenne E-Hybrid, berasa seperti ada dibalik kemudi Porsche 911 tapi dengan kabin yang lebih lega. Posisi duduk ideal nan nyaman sangat mudah didapat lantaran rentang penyetelan jok yang luas.

Jok dengan setelan elektrik 8 arah (standar) dengan opsi sampai 18 arah (opsional)


Dalam kondisi standar, jok elektrik di Cayenne E-Hybrid punya 8 arah setelan dengan opsi hingga 18 arah setelan. Di unit tes ini jok pengemudi dilengkapi dengan setelan 14 arah.

Desain dasbor berorientasi ke pengemudi. Setir dengan rentang setelan reach dan rake yang luas


Sementara setirnya tentu saja punya setelan tilt dan telescopic juga dengan rentang setelan yang jauh sehingga memudahkan mendapatkan posisi mengemudi paling pas.

Untuk menghidupkan mesin masih harus memutar “kunci” berbentuk kenop


Porsche masih mempertahankan sedikit sentuhan klasik era balap Le Mans lewat penggunaan kenop putar bukan tombol Start/Stop untuk menghidupkan mesin meski kuncinya sejatinya sudah keyless operation.

Bentuk anak kunci yang khas


Penempatan tombol-tombol kontrol didesain logis dan intuitif, khas Jerman. Switch di sisi kanan batang kemudi digunakan untuk mengontrol instrument panel di sisi kanan, begitu juga switch di sisi kiri yang digunakan untuk mengontrol instrument panel sisi kiri.

Instrument panel di sisi kanan dikontrol lewat steering switch juga di sisi kanan, begitu juga sebaliknya. Konsol tengah bak layar sentuh raksasa dengan berbagai tombol shortcut yang akan bergetar saat disentuh untuk melakukan penyetelan


Desain infotainment display berukuran besar berorientasi ke pengemudi untuk memudahkan kontrol. Layar infotainment tersebut selain dikontrol lewat sentuhan juga dapat dikontrol melalui steering switch dan shortcut button di konsol tengah.


Kelengkapan Opsional Berlimpah

Porsche Logo LED Door Courtesy Lights seharga Rp10.450.000


Porsche memberikan kebebasan pemiliknya untuk memilih paket opsional untuk personalisasi dan maksimalisasi kenyamanan di kendaraannya. Paket opsional itu terbagi untuk Exterior Colors & Wheels, Interior Colors & Seats serta Individual Equipment.



Warna cat standar Cayenne adalah hitam dan putih, untuk personalisasi tersedia pilihan warna metallic, untuk warna Mahogany Metallic misalnya, konsumen harus menambah Rp40.120.000 lalu Special Color seperti Cashmere Beige Metallic anggaran yang harus disiapkan sampai Rp87.160.000.

Untuk mendapat pelek Cayenne Exclusive Design ukuran 21 inci harus menambah Rp183.250.000


Untuk pelek, standarnya Cayenne E-Hybrid dibekali pelek berukuran 19 inci. Porsche Indonesia menawarkan rentang ukuran dari 19 inci sampai 22 inci sebagai opsional dengan rentang harga mulai Rp20.030.000 sampai Rp220.280.000.

Sport Chrono Package with Porsche Subsecond Design Clock ini harganya Rp77.800.000. LED Headight yang dilengkapi Porsche Dynamic Light System dengan price list Rp32.700.000


Untuk pelek 21 inci seperti yang tersemat di unit tes ini harganya Rp183.250.000. Bahkan aksesori roda seperti ban performa tinggi, baut roda, wheel centre set juga disediakan.

Unit tes ini sudah dilengkapi dengan opsional Soft-close doors seharga Rp25.720.000. Four-zone auto climate control ditebus dengan Rp25.620.000


Di sektor interior, sebagai standar, seluruh varian Cayenne termasuk E-Hybrid yang dipasarkan di Indonesia dibekali pelapis kulit tak hanya jok tapi juga dasbor dan doortrim. Namun buat yang menginginkan paket lebih personal bisa memilih paket opsional yang ditawarkan mulai Rp13.110.000 sampai Rp169.500.000.

Untuk mendapatkan fitur Lane Change Assist perlu menambah Rp24.150.000. Kamera di spion masuk dalam paket Park Assist include Surround View Rp44.220.000


Seperti sudah disebutkan diatas, sebagai standar Cayenne E-Hybrid menggunakan jok depan model Comfort Seats dengan setelan elektrik 8 arah. OpsinyaComfort Seats 14-way electric dengan memori seharga Rp51.870.000 atau Sport Seats 18-way electric dengan banderol Rp65.830.000.

Sistem audio standar dari Bose


Individual Equipment yang ditawarkan mencakup eksterior, drive train/chassis, comfort & assistance system, interior sampai audio & communication.


Fleksibilitas dan Fungsionalitas Kabin

Sumbu roda Cayenne E-Hybrid sepanjang 2.895 mm


Cayenne E-Hybrid menawarkan fleksibilitas khas SUV. Dengan jarak sumbu roda 2.895 mm, ruang kabin Sport SUV ini terasa lega. Head room, shoulder room juga leg room masih terasa memadai meski diisi 5 orang penumpang. Jok belakang dapat direbahkan dan digeser maju-mundur untuk memaksimalkan bagasi.

Jok belakang dapat diduduki 3 orang dengan proper


Sandaran jok belakang terbagi dengan komposisi 40-20-40 sehingga tidak perlu melipat semua sandaran bila dibutuhkan. Volume bagasinya mencapai 645 liter yang dapat dimaksimalkan sampai 1.607 liter dengan melipat jok belakang.

Bagasinya berkapasitas 645 liter


Selain tempat-tempat penyimpanan yang tersebar di sudut kabin, Cayenne E-Hybrid juga dilengkapi dengan USB slot dan outlet 12Volt yang dapat digunakan untuk mengisi ulang daya gadget.

Electric Tailgate, memudahkan proses buka tutup pintu bagasi


Pintu bagasi dibekali dengan fitur Electric Tailgate yang dapat dibuka lewat tombol di doortrim, di pintu atau dengan mengayunkan kaki ke bawah bumper.

Untuk yang dibekali air suspension, ketinggian dapat diatur lewat tombol ini


Air suspension tersedia sebagai opsional. Untuk unit yang dibekali dengan air suspension seperti unit tes ini, ketinggian kendaraan dapat diturunkan hingga ground clearance terendah 190 mm dengan menekan tombol yang ada di dinding kanan bagasi sehingga memudahkan ketika akan menaikturunkan barang.



Kelebihan lain, ground clearance dapat disetel sampai 245 mm (Cayenne E-Hybrid dengan suspensi standar ground clearance-nya 210 mm) sehingga lebih aman ketika melewati genangan air atau jalanan rusak.


Built Quality

Logo 3D bertuliskan Porsche seperti berada di etalase


Semua bagian baik di eksterior maupun interior di mobil ini terasa well engineering dan well built. Seperti gril bertirai yang akan membuka ketika mesin butuh pasokan udara segar ekstra dan menutup saat tidak dibutuhkan untuk mengurangi coefficient of drag.

Kisi di bumper tak hanya berguna mengarahkan angin ke radiator tapi juga sebagai rumah DRL dan lampu sein. LED baru yang melintang,signature Porsche yang banyak ditiru produsen mobil lain


Bahkan lapisan catnya merupakan salah satu satu yang paling tebal di jajaran produk massal. Bisa disimpulkan kalau detail eksterior selain didesain untuk estetika tapi tetap mengedepankan aspek teknis.

Paddle shift dan doorhandle terbuat dari alumunium solid


Di interior, semua terasa mewah dan solid. Seluruh permukaan interior dilapis material kulit. Bagian-bagian berpenampanng satin chrome dibuat dari alumunium solid bukan plastik. Material yang sama juga digunakan pada paddle shift dan door handle.

Layar infotainment 12,3 inci dengan resolusi tinggi


Saat melaju di jalan yang ramai, sistem insulasi kabin yang istimewa membuat berada di kabin Cayenne E-Hybrid terasa senyap. Apalagi jika kita menjalankan pada mode E-Power yang murni mengandalkan motor listriknya.


Kekurangan

Karakter Rem

Kaliper berwarna hijau stabilo jadi ciri model hybrid


Teknologi E-Hybrid dilengkapi dengan sistem regenerative braking. Jadi ketika pedal gas dilepas atau pedal rem diinjak, secara otomatis energi yang dihasilkan digunakan untuk mengisi baterai 17,9 kWh.

Karakter rem tidak senatural varian non hybrid


Kekurangannya, performa rem terasa jadi kurang natural, berbeda dengan karakter rem di model non hybrid seperti Cayenne yang pernah kami coba sebelumnya (Baca: Porsche Cayenne Ini SUV Sultan! Harganya Ditentukan Fitur Yang Dipilih!).


Pengendalian

Penambahan beban sampai 300 kg membuat body roll lebih berasa


Bobot Porsche Cayenne E-Hybrid menyentuh 2.295 kg, artinya SUV ini lebih berat 310 kg dari basic Cayenne yang beratnya 1.985 kg. Penambahan bobot itu tak lain berasal dari baterai berkapasitas 17,9 kWh yang diletakkan di lantai bagasi.


Ketika kami coba, body roll lebih terasa dibandingkan Porsche Cayenne bermesin bensin yang pernah kami coba awal 2021 silam.



Berbeda dengan Porsche Taycan yang diciptakan murni sebagai mobil listrik, Cayenne E-Hybrid dibangun dari platform MLB Evo, yang notabene diciptakan untuk mesin dengan pembakaran dalam. Artinya rangka dan konstruksi suspensi Cayenne E-Hybrid awalnya tidak murni disiapkan untuk membawa tambahan beban baterai sampai 300 kg.

Sistem suspensi udara dengan Porsche Active Suspension Management (PASM)


Untungnya kekurangan itu dapat dieliminir dengan paket air suspension yang dikawal dengan teknologi Porsche Active Suspension Management (PASM).


Kapasitas Bagasi Berkurang

Kapasitas bagasi berkurang 125 liter


Keberadaan baterai memangkas kapasitas bagasi di Cayenne E-Hybrid. Dari data teknis terungkap bila volume bagasi Cayenne E-Hybrid terpangkas 20% dibandingkan Cayenne non hybrid.

Selain menambah bobot, dimensi tas berisi Porsche Mobile Charger Connect cukup menyita ruang di bagasi


Di Cayenne non hybrid volume bagasi mencapai 772 liter, sementara Cayenne E-Hybrid hanya 645 liter.


Kepraktisan

Untuk membuka masih harus menekan tombol di doortrim


Di mayoritas mobil Eropa, tutup tangki bahan bakar akan otomatis unlock ketika mesin dimatikan. Uniknya di Cayenne E-Hybrid, hanya tutup lubang port charger yang otomatis membuka.



Sementara tutup lubang pengisian bensin masih harus dibuka dengan menekan tombol di doortrim sisi pengemudi sehingga mengurangi sisi kepraktisannya meski tidak signifikan.


Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto

Comments


bottom of page