• Editor

Tips Turing Jarak Jauh dengan Skutik Low End yang Harus Dipahami Agar Aman dan Nyaman

Bisa aman dan nyaman asal dibarengi dengan persiapan, dan pemahaman terhadap motor, serta pengetahuan safety riding.

Skutik low-end dengan kapasitas mesin sampai dengan 125 cc, didesain ideal pada penggunaan di perkotaan


OTOPLUS-ONLINE I Pada dasarnya skutik atau skuter matik yang masuk kategori low-end atau harga terjangkau dengan mesin rata-rata di bawah 125cc, dirancang untuk pemakaian jarak pendek di dalam kota. Namun pada kenyataannya, banyak pemilik yang mengandalkan untuk perjalanan jarak jauh juga.

Kali ini OTOPLUS-ONLINE mencobanya turing jauh ke luar kota


Mengingat spesifikasinya yang diciptakan untuk jarak pendek, tentunya diperlukan pemahaman dan penyesuaian apabila kita akan menggunakannya untuk jarak jauh.

Istirahat sejenak di rute Plaosan-Jombang


Menggunakan salah satu skutik terbaru andalan Yamaha, yakni Yamaha Gear 125, OTOPLUS-ONLINE ingin berbagi tips, apa saja sih yang harus dipersiapkan dan diperhatikan.

Nongkrong di seputaran jalan Diponegoro, Madiun makin asyik dengan Yamaha Gear 125


Bagaimana pula impresi yang kami rasakan ketika berkendara jarak jauh dengan skutik yang sebenarnya didesain untuk jalan perkotaan ini.

Prosedur T-CLOCK

Tekanan angin di Yamaha Gear dipatok 29 psi (depan) dan 33 psi (belakang) baik sendiri maupun berboncengan


Ini merupakan prosedur standar yang seharusnya dilakukan sebelum berkendara, sesuai dengan tuntunan safety riding. T adalah Tires atau ban, dalam hal ini mencakup juga peleknya.


Selalu periksa terlebih dahulu kondisi ban, tekanan angin, sistem pengereman dan kondisi pelek. Skutik 125cc pada umumnya dibekali ban atau roda dengan ring yang kecil (12 atau 14 inci).


Baca juga: Test Ride Yamaha XSR 155: Kali Ini Kami Pakai Turing ke Lembah Dieng, Gempol


Ini tentunya akan berpengaruh pada kecepatan dan stabilitas berkendara. Misalnya saat melibas jalan bergelombang atau bahkan berlubang khas jalanan luar kota efek dari seringnya dilewati kendaraan-kendaraan besar.

Tekanan angin ban depan jangan ditambahkan lebih dari 2 psi dari ketentuan standar karena akan mengganggu stabilitas dan mengurangi kemampuan ban mencengkeram jalan


Sehingga pastikan tekanan angin ban minimal sesuai rekomendasi yang disarankan produsen. Apabila kita membawa beban yang diluar patokan seperti tertera di stiker panduan tekanan angin ban, tambahkan tekanan angin antara 2-3 psi

Beradaptasi dengan ergonomi mengemudi dan letak tombol-tombol


C adalah Control, pemeriksaannya meliputi putaran gas, sistem kopling (jika ada), kabel, slang dan setang kemudi. Setelah memeriksa, beradaptasilah dan mengenal panel dan tombol yang ada di setang kemudi. Membiasakan jari saat harus menekan tombol klakson, sein, pass light serta mentoknya putaran gas.

Pastikan semua lampu berfungsi dengan baik, tak terkecuali lampu belakang dan lampu remnya


L adalah Lights, meliputi aki, lampu-lampu serta sistem kelistrikan lainnya. Pastikan lampu utama menyala dengan baik baik lampu dekat (low beam) maupun lampu jauh (hi beam). Cek juga semua lampu sein dan stoplamp.

Yamaha Gear 125 menggunakan LED sebagai sumber penerangan lampu depan

Sesuaikan jadwal atau waktu saat mesti melewati suasana malam dengan kemampuan pencahayaan kendaraan. Skutik low-end kebanyakan dibekali pencahayaan lampu utama yang sedang-sedang saja, karena memang peruntukkannya dalam kota.


O adalah Oil, meliputi oli mesin, minyak rem dan bahan bakar. Risiko masalah bisa terjadi jika oli mesin kurang dari volume standarnya atau sudah waktunya ganti.


Baca juga: Yamaha Gear 125 Memang Skutik Low End Paling YES!


Begitu juga pemeriksaan minyak rem, pastikan volume pada tabung reservoir tidak di bawah batas minimal karena berpotensi menyebabkan rem blong.


Banyak juga yang tidak mengetahui apabila minyak rem memiliki sifat hidroskopis. Artinya dalam minyak rem dapat menyerap uap air di sekitarnya sehingga menyebabkan minyak rem terkontaminasi air.


Baca juga: Test Ride All New Honda PCX 160: Top Speed 114 Km/Jam, Konsumsi BBM 53,5 Km/Liter


Dengan adanya air di dalam minyak rem otomatis akan menurunkan titik didih minyak rem. Kalau dalam kondisi murni minyak rem memiliki titik didih sekitar 130-140 derajat celcius (DOT 3), dengan adanya air maka titik didihnya akan turun karena air akan mendidih pada suhu 100 derajat celcius.


Itulah alasan mengapa produsen menyarankan penggantian minyak rem secara periodik setiap kelipatan 20.000 kilometer.

Isi bahan bakar sesuai rekomendasi pabrik


Agar mesin menghasilkan performa maksimalnya yang mana akan sangat dibutuhkan di trek-trek panjang luar kota, sebaiknya isikan bahan bakar sesuai rekomendasi yang diberikan oleh pabrikan. Untuk Yamaha Gear 125 ini kami menggunakan Pertamax yang beroktan 92.

C adalah Chasis, pemeriksaannya meliputi kondisi rangka, suspensi, rantai atau v-belt serta baut-baut pengencang. Skutik low-end pada dasarnya memiliki rangka dan suspensi yang kecil.


Baca juga: Hasil Test Ride All New Honda CB150R Streetfire 2021 Pantas Sebagai Raja Jalanan


Maka hal ini yang perlu diingat saat mengendarainya untuk perjalanan jauh. Pastikan juga v-belt dalam kondisi yang baik atau tidak retak. Memeriksa baut-baut pengencang juga ada baiknya dilakukan mengingat jarak yang akan ditempuh.


K adalah Kickstand atau standar tengah dan samping. Cek kemiringan standar samping supaya saat memarkir tidak terlalu miring dan menghindari kemungkinan jatuh saat diparkir.

Peralatan Pendukung

Pastikan membawa perlengkapan ini untuk menemani perjalanan kalian


Pastikan membawa toolkit untuk mengantisipasi kondisi darurat di jalan. Setidaknya membawa obeng +/-, tang, kunci 10,12,14 dan 17. Selain itu bawa juga jas hujan, lap kain /lap PVC (kanebo), hand sanitizer, kabel dan charger atau adapter.

Tidak ada salahnya selalu membawa jas hujan berjaga-jaga bila sewaktu-waktu hujan turun


Beberapa skutik low-end saat ini sudah dibekali dengan charger slot untuk memudahkan pengisian gadget atau smartphone. Jangan lupa untuk membawa air minum untuk menghindari dehidrasi saat perjalanan.

Kecepatan Ideal

Idealnya di luar kota melaju 60-80 km/jam'


Jarak tempuh yang jauh dan kondisi jalan yang lebar beraspal mulus akan membuai kita untuk membetot gas secara maksimal sehingga membuat kita melaju dengan kecepatan tinggi.

Waspadai hempasan angin dari kendaraan besar seperti truk


Yang harus diingat, spesifikasi teknis skutik low-end tidak didesain untuk melaju dengan kecepatan tinggi. Seperti spesifikasi suspensi. Seperti di Yamaha Gear 125, ketika dipakai di jalanan kota, redaman sokbreker terasa empuk namun ketika dipakai pada kecepatan tinggi di luar kota efeknya seperti melayang.


Karakter itu kami rasakan juga di skutik low-end yang lain yangmana rata-rata memiliki spesifikasi suspensi hampir sama.

Jalan luar kota yang lengang memang menggoda untuk membetot habis gas


Dari pengalaman, kami merasakan kecepatan ideal melaju di luar kota naik skutik low-end di kisaran 60-80 km/jam menyesuaikan kondisi jalan.

Permukaan jalan yang bergelombang dapat membahayakan untuk motor-motor kecil


Selain itu perhatikan juga soal bobot. Dengan bobot di kisaran 95-98 kilogram, motor ini rawan terhempas angin terutama ketika berpapasan atau ingin mendahului kendaraan besar seperti bis atau truk.

Istirahat Setiap 2 Jam

Usahakan berhenti dan melakukan relaksasi setelah menempuh 2 jam perjalanan


Atur waktu kapan dan dimana harus beristirahat. Berdasar pengalaman kami melakukan turing, idealnya setiap 2 jam perjalanan kita berhenti untuk beristirahat. Tak perlu lama, 5-10 menit cukup.

Saat Maghrib, sebaiknya berhenti dan biarkan mata beradaptasi terlebih dulu


Apalagi dengan skutik low-end yang desain joknya didesain untuk perjalanan pendek, kalau dipakai jalan jauh pantat jadi cepat panas selain pinggang juga mudah pegal karena redaman sok yang minim rebound lantaran memang tidak diperuntukkan untuk perjalanan jauh.


Gunakan waktu istirahat ini (5-10 menit) untuk melakukan relaksasi atau senam untuk mengurangi capek (kepala, tangan, pinggang dan kaki). Minum air putih yang cukup dan makan kudapan atau snack atau sekalian makan besar jika memang waktunya makan).

Bila hujan sangat deras, sebaiknya berhenti dan berteduh


Sangat tidak disarankan untuk memaksakan diri jika merasa ngantuk. Begitu juga saat melewati waktu menjelang Maghrib (17.30-18.00 wib), karena diwaktu tersebut merupakan peralihan dari siang (terang) ke malam (gelap) mata kita dipaksa beradaptasi sehingga dapat memengaruhi kemampuan penglihatan kita.

Barang Bawaan

Meski diisi barang, usahakan menyisakan ruang untuk kaki agar masih cukup leluasa bergerak


Setiap kendaraan memiliki maksimal kapasitas muatan barang yang bisa dibawa. Untuk Yamaha Mio Gear 125 ini misalnya, tertera pada label panduan di leg shield kalau beban maksimal di boks bagasi, boks depan dan gantungan masing-masing 1 kilogram.


Sayangnya ruang dek Gear 125 ini tersita oleh desain dek belakang yang meninggi. Akibatnya barang bawaan yang bisa dijejalkan jadi terbatas.


Baca juga: Hasil Tes Tiga Hari Suzuki Nex II Crossover: Seru dan Irit Banget!


Meski ruang dek di skutik bisa diisi barang bawaan tapi sebaiknya jangan sampai mengorbankan posisi berkendara kita jadi tidak nyaman saat melakukan perjalanan jauh.

Desain dek belakang di Yamaha Gear 125 yang meninggi di belakang mengurangi kapasitas dek membawa barang


Misalnya sampai menyebabkan posisi kaki jangan terlalu mengangkang atau juga terlalu selonjor ke depan karena banyaknya bawaan yang diletakkan di dek.


Bila membawa tas punggung, pastikan juga bebannya tidak terlalu membebani pundak dan punggung karena dapat mengganggu konsentrasi berkendara dan menyebabkan kelelahan dini.

Kesimpulan

Yamaha Gear 125 skutik multiguna yang asyik diajak turing


Enggak masalah kok jalan jauh naik skutik, asalkan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, Enaknya kalau naik skutik Yamaha, semua sudah pakai mesin 125 cc yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 9,3 dk/8.000 rpm dengan torsi 9,5 Nm/5.500 rpm.


Tidak seperti skutik berkapasitas mesin 110 cc yang tenaganya mentok 8,8 dk/7.500 rpm dan torsi 9,3 Nm/5.500 rpm.

Juga asyik diajak ke pasar


Selain itu desain bodinya ramping dengan bobot 96 kg yang membuatnya cukup stabil melaju di jalanan luar kota didukung kombinasi ban 80/80-14 (depan) dan ban belakang paling lebar di kelasnya, 100/70-14.


Untuk konsumsi bahan bakar, termasuk irit. Dengan menggunakan bensin beroktan 92 raihan konsumsi BBM rata-ratanya mencapai 51,5 km/liter.

Teks: Ariyanto Sasongko

Editor: Nugroho Sakri Yunarto

Foto: Ariyanto Sasongko, Nugroho Sakri Yunarto